RADARBONANG.ID – Insiden longsornya gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, menimbulkan duka mendalam.
Longsoran sampah dalam jumlah besar menimbun sejumlah kendaraan serta bangunan di sekitar lokasi, mengakibatkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi ketika proses penurunan muatan sampah dari sejumlah truk sedang berlangsung.
Saat itu kondisi cuaca di kawasan tersebut dilaporkan kurang bersahabat dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB.
Baca Juga: Banyak Usaha Tumbang Sebelum Untung, Ternyata Ini Rahasia yang Sering Dilupakan Pebisnis Pemula
Pada saat itu terdapat deretan truk pengangkut sampah yang sedang mengantre untuk membongkar muatan mereka di area pembuangan.
Namun secara tiba-tiba, tanpa tanda-tanda yang jelas sebelumnya, massa sampah dalam volume besar mengalami pergeseran. Gunungan sampah tersebut kemudian merosot ke bawah dan menimbun area di sekitarnya.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya lima unit truk sampah yang tengah berada dalam antrean langsung tertutup timbunan sampah.
Selain itu, sebuah bangunan warung yang berada tidak jauh dari lokasi juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan parah akibat tertimpa longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa saat kejadian sejumlah truk sedang menunggu giliran untuk melakukan proses bongkar muat.
Tiba-tiba terjadi pergeseran besar pada tumpukan sampah yang kemudian menimbun beberapa kendaraan dan sebuah warung di sekitar lokasi.
“Pada saat truk sedang antre, terjadi pergeseran massa sampah yang cukup besar hingga menimbun lima unit truk dan satu warung,” ujar Isnawa dalam keterangannya.
Empat Korban Ditemukan Meninggal
Dalam peristiwa tragis tersebut, diperkirakan terdapat sekitar sepuluh orang yang tertimbun oleh longsoran sampah. Para korban terdiri dari warga sipil yang berada di sekitar lokasi serta sejumlah pengemudi truk sampah.
Hingga Minggu malam, tim pencarian dan penyelamatan gabungan telah berhasil mengevakuasi empat korban dari dalam timbunan sampah. Sayangnya, keempat korban tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Berikut identitas korban yang berhasil dikenali:
-
EW, perempuan berusia 25 tahun
-
S, perempuan berusia 60 tahun
-
DS, laki-laki yang berprofesi sebagai pengemudi truk sampah
-
IS, laki-laki berusia 42 tahun yang juga berprofesi sebagai pengemudi truk sampah
Sementara itu, dua orang pengemudi truk lainnya yang bernama Jonan dan Risno dilaporkan berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Keduanya sempat berada di lokasi kejadian namun berhasil menyelamatkan diri sebelum tertimbun longsoran sampah.
Proses Evakuasi Terus Dilakukan
Upaya pencarian terhadap korban yang masih tertimbun hingga kini terus dilakukan oleh tim gabungan. Proses evakuasi menghadapi tantangan cukup besar karena volume sampah yang sangat banyak serta kondisi tanah yang masih labil.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan terus bekerja di lokasi kejadian. Untuk mempercepat proses pencarian, sedikitnya 20 unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan guna menggali timbunan sampah.
Selain alat berat, petugas juga menggunakan berbagai peralatan penyelamatan lainnya untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan efektif.
BPBD DKI Jakarta juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk kantong jenazah serta perlengkapan logistik bagi tim yang bekerja di lapangan. Semua upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun.
Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Pangkalan V, Kelurahan Ciketing, yang merupakan salah satu area operasional TPST Bantar Gebang.
Baca Juga: Bukan Mitos! Dokter Spesialis Ungkap Bagaimana Puasa Bisa Sembuhkan GERD Secara Alami
Diduga Dipicu Curah Hujan Tinggi
Sementara itu, faktor cuaca diduga menjadi salah satu pemicu utama terjadinya longsor pada gunungan sampah tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama membuat struktur tumpukan sampah menjadi tidak stabil.
Kondisi tersebut menyebabkan lapisan sampah yang telah menumpuk dalam jumlah besar menjadi rapuh dan mudah bergeser. Ketika tekanan dari atas semakin besar, longsoran pun akhirnya tidak dapat dihindari.
Hingga kini pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan di area pembuangan sampah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor : Muhammad Azlan Syah