Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah Sudah Ditetapkan, Ini Penjelasan Metode Hisab dan Tanggal Pastinya

Muhammad Azlan Syah • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:05 WIB

Ilustrasi Idul Fitri
Ilustrasi Idul Fitri

RADARBONANG.ID – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 lebih awal.

Berdasarkan hasil perhitungan astronomi yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Dengan keputusan tersebut, warga Muhammadiyah sudah dapat mengetahui jadwal hari raya jauh hari sebelum pelaksanaan.

Baca Juga: Hidup Serba Cepat, Tapi Mengapa Banyak Orang Justru Merasa Tertinggal?

Keputusan yang diumumkan lebih awal ini memang menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Organisasi Islam tersebut menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi sehingga tanggal penting dalam kalender Islam dapat dipastikan sejak jauh hari.

Selain menetapkan tanggal Idulfitri, Muhammadiyah juga menetapkan awal bulan Ramadan 1447 H yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan demikian, umat Islam yang mengikuti ketetapan Muhammadiyah akan melaksanakan puasa selama sekitar 29 atau 30 hari sebelum merayakan Lebaran pada 20 Maret 2026.

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah didasarkan pada perhitungan posisi matahari dan bulan secara astronomis.

Perhitungan ini mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang bertujuan menyatukan kalender Islam secara global agar tidak terjadi perbedaan penentuan awal bulan di berbagai wilayah dunia.

Dalam metode tersebut, awal bulan Hijriah ditentukan ketika posisi bulan sudah memenuhi parameter tertentu, seperti tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.

Apabila syarat ini terpenuhi di suatu wilayah di bumi sebelum pukul 24.00 UTC, maka bulan baru dianggap telah dimulai secara global.

Berdasarkan perhitungan astronomi itu, ijtimak atau konjungsi menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026.

Setelah proses tersebut, posisi bulan dinilai sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026.

Penetapan yang dilakukan Muhammadiyah ini memungkinkan masyarakat untuk merencanakan berbagai kegiatan menjelang Lebaran lebih awal, mulai dari perjalanan mudik, pengaturan cuti kerja, hingga persiapan kebutuhan keluarga selama hari raya.

Namun demikian, tanggal Lebaran versi Muhammadiyah belum tentu sama dengan penetapan pemerintah Indonesia.

Pemerintah biasanya menentukan awal Syawal melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama dengan menggabungkan metode hisab dan rukyat atau pengamatan hilal secara langsung.

Karena perbedaan metode tersebut, potensi perbedaan hari perayaan Idulfitri sering kali terjadi di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, umat Islam di Tanah Air memang terkadang merayakan Lebaran pada hari yang berbeda.

Untuk tahun 2026 sendiri, sejumlah kalender nasional memperkirakan Idulfitri versi pemerintah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Artinya, ada kemungkinan perbedaan satu hari antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam penetapan 1 Syawal 1447 H.

Meski demikian, perbedaan tersebut bukan hal baru dan selama ini telah menjadi bagian dari dinamika penentuan kalender Islam di Indonesia.

Banyak pihak menilai perbedaan ini tetap dapat disikapi dengan sikap saling menghormati antarumat Islam.

Baca Juga: Polisi Ungkap Alasan Penahanan Dokter Richard Lee Usai Pemeriksaan: Sikap Dinilai Tidak Kooperatif Selama Penyidikan

Para ahli juga menilai penetapan tanggal Lebaran sejak dini memiliki manfaat tersendiri, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian jadwal untuk merencanakan berbagai aktivitas menjelang hari raya.

Dengan adanya pengumuman resmi dari Muhammadiyah tersebut, masyarakat yang mengikuti organisasi ini sudah memiliki kepastian bahwa Hari Raya Idulfitri 1447 H akan dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, masyarakat yang mengikuti keputusan pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang biasanya digelar menjelang akhir Ramadan untuk menentukan secara resmi kapan Hari Raya Idulfitri dilaksanakan.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#lebaran #idul fitri #muhammadiyah #hari raya #syawal