RADARBONANG.ID - Nama Fajar Alamri, bocah berusia 5 tahun asal Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menjadi sorotan publik setelah tampil di Carabao International Open (CIO) 2026, turnamen biliar berskala internasional yang digelar di kawasan PIK 2, Jakarta pada 4–8 Februari 2026.
Turnamen ini diikuti oleh 341 peserta dari 31 negara, dengan batas usia peserta hingga 17 tahun.
Dengan usia yang masih sangat muda, Fajar tercatat sebagai peserta termuda dalam kompetisi tersebut — sebuah prestasi yang membuat masyarakat Indonesia dan dunia biliar internasional terkejut dan kagum.
Awal Ketertarikan pada Biliar
Ketertarikan Fajar terhadap olahraga biliar sudah terlihat sejak usia tiga tahun.
Baca Juga: Audi Hadapi Tantangan Awal, Binotto Pastikan Proyek F1 2026 Tetap Sesuai Rencana
Menurut ayahnya, Jafar Alamri, Fajar kerap memanjat meja biliar dan secara spontan mencoba membidik bola dengan stik, meskipun pada awalnya sekadar bermain.
“Awalnya saya lihat dia suka manjat-manjat meja biliar, bidik-bidik bola. Saya perhatikan bidikannya sudah lurus,” ujar Jafar kepada wartawan.
Selama ini, Fajar menjalani latihan secara intensif sekitar 5–6 bulan terakhir sebelum turnamen. Sebelumnya, sang ayah membiarkan Fajar bermain alami tanpa tekanan.
Latihan tersebut dilakukan di kampung halaman dan dibimbing langsung oleh ayahnya, yang juga memiliki pengalaman di dunia biliar.
Tampil di Level Internasional
Partisipasi Fajar di CIO 2026 bukan sekadar ikut serta melalui jalur pendaftaran umum.
Menurut laporan, pihak penyelenggara bahkan mengundang Fajar secara langsung untuk tampil di ajang bergengsi ini — sebuah tanda bahwa potensi luar biasanya sudah dikenali sejak awal.
Walaupun Fajar belum berhasil meraih juara karena format single eliminasi turnamen, ia berhasil melaju ke stage 2 atau babak utama.
Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi atlet seusianya yang sedang menjalani fase awal pengembangan bakat.
Respons dan Pujian Dunia Biliar
Penampilan Fajar di panggung internasional menarik perhatian sejumlah legenda dunia biliar.
Dua nama besar dari Filipina, Efren Reyes dan Francisco “Django” Bustamante, bahkan memberikan pujian atas kemampuan Fajar yang dinilai luar biasa untuk seorang anak balita.
Menurut mereka, Fajar memiliki potensi besar jika terus dibina dengan baik.
Komentar dari tokoh legendaris ini bukan hanya menunjukkan apresiasi terhadap kemampuan Fajar, tetapi juga mencerminkan bahwa dunia biliar internasional melihat regenerasi atlet sejak usia dini sebagai hal penting.
Mereka menilai bahwa bibit-bibit muda seperti Fajar bisa menjadi masa depan olahraga ini jika terus mendapatkan dukungan dan pembinaan yang tepat.
Dukungan Keluarga dan Pembinaan
Peran keluarga, khususnya ayah Fajar, sangat besar dalam perjalanan awal kariernya.
Jafar tidak hanya membimbing teknik bermain, tetapi juga fokus pada pembentukan mental, aspek penting bagi seorang atlet sejak dini.
Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa dukungan emosional keluarga sama pentingnya dengan keterampilan teknis dalam perkembangan bakat anak.
Ketua Pengprov POBSI Sulawesi Tengah, Andi Limbunan, juga menilai bahwa potensi Fajar perlu dibina secara profesional.
Baca Juga: Habis Pumping ASI untuk Anak, Vika Kolesnaya Tetap Hadir Dampingi Billy Syahputra di Turnamen Biliar
Ia berharap ke depan ada pelatih biliar berstandar nasional di Sulteng agar talenta muda seperti Fajar mendapatkan arahan yang benar dan konsisten.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Kisah Fajar Alamri bukan hanya soal olahraga, tetapi juga inspirasi. Ia membuktikan bahwa bakat bisa muncul sejak usia sangat muda, dan dengan dukungan yang tepat, mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil.
Meski usianya baru lima tahun, Fajar telah menunjukkan bahwa semangat juang dan keberanian untuk tampil di level internasional bisa membuka pintu kesempatan yang luar biasa — bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga generasi muda Indonesia lainnya.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah