RADARBONANG.ID – Wuling Indonesia kembali menyegarkan pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar otomotif Tanah Air dengan menghadirkan model SUV terbaru bernama Wuling Eksion.
Debut kendaraan baru ini terjadi di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, menandai langkah agresif pabrikan mobil asal China ini dalam memperkuat jajaran produknya—terutama yang mengusung elektrifikasi.
Berbeda dari model SUV lain yang lebih dulu hadir, Eksion langsung menarik perhatian karena ditawarkan dalam dua opsi sistem penggerak elektrifikasi: full electric vehicle (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Artinya, Wuling menyediakan pilihan bagi konsumen yang ingin kendaraan nol emisi maupun yang tetap mengutamakan fleksibilitas bahan bakar.
SUV 7-Seater Modern yang Nyaman untuk Keluarga
Menurut Wuling Motors, Eksion merupakan SUV berkapasitas 7 tempat duduk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia yang dinamis.
Pada peluncurannya, Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors menyatakan bahwa model ini hadir “siap menemani berbagai aktivitas keluarga Indonesia”.
Desain eksteriornya sendiri dibangun dengan bahasa desain muscular flowline—menggabungkan garis bodi tegas, proporsi yang proporsional, serta estetika modern yang kini menjadi tren SUV masa kini.
Bodinya diperkirakan memiliki dimensi panjang ±4.745 mm, lebar ±1.850 mm, dan tinggi ±1.755 mm, sehingga memberikan kabin luas dan kenyamanan bagi seluruh penumpang.
Selain itu, baik versi EV maupun PHEV dilengkapi dengan panoramic roof, fitur yang semakin memperkaya pengalaman berkendara dan kenyamanan untuk keluarga.
Pilihan EV dan PHEV: Menyasar Selera Konsumen Masa Kini
Wuling Eksion bukan sekadar SUV biasa. Dengan opsi EV murni, model ini memakai sistem listrik yang diperkirakan menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas antara 60–69 kWh, serta motor listrik berdaya ±150 kW (sekitar 201 hp) dengan torsi sekitar 310 Nm.
Baterai tersebut diperkirakan memberi jangkauan berkendara antara 500–540 km per pengisian berdasarkan siklus uji standar CLTC—parameter pengetesan efisiensi yang biasa dipakai di Asia.
Sedangkan versi PHEV diprediksi menggabungkan mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik, sehingga mampu menghasilkan output tenaga gabungan yang kompetitif.
Konfigurasi ini memungkinkan kendaraan berjalan full electric dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin ikut bekerja, memberikan kombinasi efisiensi dan fleksibilitas jarak jauh.
Dalam data pendahuluan yang tersebar dari model serupa di luar negeri, varian PHEV memiliki rentang motor listrik yang dapat menempuh kisaran 60 km hingga 130 km dalam mode listrik murni sebelum mesin bensin ikut aktif.
Hal ini menunjukkan strategi penyajian dua dunia berkendara—electric only dan hybrid—dalam satu model.
Kombinasi EV dan PHEV dalam lineup satu model seperti Eksion menjadi solusi bagi konsumen Indonesia yang memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari penggunaan harian di kota hingga perjalanan jauh yang membutuhkan jangkauan lebih luas tanpa khawatir stasiun pengisian daya.
Strategi Elektrifikasi dan Tantangan Pasar
Kehadiran Wuling Eksion menunjukkan bahwa pabrikan ini semakin serius memasuki segmen elektrifikasi di Indonesia.
Langkah tersebut sejalan dengan tren global serta pergeseran preferensi konsumen Indonesia yang semakin terbuka terhadap kendaraan listrik dan hybrid.
Dukungan infrastruktur pengisian yang semakin berkembang juga berkontribusi pada peluang model seperti Eksion semakin diterima luas.
Namun demikian, hingga tulisan ini dibuat, Wuling Indonesia belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal pemesanan Eksion.
Meski demikian, kehadirannya di pameran otomotif besar memberikan sinyal kuat bahwa SUV ini akan segera memasuki fase komersialisasi pada tahun ini.
Segmen SUV elektrifikasi saat ini menjadi salah satu paling kompetitif di pasar otomotif nasional, dengan sejumlah rival yang juga menawarkan varian EV dan hybrid.
Eksion, dengan pilihan EV dan PHEV dalam satu model, diharapkan menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin transisi ke kendaraan ramah lingkungan tanpa kompromi pada kenyamanan dan fungsi.
Sebagai SUV keluarga yang menawarkan dua pilihan elektrifikasi, Wuling Eksion hadir sebagai bukti bahwa mobil listrik dan hybrid bukan lagi sekadar masa depan—melainkan bagian dari kehidupan berkendara sehari-hari di Indonesia. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah