Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Belum Setahun Rilis, Amazon Resmi Tutup Game King of Meat

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:30 WIB

Kurang dari setahun sejak rilis, Amazon resmi menutup server King of Meat akibat minimnya jumlah pemain aktif.
Kurang dari setahun sejak rilis, Amazon resmi menutup server King of Meat akibat minimnya jumlah pemain aktif.

RADARBONANG.ID – Industri game kembali kehilangan satu judul multiplayer. Amazon resmi mengumumkan penutupan server game King of Meat mulai 9 April mendatang, kurang dari setahun sejak peluncurannya. Keputusan ini diambil setelah performa game dinilai jauh dari ekspektasi perusahaan.

Dalam pernyataan resminya, Amazon menyebut King of Meat gagal menjangkau audiens sesuai target.

Meski mengusung konsep multiplayer party platformer bernuansa abad pertengahan, daya tarik tersebut ternyata belum cukup kuat untuk bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Baca Juga: 7 Menu Sahur Simpel Anti Ribet, Cocok untuk Hari Kerja Saat Ramadan

Sempat Curi Perhatian di Gamescom

King of Meat dikembangkan bersama studio independen Glowmade dan sempat mencuri perhatian publik saat dipamerkan dalam ajang Gamescom 2024.

Dengan desain arena penuh jebakan, karakter unik, serta gameplay kompetitif yang mengingatkan pada Fall Guys, game ini digadang-gadang berpotensi menjadi alternatif segar di genre party platformer.

Namun antusiasme awal tersebut tidak berlanjut menjadi basis pemain yang solid. Seiring waktu, jumlah pemain aktif terus menurun drastis.

Data Pemain Mengecewakan

Berdasarkan data dari SteamDB, performa King of Meat di platform Steam terbilang mengecewakan.

Sepanjang perilisannya, jumlah pemain tidak pernah menembus angka 320 pemain secara bersamaan.

Bahkan dalam satu bulan terakhir, jumlah pemain aktif tercatat kurang dari 10 orang.

Angka ini tentu menjadi alarm serius bagi pengembang maupun publisher, mengingat game multiplayer sangat bergantung pada komunitas aktif agar tetap hidup.

Minimnya pemain membuat matchmaking semakin sulit, yang pada akhirnya mempercepat penurunan minat.

Fenomena ini kerap menjadi lingkaran setan dalam game berbasis online—ketika pemain berkurang, pengalaman bermain ikut menurun, dan makin banyak pemain yang pergi.

Refund dan Penonaktifan Mikrotransaksi

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada komunitas, Amazon memastikan seluruh pemain akan menerima pengembalian dana melalui platform tempat mereka membeli game tersebut.

Selain itu, seluruh fitur mikrotransaksi di dalam game telah dinonaktifkan.

Meski server akan ditutup pada 9 April, pemain masih dapat mengakses dan menikmati seluruh konten yang tersedia hingga hari terakhir operasional.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga kepercayaan konsumen di tengah keputusan sulit tersebut.

Pukulan bagi Amazon Games

Penutupan King of Meat menambah daftar panjang game live service yang tumbang dalam waktu singkat.

Industri game modern memang dikenal sangat kompetitif, terutama untuk genre multiplayer online yang menuntut pembaruan konten konsisten dan strategi pemasaran agresif.

Bagi Amazon, ini menjadi tantangan besar dalam memperkuat lini bisnis game mereka. Sebelumnya, perusahaan juga sempat menghadapi berbagai dinamika dalam pengelolaan game MMORPG populer mereka, New World.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa bahkan perusahaan teknologi raksasa sekalipun tidak kebal terhadap kerasnya persaingan industri game.

Tanpa inovasi yang benar-benar unik dan dukungan komunitas kuat, game baru akan sulit bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Tips Memilih Baju Lebaran 2026 agar Tetap Stylish dan Hemat

Cerminan Ketatnya Industri Game Modern

Tumbangnya King of Meat menjadi pengingat bahwa pasar game saat ini sangat selektif.

Pemain memiliki banyak pilihan, mulai dari judul gratis berkualitas tinggi hingga franchise besar dengan basis komunitas loyal.

Ke depan, pengembang dan publisher dituntut lebih cermat dalam membaca tren pasar, membangun komunitas sejak awal, serta memastikan game yang dirilis memiliki diferensiasi jelas. Jika tidak, nasib serupa bisa kembali terulang.

Penutupan ini mungkin mengecewakan bagi sebagian kecil pemain setia, tetapi juga menjadi pelajaran penting tentang dinamika dan risiko besar dalam industri game modern. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#game multiplayer Amazon gagal #Amazon tutup King of Meat #SteamDB King of Meat #Glowmade #server King of Meat ditutup