Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Inovasi Anak Bangsa! Kacamata AI “RunSight” Bantu Difabel Visual Berlari Mandiri dan Mendunia

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:15 WIB

Kacamata AI RunSight karya mahasiswa Indonesia bantu pelari tunanetra berlari mandiri — solusi teknologi inklusif yang mendunia!
Kacamata AI RunSight karya mahasiswa Indonesia bantu pelari tunanetra berlari mandiri — solusi teknologi inklusif yang mendunia!

RADARBONANG.ID — Sebuah inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) karya anak muda Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia.

Mereka menciptakan kacamata pintar bernama RunSight yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas visual agar dapat berlari dengan aman dan lebih mandiri, tanpa harus terlalu bergantung pada pendamping manusia.

Kacamata pintar ini dikembangkan oleh Tim Labmino, sekelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia, melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT).

Baca Juga: Tahun Ular Kayu 2026 Bikin Hoki Meledak? Ini 5 Shio Paling Bersinar, Nomor 1 Bikin Kaget!

Teknologi ini bukan sekadar konsep, tetapi solusi nyata bagi pelari dengan gangguan penglihatan yang selama ini menghadapi tantangan besar saat berolahraga.

Teknologi Lahir dari Empati

RunSight dirancang untuk menjawab kebutuhan komunitas difabel visual, khususnya mereka yang ingin tetap aktif di olahraga lari.

Sistem kacamata ini menggunakan teknologi AI untuk memindai lingkungan sekitar secara real-time dan memberikan panduan suara otomatis kepada pengguna.

Dengan panduan tersebut, pelari tunanetra dapat mengetahui arah jalur, menghindari rintangan, serta tetap bergerak dengan percaya diri dan rasa aman — meski tanpa penglihatan lengkap.

Fungsi ini sangat penting karena olahraga seperti lari memiliki risiko tinggi bagi penyandang gangguan penglihatan tanpa dukungan navigasi yang baik.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI tidak hanya menjadi fitur canggih, tetapi juga alat pemberdayaan yang mampu membantu kualitas hidup penyandang disabilitas.

Dari Kompetisi Nasional ke Pentas Global

RunSight awalnya dikembangkan sebagai bagian dari kompetisi Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025 — sebuah program yang memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi teknologi berbasis masalah nyata di masyarakat.

Program ini mendukung proses pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Keberhasilan RunSight di tingkat nasional membuatnya lolos ke tahap global.

Tim Labmino berhasil masuk dalam 10 besar tim terbaik dunia dan mendapatkan kesempatan menjadi Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow (SFT).

Capaian ini menunjukkan bahwa solusi teknologi yang berangkat dari konteks lokal Indonesia justru memiliki relevansi global yang tinggi dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Cara Kerja RunSight

Kacamata pintar ini memanfaatkan sensor dan sistem pemrosesan AI untuk memetakan lingkungan sekitar pengguna secara otomatis.

Data visual yang ditangkap oleh perangkat kemudian dikonversi menjadi instruksi suara secara real-time, seperti memberi tahu arah langkah, mendeteksi hambatan, atau memberikan petunjuk navigasi sederhana.

Dengan demikian, pengguna RunSight tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan fisik atau suara dari pendamping.

Mereka dapat berlari secara lebih mandiri dan fokus pada gerakan atletik mereka sendiri — sebuah revolusi kecil yang berarti besar dalam dunia olahraga inklusif.

Dukungan Industri dan Potensi Masa Depan

President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menyatakan dukungannya terhadap inovasi yang memiliki dampak sosial langsung.

Menurut Lee, teknologi harus dirancang untuk memperkaya kehidupan manusia dan berlaku secara luas serta berkelanjutan.

“RunSight menunjukkan bagaimana teknologi AI yang tepat dapat membuka akses dalam ruang olahraga, sekaligus menjawab kebutuhan komunitas yang selama ini kurang terlayani oleh inovasi teknologi,” ujar Lee mengenai pencapaian Tim Labmino tersebut.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi contoh positif bahwa ide teknologi yang berangkat dari empati dan kebutuhan nyata masyarakat mampu menangkap peluang inovasi di panggung global.

Indonesia, melalui kontribusi generasi mudanya, menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak hanya mengonsumsi teknologi, tetapi juga memproduksi solusi bermakna dan inklusif.

Baca Juga: Sate Kambing Campur Durian Bikin Stroke Mendadak? Begini Penjelasan Medis dan Logis dari Menkes Budi

Dampak bagi Komunitas Difabel

RunSight membuka harapan baru bagi penyandang gangguan penglihatan.

Melalui teknologi ini, aktivitas fisik seperti lari yang selama ini dianggap berisiko atau sulit dapat dilakukan dengan lebih aman, nyaman, dan mandiri.

Lebih jauh lagi, teknologi asistif seperti ini berpotensi mendorong lahirnya solusi-solusi lain yang fokus pada pemberdayaan komunitas difabel secara umum — tidak hanya di olahraga, tetapi di berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Inovasi difabel visual #AI inklusif Indonesia #Tim Labmino UI #teknologi bantu tunanetra lari #kacamata AI RunSight #samsung Solve for Tomorrow Indonesia