Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ilmuwan Deteksi Gelombang Setinggi Gedung 11 Lantai di Samudra Pasifik Menggunakan Data Satelit

Muhammad Azlan Syah • Senin, 9 Februari 2026 | 15:45 WIB

Teknologi satelit ungkap gelombang laut setinggi 35 meter di Samudra Pasifik, membuka wawasan baru tentang dinamika laut ekstrem yang sulit teramati sebelumnya.
Teknologi satelit ungkap gelombang laut setinggi 35 meter di Samudra Pasifik, membuka wawasan baru tentang dinamika laut ekstrem yang sulit teramati sebelumnya.

RADARBONANG.ID – Para ilmuwan kini dapat menangkap fenomena laut yang ekstrem dan sebelumnya sulit diamati secara langsung berkat teknologi satelit canggih.

Berdasarkan data pemantauan dari satelit yang mengorbit Bumi, pada Desember 2024, telah terdeteksi gelombang laut raksasa setinggi ±35 meter di tengah Samudra Pasifik.

Posisi gelombang tersebut berada di wilayah laut yang jauh dari jalur pelayaran dan pantai, tepatnya antara Hawaii dan Kepulauan Aleutian di bagian utara Samudra Pasifik.

Baca Juga: Daftar Lengkap Cuti Bersama ASN dan Libur Nasional 2026: Panduan Lengkap Pemerintah untuk Perencanaan Kerja dan Libur ASN

Fenomena ini setara dengan ketinggian gedung bertingkat 11 jika diukur dari dasar laut hingga puncaknya.

Gelombang ekstrem ini menjadi sorotan ilmuwan karena terbentuk jauh dari pengaruh aktivitas manusia atau kejadian pengaruh landas kontinen seperti gempa bumi yang memicu tsunami.

Bagaimana Satelit Mendeteksinya?

Teknologi satelit telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Misi pengamatan laut seperti Surface Water and Ocean Topography (SWOT) dan satelit lainnya mampu mengukur permukaan laut dengan akurasi tinggi, memungkinkan ilmuwan untuk melihat variasi besar dalam gelombang yang sebelumnya hampir tidak terdeteksi oleh alat di permukaan laut.

Dengan menggunakan altimetri radar dan pencitraan multi-frekuensi, satelit dapat memetakan tinggi serta bentuk gelombang di laut lepas dan mentransmisikannya ke pusat pemrosesan data di tanah.

Kombinasi data dari berbagai satelit memungkinkan para peneliti untuk tidak hanya memantau tinggi gelombang, tetapi juga memahami proses pembentukan dan evolusi gelombang tersebut dari waktu ke waktu.

Ini memberikan informasi penting tentang dinamika laut ekstrem dan bagaimana energi badai atau angin kuat dapat terakumulasi di tengah samudra.

Apa Penyebab Gelombang Ekstrem Ini?

Gelombang laut setinggi ini bukan sekadar fenomena biasa. Para ilmuwan menjelaskan bahwa gelombang tersebut muncul sebagai hasil interaksi beberapa faktor ekstrem.

Sistem badai besar seperti Storm Eddie yang terjadi di Samudra Pasifik utara pada akhir tahun 2024 dianggap sebagai salah satu penyebab utama terbentuknya gelombang raksasa ini.

Badai kuat tersebut menghasilkan gelombang yang pada puncaknya tercatat hampir mencapai 20 meter secara rata-rata dan bahkan mencapai titik ekstrem yang jauh lebih tinggi.

Dalam pengamatan sebelumnya dengan satelit, gelombang badai besar semacam ini dapat membawa energi yang luar biasa jauh melampaui area asalnya, sehingga meskipun tidak terlihat dari pantai, gelombang tersebut mampu mencapai ketinggian besar di tengah laut.

Faktor lain seperti tekanan angin, arus laut, dan topografi dasar laut juga turut memengaruhi pembentukan gelombang besar tersebut.

Apa Signifikansi Penemuan Ini?

Penemuan gelombang setinggi ±35 meter ini memiliki implikasi penting bagi ilmu kelautan dan keselamatan pelayaran.

Meskipun gelombang sebesar ini terbentuk jauh dari pantai dan area pelayaran umum, fenomena semacam itu menunjukkan bagaimana kondisi laut dapat menjadi sangat dinamis dan tidak mudah diprediksi tanpa data pengamatan yang kuat.

Para peneliti percaya bahwa informasi semacam ini sangat penting digunakan untuk meningkatkan sistem peringatan dini bagi pelayaran serta operasi di lepas pantai, terutama mengingat intensitas badai yang diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim.

Baca Juga: BigBang Resmi Umumkan Comeback Tahun Ini untuk Rayakan 20 Tahun Debut, Berikut Detailnya

Data tersebut bisa membantu memetakan risiko laut terbuka sebelum kapal lewat, sehingga dapat meningkatkan keselamatan pelayaran di rute-rute maritim utama.

Selain itu, pemahaman yang lebih baik tentang dinamika gelombang ekstrem juga membantu ilmuwan memperbaiki model prediksi gelombang dan merancang infrastruktur pesisir yang lebih tahan terhadap kondisi laut ekstrem.

Model baru yang didukung pengamatan satelit mampu memperlihatkan pola energi gelombang secara lebih akurat, sehingga memberikan dasar ilmiah kuat terhadap tata kelola risiko di wilayah pesisir.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#gelombang raksasa 35 meter #samudra Pasifik gelombang #fenomena laut ekstrem #satelit deteksi gelombang laut #data satelit laut