Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ejekan Netizen Korea Soal Syuting di Sawah Bikin Shoot no na Viral Lagi — Solidaritas Asia Tenggara Menguat

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 13 Februari 2026 | 13:43 WIB

Video Shoot no na yang syuting di sawah jadi sorotan! Ejekan netizen Korea justru memicu solidaritas netizen Asia Tenggara membela grup pop Indonesia
Video Shoot no na yang syuting di sawah jadi sorotan! Ejekan netizen Korea justru memicu solidaritas netizen Asia Tenggara membela grup pop Indonesia

RADARBONANG.ID – Grup vokal perempuan pop asal Indonesia no na tengah menjadi sorotan hangat di media sosial setelah video musik mereka yang berjudul Shoot kembali viral — bukan karena prestasi musik, melainkan karena cibiran yang datang dari netizen Korea Selatan.

Video klip Shoot sendiri sebenarnya sudah dirilis sejak 2025 lalu sebagai bagian dari debut musik no na di bawah label internasional 88rising, menampilkan keempat personelnya sedang bernyanyi dan menari di latar alam Nusantara seperti persawahan, air terjun, hingga ragam suasana pedesaan Indonesia.

Namun di awal Februari 2026, unggahan klip ini kembali ramai dibicarakan netizen antarnegara.

Penyebabnya: sekelompok netizen Korea Selatan yang dikenal sebagai “K-netz” mengejek video klip tersebut karena memilih lokasi syuting di sawah, yang menurut mereka terkesan “tidak modal” dan tidak setara dengan standar video musik artis Korea.

Baca Juga: Gentengisasi Prabowo vs Jejak Sejarah: Benarkah Program Ini Pernah Dilakukan PKI?

Ejekan “Syuting di Sawah” & Sengketa Budaya

Respons pedas netizen Korea mulai ramai setelah beberapa akun di platform X mempublikasikan komentar sarkastik mengenai video Shoot, seperti tudingan bahwa no na “syuting di sawah karena tak punya uang untuk menyewa set studio”, bahkan mengejek mereka seolah bekerja di ladang ketimbang menjadi girl band.

Komentar seperti itu tak hanya menyinggung artis, tetapi juga memicu perdebatan lebih luas soal sikap penghinaan terhadap latar budaya dan alam Asia Tenggara.

Banyak netizen di Indonesia dan negara ASEAN lain melihat hinaan tersebut sebagai sikap yang merendahkan budaya agraris dan kreatifitas seniman dari kawasan mereka.

Solidaritas Netizen Asia Tenggara

Ejekan tersebut segera mendapat respons dari netizen Indonesia dan komunitas penggemar Asia Tenggara yang tergabung dalam sebutan “SEAblings”.

Mereka ramai-ramai membela no na dan menunjukkan dukungan kepada grup itu dengan membagikan kembali video Shoot yang menampilkan kualitas musik dan suara no na.

Gerakan dukungan ini muncul sebagai reaksi atas komentar yang dianggap merendahkan Indonesia.

Di tengah perseteruan daring tersebut, netizen dari beberapa negara Asia Tenggara saling menguatkan dengan mempromosikan karya musik lokal sebagai bentuk pembelaan terhadap grup asal Indonesia.

Makna Latar Alam dalam Video Shoot

Sementara itu, pemilihan lokasi sawah dan alam Indonesia oleh no na dalam video musik Shoot bukan tanpa alasan.

Banyak yang menilai bahwa gambaran pemandangan desa dan persawahan itu adalah bentuk apresiasi budaya lokal dan upaya memperkenalkan keindahan alam Nusantara kepada penonton internasional.

Latar sawah, air terjun, dan suasana pedesaan bukan sekadar estetika visual, tetapi juga bagian dari narasi visual yang sengaja diangkat untuk menunjukkan identitas kelompok.

Bagi banyak penonton, penggambaran unsur tradisional ini justru jadi nilai unik tersendiri, bukan sesuatu yang perlu dipermalukan.

Diskusi Isu Budaya dan Standar Internasional

Perdebatan seputar video ini memicu percakapan yang lebih besar di kalangan netizen lintas negara mengenai standar visual dan estetika dalam industri musik global.

Konten yang berasal dari berbagai belahan dunia seringkali mendapat penilaian berdasarkan perspektif budaya yang berbeda.

Apa yang dianggap eksotis dan bermakna di satu budaya bisa jadi dianggap “tidak berkelas” oleh standar budaya lain.

Persoalan ini menimbulkan diskusi tentang toleransi dan penghargaan terhadap representasi budaya non-Barat.

Di satu sisi, respons negatif netizen Korea ditanggapi sebagai bukti kurangnya apresiasi terhadap keanekaragaman budaya Asia.

Di sisi lain, respons SEAblings menunjukkan kekuatan solidaritas komunitas daring dalam membela karya artis dari kawasan mereka sendiri.

Baca Juga: Karikatur Meledak di Era Digital! Dari Sekadar Coretan Jadi Cuan dan Personal Branding, Ini Rahasia Tren yang Bikin Netizen Ketagihan

Apakah Ini Cuma Trend Viral?

Fenomena ini menunjukkan bagaimana karya musik bisa dengan cepat menjadi bagian dari dinamika sosial di ruang digital.

Sebuah video klip yang dibuat untuk tujuan seni dan promosi bisa berubah menjadi panggung perdebatan budaya dan identitas.

Perseteruan antara netizen internasional ini juga menggambarkan bahwa industri musik global semakin terhubung, tetapi juga dipenuhi perbedaan perspektif yang kadang rawan menimbulkan konflik.

Bagi no na sendiri, kontroversi ini turut memposisikan mereka sebagai representasi musik Indonesia di panggung internasional—baik dari sisi apresiasi maupun tantangan yang datang dari warganet global.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sawah #netizen korea #no na #viral #video clip #dibully #netizen #shoot