RADARBONANG.ID – Empat dara muda Indonesia kini semakin mantap menapaki panggung musik internasional.
Tergabung dalam girl group bernama no na, mereka tidak hanya membawa kemampuan bermusik, tetapi juga semangat untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.
Di balik gemerlap panggung Los Angeles, tersimpan kisah perjalanan yang tidak biasa.
Mulai dari pesan langsung di Instagram yang sempat dianggap penipuan hingga latihan intensif bertahun-tahun demi membentuk identitas grup yang kuat.
Cerita tersebut mereka ungkapkan saat berbincang santai di kanal YouTube milik komika dan kreator konten Raditya Dika.
Dalam perbincangan itu, para anggota no na yakni Baila Fauri, Christy Gardena, Shazfa Adesya, dan Esther Geraldine membagikan cerita di balik terbentuknya grup mereka.
Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sejumlah Wilayah Mulai Kering Sejak April
Awal Perjalanan dari DM Instagram
Perjalanan no na bermula dari proses rekrutmen yang tidak terduga. Beberapa anggota awalnya menerima pesan langsung di Instagram dari pihak label yang menawarkan kesempatan mengikuti audisi.
Namun, pesan tersebut justru sempat menimbulkan keraguan. Beberapa dari mereka mengira pesan tersebut adalah penipuan atau spam.
Setelah melalui proses verifikasi dan audisi, mereka akhirnya terpilih dan memulai perjalanan panjang sebagai trainee. Tidak tanggung-tanggung, mereka menjalani masa artist development selama sekitar dua tahun.
Selama periode tersebut, para anggota menjalani pelatihan intensif di Jakarta dan Los Angeles. Mereka dilatih dalam berbagai aspek, mulai dari vokal, koreografi, performa panggung, hingga penguatan karakter sebagai grup.
Membawa Identitas Indonesia ke Panggung Dunia
Menariknya, no na tidak sekadar menjadi girl group yang dibentuk oleh label musik. Para anggota juga dilibatkan secara aktif dalam menentukan konsep serta identitas grup mereka.
Bagi mereka, menjadi artis internasional bukan berarti harus meninggalkan jati diri sebagai orang Indonesia. Justru sebaliknya, identitas tersebut ingin mereka angkat sebagai kekuatan utama.
Esther mengungkapkan bahwa salah satu visi terbesar mereka adalah memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui musik.
“Kita ingin Indonesia lebih banyak dikenal secara global. Banyak banget talent, culture, dan bahasa yang kita pengin representasi di luar sana,” ungkapnya.
Semangat tersebut juga tercermin dari cara mereka menampilkan diri di atas panggung, mulai dari gaya musik, konsep visual, hingga cerita yang mereka bawa dalam setiap karya.
Kekompakan di Tengah Tantangan
Tinggal bersama di luar negeri tentu bukan hal mudah. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka juga harus menghadapi rasa rindu terhadap keluarga di tanah air.
Meski begitu, keempat anggota mengaku hubungan mereka tetap harmonis. Perbedaan karakter justru menjadi kekuatan dalam membangun chemistry.
Christy dikenal sebagai sosok yang lebih introvert dan berasal dari Lombok, sementara Shaz merupakan anggota paling muda dengan energi yang ceria.
Meski memiliki kepribadian berbeda, mereka mengaku jarang mengalami konflik serius. Prinsip yang mereka pegang adalah bekerja sebagai tim atau team effort.
Rahasia Stamina: Minyak Tawon
Di tengah cerita latihan dance yang melelahkan, muncul satu kisah yang paling mengundang tawa dalam obrolan tersebut: tentang Minyak Tawon.
Shaz menceritakan bagaimana minyak herbal tradisional ini sering menjadi “penyelamat” mereka setelah menjalani latihan fisik yang berat.
Ia bahkan membagikan cerita lucu tentang ayam yang konon kembali berlari setelah diolesi minyak tersebut.
“Ada satu ayam udah sekarat banget nih, udah mau mati. Terus dikasih minyak tawon di lehernya, ayamnya langsung lari, nggak jadi mati!” kata Shaz sambil tertawa, yang langsung disambut tawa anggota lainnya.
Sejak saat itu, minyak tawon menjadi barang wajib yang selalu mereka bawa. Bahkan, mereka mulai memperkenalkannya kepada para koreografer dan tim produksi internasional di Amerika.
Menuju Panggung Global
Kini perjalanan no na terus berkembang. Salah satu single mereka berjudul Shoot bahkan berhasil menembus tangga lagu internasional.
Baca Juga: Mudik Aman Tanpa Was-was: Panduan 8 Langkah Cek Kondisi Mobil Sendiri di Rumah
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung global tanpa harus kehilangan identitas budaya.
Para anggota pun memberi sinyal bahwa masih banyak kejutan yang sedang mereka siapkan untuk para penggemar.
“Tungguin aja, akan ada kejutan-kejutan baru dari Nona,” ujar mereka kompak.
Kehadiran no na bukan sekadar menambah daftar musisi Indonesia yang berkarier di luar negeri. Lebih dari itu, mereka menjadi simbol bahwa identitas budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam industri musik global.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penggemar di tanah air, langkah Baila, Christy, Shaz, dan Esther tampaknya baru saja dimulai.
Editor : Muhammad Azlan Syah