Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sejumlah Wilayah Mulai Kering Sejak April

M Robit Bilhaq • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:25 WIB

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat dari biasanya. Sebagian wilayah Indonesia bahkan mulai memasuki musim kering sejak April.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat dari biasanya. Sebagian wilayah Indonesia bahkan mulai memasuki musim kering sejak April.

RADARBONANG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Indonesia pada 2026 akan datang lebih cepat dibandingkan pola klimatologi normal.

Sejumlah wilayah bahkan diperkirakan mulai memasuki periode kering sejak April 2026.

Percepatan datangnya musim kemarau ini berkaitan dengan berakhirnya fenomena La Niña dengan intensitas rendah pada Februari 2026.

Saat ini kondisi iklim global berada pada fase netral dan berpotensi bergeser menuju fenomena El Niño pada pertengahan tahun.

Baca Juga: Bangunin Sahur Pakai Sound System Keliling: Seru, Sakral, atau Ganggu Warga Sekitar?

Perubahan Fenomena Iklim Global

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan dinamika iklim di kawasan Samudera Pasifik, indeks El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 atau masuk kategori netral.

Kondisi tersebut diperkirakan akan bertahan hingga sekitar Juni 2026. Namun terdapat peluang sekitar 50 hingga 60 persen munculnya El Niño dengan intensitas ringan hingga moderat pada paruh kedua tahun ini.

Selain ENSO, BMKG juga memantau fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang diperkirakan tetap berada dalam fase netral sepanjang 2026 sehingga tidak memberikan pengaruh besar terhadap pola cuaca nasional.

Sejumlah Wilayah Mulai Kemarau pada April

Secara teknis, awal musim kemarau ditandai dengan peralihan pola angin dari monsun Asia yang bersifat basah menuju monsun Australia yang lebih kering.

BMKG mencatat setidaknya 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Wilayah yang termasuk dalam kategori ini antara lain pesisir utara bagian barat Pulau Jawa, sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, kawasan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Sulawesi.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa sekitar 184 ZOM atau 26,3 persen wilayah diperkirakan menyusul memasuki musim kemarau pada Mei 2026, kemudian 163 ZOM lainnya pada Juni 2026.

Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

Secara keseluruhan, sekitar 325 ZOM atau 46,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya.

Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Agustus dan akan meliputi sekitar 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah Indonesia.

Namun beberapa wilayah diperkirakan mencapai puncak musim kering lebih awal pada Juli, sementara wilayah lainnya justru mengalami puncak kemarau pada September.

BMKG juga memproyeksikan bahwa karakter musim kemarau tahun ini akan cenderung lebih kering dari kondisi normal di sekitar 451 ZOM atau sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia.

BMKG Imbau Antisipasi Sejak Dini

Dengan kondisi tersebut, sekitar 57 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami durasi musim kemarau yang lebih panjang dari rata-rata normal.

Karena itu, BMKG mengimbau berbagai pihak untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini guna mengantisipasi dampak kekeringan.

Baca Juga: Cantik Saja tak Cukup, Ini Alasan Mengapa Kepercayaan Diri Adalah Pilihan, Bukan Warisan

Di sektor pertanian, petani disarankan menyesuaikan pola tanam dengan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi minim air serta memiliki masa panen lebih singkat.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air juga perlu diperkuat melalui optimalisasi waduk, perbaikan sistem irigasi, serta pengelolaan distribusi air secara lebih efisien.

Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang biasanya meningkat selama musim kemarau.

BMKG menegaskan bahwa proyeksi ini merupakan bentuk peringatan dini agar pemerintah dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak sekarang untuk meminimalkan risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#El Nino Indonesia 2026 #prediksi kemarau 2026 #prakiraan BMKG 2026 #musim kemarau lebih cepat #dampak musim kemarau Indonesia