Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bukan Cuma Anak Muda! Begini Cara Orang Tua Melek Fintech di Zaman Sekarang Tanpa Takut Salah Klik

Defy Maulida Puspaaji • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:30 WIB

Fintech bukan soal usia, tapi soal pemahaman. Dengan literasi yang tepat, orang tua bisa memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan mandiri.
Fintech bukan soal usia, tapi soal pemahaman. Dengan literasi yang tepat, orang tua bisa memanfaatkan teknologi keuangan secara aman dan mandiri.

RADARBONANG.ID — Dulu, urusan keuangan identik dengan buku tabungan, uang tunai, dan antre panjang di bank. Kini, hampir semua transaksi bisa diselesaikan lewat satu perangkat kecil di genggaman.

Mulai dari transfer, pembayaran tagihan, belanja, hingga investasi, semuanya tersedia dalam bentuk digital. Namun, tidak semua orang siap mengikuti perubahan ini, terutama kalangan orang tua.

Di tengah derasnya digitalisasi, fintech kerap dianggap sebagai “wilayah anak muda”. Banyak orang tua merasa teknologi keuangan itu rumit, rawan penipuan, dan penuh risiko salah klik.

Padahal, justru di usia matang, literasi fintech menjadi semakin penting—bukan hanya untuk kemudahan, tetapi juga demi keamanan finansial.

Baca Juga: Wajib Tahu! Pakar Ungkap Mengapa Menumpuk Uang di Rekening Justru Bikin Anda Miskin Pelan-Pelan

Fintech Bukan Musuh, Melainkan Alat Bantu

Fintech atau financial technology pada dasarnya diciptakan untuk menyederhanakan urusan keuangan.

Dompet digital, mobile banking, hingga sistem pembayaran QRIS dirancang agar transaksi lebih cepat, efisien, dan tercatat dengan rapi.

Bagi orang tua, manfaatnya sangat nyata. Tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, tidak harus sering ke ATM, dan pengeluaran bisa dipantau langsung lewat riwayat transaksi.

Bahkan, pembayaran kebutuhan rutin seperti listrik, air, BPJS, pajak, hingga zakat kini dapat dilakukan dari rumah tanpa harus mengantre.

Dengan kata lain, fintech justru dapat membantu orang tua menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih praktis dan aman.

Tantangan Terbesar: Rasa Takut dan Ketidakbiasaan

Hambatan utama orang tua dalam menggunakan fintech bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan rasa takut.

Takut tertipu, takut saldo hilang, hingga takut data pribadi bocor. Kekhawatiran ini wajar, mengingat maraknya kasus penipuan digital.

Namun, menjauhi fintech sepenuhnya bukan solusi. Justru, tanpa pemahaman yang cukup, risiko penipuan bisa lebih besar.

Melek fintech bukan berarti harus mahir teknologi, melainkan memahami fungsi dasar, manfaat, dan potensi risikonya.

Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat mengambil keputusan finansial secara mandiri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada orang lain.

Mulai dari Hal yang Paling Sederhana

Langkah awal agar orang tua melek fintech adalah memulai dari kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu langsung membahas investasi digital atau instrumen keuangan yang kompleks.

Cukup dengan mempelajari hal-hal dasar seperti menggunakan mobile banking untuk mengecek saldo dan melakukan transfer, memanfaatkan QRIS untuk pembayaran di toko atau pasar, serta memahami notifikasi transaksi masuk dan keluar. Dari pengalaman-pengalaman kecil ini, rasa percaya diri akan tumbuh secara bertahap.

Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesabaran dalam belajar.

Peran Keluarga Sangat Krusial

Keluarga memegang peran penting dalam proses literasi fintech bagi orang tua.

Anak dan anggota keluarga lain dapat menjadi pendamping yang membantu mengenalkan teknologi keuangan dengan bahasa sederhana, tanpa istilah teknis yang membingungkan.

Edukasi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berulang. Yang tidak kalah penting adalah penanaman kesadaran soal keamanan.

Orang tua perlu diingatkan untuk tidak pernah membagikan PIN, OTP, atau kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank atau lembaga resmi.

Fintech dan Keamanan Finansial

Ironisnya, banyak kasus penipuan digital terjadi bukan karena teknologinya, melainkan karena minimnya literasi pengguna.

Dengan pemahaman fintech yang baik, orang tua justru bisa lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang semakin canggih.

Selain itu, fintech juga dapat membantu orang tua mengelola tabungan, dana pensiun, dan dana darurat secara lebih transparan.

Semua transaksi tercatat, sehingga keuangan lebih mudah dipantau dan direncanakan.

Baca Juga: Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Pacitan, Ini Penjelasan Ilmiah agar Warga Tetap Tenang

Melek Fintech, Tetap Bijak

Melek fintech bukan berarti harus mencoba semua aplikasi keuangan yang ada. Prinsipnya sederhana: gunakan sesuai kebutuhan, pahami risikonya, dan pilih layanan yang resmi serta diawasi oleh regulator.

Di era digital, kemampuan beradaptasi menjadi kunci. Usia bukan penghalang untuk belajar.

Dengan pendekatan yang tepat, orang tua tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi lebih mandiri dan aman secara finansial.

Fintech bukan milik generasi tertentu. Ia hanyalah alat, dan siapa pun yang mau belajar berhak memanfaatkannya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tips aman fintech #keuangan digital #mobile banking aman #literasi fintech #fintech untuk orang tua