RADARBONANG.ID — Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, menarik perhatian pelaku pasar saham Indonesia setelah mengungkapkan deretan saham yang dianggapnya memiliki potensi menjadi multibagger pada tahun 2026.
Pernyataan ini muncul di program televisi ekonomi sekaligus berbentuk video yang diunggah oleh CNBC Indonesia pada akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026, di mana Yudo membagikan pandangan dan prediksi mengenai saham-saham tertentu yang ia nilai bisa memberikan keuntungan luar biasa di pasar modal sepanjang 2026.
Istilah multibagger sendiri merujuk pada saham yang berhasil memberikan return berkali lipat dari harga awal beli.
Baca Juga: Bukan Nggak Mampu, Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Banyak Anak Muda Takut Punya Rumah
Saham jenis ini sangat diincar investor karena potensi cuan besar dalam jangka menengah hingga panjang.
Tidak jarang prediksi semacam ini membuat hangat diskusi di kalangan investor ritel dan institusi.
Saham Grup Besar Jadi Fokus
Dalam pernyataannya, Yudo menyebut beberapa saham yang menurutnya layak diperhatikan oleh investor.
Salah satu yang disorot adalah saham dari grup bisnis besar Indonesia, terutama yang terkait dengan konglomerat seperti Bakrie dan Hapsoro.
Dikutip dari cnbcindonesia.com, Menurut Yudo, saham-saham dari kedua grup ini sudah menunjukkan fundamental yang cukup menarik dan berpotensi mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026.
“Menurut gua nih saham-sahamnya Pak Bakrie atau Pak Hapsoro udah oke juga sih. Sampai kuartal II, kuartal III-2026. Cukup, itu juga apalagi dia ngejar [masuk indeks MSCI],” kata Yudo dalam podcast ekonomi yang dikutip oleh sejumlah media.
Selain itu, Yudo juga membahas saham sektor komoditas, terutama yang berkaitan dengan emas dan perak, yang ia nilai ikut berpeluang memberikan return tinggi.
Hal ini berkaitan dengan tren harga komoditas yang terus mengalami kenaikan sepanjang periode tertentu, sehingga memberikan efek positif terhadap saham-saham di sektor tersebut.
Sektor Telekomunikasi & Dinamika Pasar
Selain saham dari grup besar dan komoditas, Yudo juga menunjukkan minat pada sektor lain seperti telekomunikasi, yang menurutnya memiliki peluang menarik di tahun 2026.
Sektor ini dianggap memiliki struktur pendapatan yang stabil serta basis pelanggan yang besar, sehingga menjadi salah satu kandidat saham yang bisa menghasilkan return signifikan jika kondisi pasar mendukung.
Kecenderungan investasi seperti ini mencerminkan perubahan perilaku investor di Indonesia, di mana semakin banyak yang mengombinasikan analisis fundamental dengan tren pasar global untuk mengevaluasi potensi saham-saham unggulan.
Tanggapan Pasar dan Risiko Investasi
Meskipun prediksi semacam ini sering dinanti oleh investor, penting dicatat bahwa pasar modal selalu mengandung risiko.
Saham yang diprediksi bisa jadi multibagger tidak selalu berujung pada return tinggi, terutama bila kondisi ekonomi atau pasar mengalami tekanan.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun sering dipengaruhi oleh sentimen makro ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor global seperti suku bunga, inflasi, serta isu geopolitik.
Menurut data awal perdagangan 2026, sejumlah analis bahkan memproyeksikan IHSG bisa menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini jika fundamental ekonomi domestik dan koordinasi kebijakan berjalan baik.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang memicu optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia.
Namun, prediksi tentang saham multibagger tetap perlu dipandang dengan hati-hati.
Tidak semua saham yang menarik secara fundamental otomatis akan memberikan return besar; kinerja perusahaan, likuiditas pasar, dan kondisi ekonomi makro adalah faktor penting yang memengaruhi hasil investasi.
Investor Disarankan Tetap Bijak
Para pakar pasar modal selalu menekankan pentingnya diversifikasi portofolio, riset menyeluruh, serta pemahaman risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Walaupun prediksi dari tokoh publik seperti Yudo Sadewa menarik untuk diperhatikan, penilaian investor sebaiknya tidak semata mengikuti rekomendasi tanpa analisis sendiri.
Ahli pasar modal juga sering mengingatkan bahwa saham multibagger biasanya memerlukan waktu dan kesabaran untuk berkembang, terkadang membutuhkan beberapa kuartal hingga tahun sebelum mendaratkan keuntungan optimal.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah