Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Harga Pertamax Naik Mulai 1 Maret 2026 Hari Ini, Pertamax Tembus Rp12.300 per Liter, BBM Nonsubsidi Lainnya Ikut Naik Sementara Pertalite Tetap Stabil

Muhammad Azlan Syah • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:25 WIB

Dari deretan 10 negara dengan BBM Termurah di Asia Juni 2025, Iran tercatat di urutan nomor 1, hanya Rp 464/liter. Foto adalah ilustrasi.
Dari deretan 10 negara dengan BBM Termurah di Asia Juni 2025, Iran tercatat di urutan nomor 1, hanya Rp 464/liter. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 hari ini.

Penyesuaian ini mencakup sejumlah produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, hingga Pertamina Dex.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi harga berkala yang mengacu pada formula pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi dan logistik.

Baca Juga: Apa Itu Fiskal dalam Kebijakan Fiskal? Istilah yang Sering Disebut Menteri Keuangan, Ternyata Ini Dampaknya ke Uang Anda

Kenaikan yang berlaku mulai 1 Maret 2026 hari ini terutama berdampak pada konsumen BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi dipastikan tetap stabil.

Rincian Harga BBM Terbaru

Berikut kisaran harga BBM nonsubsidi per liter di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang berlaku mulai 1 Maret 2026 hari ini:

Harga di wilayah lain bisa berbeda menyesuaikan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan ongkos distribusi.

Penyesuaian ini menandai kenaikan setelah sebelumnya harga BBM nonsubsidi sempat turun pada awal tahun. Dinamika harga energi global menjadi faktor utama perubahan tersebut.

BBM Subsidi Tetap Stabil

Di tengah kenaikan yang berlaku mulai 1 Maret 2026 hari ini, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak berubah.

Pertalite tetap di kisaran Rp 10.000 per liter, sedangkan solar subsidi bertahan sekitar Rp 6.800 per liter.

Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah serta pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada transportasi darat.

Dengan tetapnya harga subsidi, pemerintah berupaya menahan potensi lonjakan inflasi akibat kenaikan energi nonsubsidi.

Dampak ke Konsumen dan Dunia Usaha

Kenaikan harga Pertamax dan varian nonsubsidi lainnya tentu berdampak pada biaya operasional kendaraan pribadi maupun armada usaha.

Pengguna mobil dengan spesifikasi mesin minimal RON 92 praktis tetap harus menggunakan Pertamax atau produk setara.

Bagi sektor logistik, kenaikan Dexlite dan Pertamina Dex berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang.

Jika tekanan biaya terus berlanjut, bukan tidak mungkin terjadi penyesuaian tarif angkutan atau harga barang di tingkat konsumen.

Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif dan dapat kembali turun apabila kondisi pasar global membaik.

Baca Juga: Tradisi Megengan di Tuban Tetap Lestari, Simbol Kebersamaan Menyambut Ramadan

Mengapa Harga Bisa Berubah?

Harga BBM nonsubsidi tidak dipatok tetap seperti BBM subsidi. Skema yang digunakan mengikuti formula harga yang telah ditetapkan pemerintah agar mencerminkan kondisi keekonomian riil.

Ketika harga minyak mentah dunia naik atau nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, maka harga BBM nonsubsidi cenderung ikut terkerek.

Sebaliknya, jika harga minyak turun dan rupiah menguat, ada peluang harga kembali disesuaikan turun.

Kenaikan yang berlaku mulai 1 Maret 2026 hari ini menjadi pengingat bahwa sektor energi sangat dipengaruhi dinamika global.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk bijak dalam penggunaan BBM serta memilih jenis bahan bakar sesuai spesifikasi kendaraan.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#pertamina #harga pertamax #pertamax green #bbm #pertamax naik