Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Jika Perkataan Dharma Pongrekun Terjadi, Ini Dia Tips Lengkap Persiapan Keluarga Hadapi Keadaan Darurat 7 Hari

Muhammad Azlan Syah • Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:15 WIB

Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun saat menyampaikan pandangannya terkait pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi keadaan darurat.
Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun saat menyampaikan pandangannya terkait pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi keadaan darurat.

RADARBONANG.ID - Pernyataan mantan perwira tinggi Polri, Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, mendadak viral karena imbauannya kepada masyarakat agar mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan keadaan darurat selama tujuh hari yang bisa datang tanpa peringatan.

Kalimat itu ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi soal kesiapsiagaan individu dan keluarga dalam menghadapi potensi krisis.

Dharma menyarankan masyarakat tidak menunggu situasi menjadi darurat untuk mulai bersiap, terutama dengan menyiapkan panic kit atau perlengkapan yang dapat menopang kebutuhan dasar selama tujuh hari penuh.

Baca Juga: Bukan Cuma Air Mineral, Ini Riders Artis Indonesia yang Tak Terduga

Dalam video yang beredar, ia menyinggung skenario seperti pemadaman listrik total yang bisa berdampak luas pada kehidupan sehari-hari.

Pakar kesiapsiagaan bencana dan sejumlah sumber edukatif menjelaskan bahwa memiliki persiapan dasar tidak hanya relevan jika terjadi pemadaman listrik, tetapi juga gangguan lain seperti bencana alam, krisis infrastruktur, atau gangguan layanan publik yang bisa memengaruhi akses air bersih, pangan, dan komunikasi.

Mengapa Harus Siap Selama 7 Hari?

Dalam berbagai skenario krisis—mulai dari bencana alam hingga masalah sistem energi—tujuh hari pertama sering kali menjadi fase paling krusial sebelum bantuan dari luar mampu menjangkau semua wilayah terdampak secara efektif.

Pada periode ini, kebutuhan dasar seperti air, makanan, keamanan, dan informasi harus dipenuhi sendiri.

Persiapan yang matang dapat membantu keluarga tetap tenang, membuat keputusan yang lebih baik, serta mengurangi risiko kepanikan yang justru dapat memperburuk situasi.

Menurut sejumlah ahli, memiliki rencana kesiapsiagaan dan perlengkapan dasar adalah bagian esensial dari ketahanan keluarga saat menghadapi ketidakpastian.

Panic Kit: Apa yang Harus Disiapkan?

Panic kit atau tas darurat berisi kebutuhan penting yang bisa membantu keluarga bertahan dalam kondisi darurat. Berikut daftar inti yang sebaiknya dipersiapkan:

1. Air Bersih dan Cairan Hidup

Air minum merupakan kebutuhan paling dasar. Setiap anggota keluarga sebaiknya memiliki stok air bersih minimal 2–3 liter per hari selama tujuh hari.

Selain itu, siapkan wadah penyimpanan seperti jerigen food-grade yang bersih.

2. Pangan Tahan Lama

Karena listrik mungkin padam dan kulkas tidak berfungsi, pilih bahan pangan tahan lama seperti beras, kacang-kacangan, abon, ikan asin, makanan kaleng, dan buah kering. Hindari yang cepat rusak.

3. Obat-Obatan dan Peralatan Medis

Siapkan obat pribadi, P3K atau peralatan pertolongan pertama, obat anti diare, serta suplemen vitamin. Pastikan juga membawa salinan resep jika diperlukan.

4. Sumber Cahaya dan Energi Alternatif

Lampu senter, baterai cadangan, dan power bank sangat penting bila listrik padam. Panel surya kecil atau solar charger juga dapat membantu mempertahankan komunikasi.

5. Sanitasi dan Kebersihan

Sabun, antiseptik, tisu basah, serta kantong sampah penting untuk menjaga kebersihan keluarga selama masa darurat. Sanitasi yang baik membantu cegah penyakit.

Rencana Keluarga dan Komunikasi

Selain perlengkapan, keluarga perlu membuat rencana darurat termasuk jalur evakuasi, titik temu jika terpisah, serta daftar kontak penting seperti tetangga, petugas kesehatan, dan layanan darurat. Pastikan semua anggota keluarga tahu rencana ini dan tahu di mana panic kit disimpan.

Baca Juga: Kuasa Hukum Pelapor Ungkap Ancaman Pasal Lebih Berat untuk Suami Boiyen

Tanggap Darurat Tanpa Panik

Pakar selalu menekankan bahwa persiapan bukan berarti mengantisipasi krisis besar secara pesimistis, tetapi membangun ketangguhan mental dan fisik keluarga.

Sikap tenang, saling mendukung, serta komunikasi yang baik dapat membuat perbedaan besar dalam menghadapi situasi genting.

Pesan utama dari imbauan Dharma Pongrekun adalah kesiapsiagaan, bukan kepanikan.

Masyarakat diharapkan menyiapkan kebutuhan dasar serta rencana keluarga sehingga bila krisis terjadi, mereka mampu bertahan dalam jangka waktu awal sebelum bantuan eksternal tiba.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Panic kit 7 hari #persediaan air dan pangan #Tips persiapan darurat #krisis listrik #keadaan darurat rumah tangga