Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

DFSK Siapkan Mobil Baru 2026, Debut Resmi Menunggu GIIAS

Tulus Widodo • Senin, 26 Januari 2026 | 16:38 WIB
DFSK menyiapkan model benar-benar baru untuk pasar Indonesia dan akan diperkenalkan pada 2026.
DFSK menyiapkan model benar-benar baru untuk pasar Indonesia dan akan diperkenalkan pada 2026.

RADARBONANG.ID – DFSK tidak datang dengan gebrakan instan. Pabrikan otomotif asal Tiongkok yang dirakit lokal ini memilih langkah sabar, tapi terukur.

Setelah beberapa tahun terakhir fokus memperkuat lini kendaraan niaga dan mobil listrik, DFSK memastikan akan meluncurkan model baru di Indonesia pada 2026.

Menariknya, mobil anyar tersebut tidak akan diperkenalkan di ajang IIMS yang segera digelar. DFSK memilih panggung lebih besar: GIIAS 2026.

Alasannya bukan sekadar strategi pameran, melainkan kesiapan produk. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, CingHokRifin, menegaskan bahwa proses penyesuaian masih berjalan dan tidak bisa dipercepat.

"Kalau kita kenalkan di ajang IIMS besok terlalu cepat dan tidak keburu. Karena kita sedang melakukan penyesuaian, banyak fitur-fitur dari pihak ke tiga seperti 5G dan lain-lainlah yang harus disesuaikan," ujar CingHokRifin, dikutip dari JawaPos.com.

Bukan yang Pernah Dipamerkan

Spekulasi langsung mengarah ke model-model yang sebelumnya sempat dipajang DFSK di berbagai pameran, seperti SF5 atau Seres 3. Namun DFSK buru-buru mematahkan asumsi tersebut.

Menurut CingHokRifin, mobil yang sedang disiapkan benar-benar baru, bukan daur ulang dari produk lama.

"Bukan yang kemaren yang jelas ini baru, kita sedang persiapkan, tunggu saja. Nanti kita akan pakai nama DFSK," tegasnya.

Pernyataan ini memberi sinyal kuat: DFSK tidak sekadar mengganti emblem atau menyempurnakan model lama, tetapi menyiapkan produk dengan identitas berbeda.

Sinyal Kuat ke Segmen Komersial

Jika ditarik lebih dalam, penggunaan nama DFSK—bukan Seres—menjadi petunjuk penting.

Selama ini, Seres diposisikan sebagai merek khusus mobil penumpang listrik, sementara DFSK menggarap segmen komersial.

Artinya, besar kemungkinan model baru ini bermain di pasar niaga, segmen yang masih relatif sepi untuk kendaraan listrik. Di titik inilah DFSK melihat peluang.

Pasar komersial, terutama kendaraan listrik, belum banyak pemain. DFSK membaca celah itu lebih awal.

Supercab Masih Jadi Tulang Punggung

DFSK juga punya data yang membuat mereka percaya diri. Penjualan tahun lalu menunjukkan 60 persen pasar DFSK masih disumbang Supercab, sementara sisanya datang dari Gelora E.

"Kita memberikan barang dan harga yang terbaik buat konsumen. Tahun kemaren pasar kita 60% masih supercab dan sisanya Gelora E. Artinya peluang masih terbuka luas," pungkas CingHokRifin.

Angka tersebut menegaskan satu hal: pasar kendaraan komersial masih hidup, bahkan berkembang—terutama jika ditawarkan dengan harga kompetitif.

Menunggu Kejutan 2026

DFSK memilih tidak terburu-buru. Mereka menyiapkan produk, membaca pasar, dan menunggu momen yang tepat. GIIAS 2026 disiapkan sebagai panggung utama, bukan sekadar etalase.

Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, DFSK berpotensi menghadirkan kejutan yang tidak sekadar baru, tapi juga relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#DFSK segmen niaga #DFSK GIIAS 2026 #mobil listrik komersial DFSK #DFSK mobil baru 2026 #pameran otomotif GIIAS #mobil baru DFSK indonesia