RADARBONANG.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghebohkan publik internasional setelah mengunggah klaim di media sosial yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela.
Unggahan tersebut muncul di tengah kekacauan politik yang melanda negara Amerika Selatan itu setelah serangkaian tindakan militer AS yang menyebabkan pemimpin Venezuela ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat.
Klaim Viral di Media Sosial
Klaim Trump itu muncul dalam bentuk tangkapan layar yang menyerupai halaman biografi di Wikipedia, menunjukkan Trump dengan gelar “Acting President of Venezuela” sejak Januari 2026, selain tetap menjabat sebagai Presiden AS.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Generasi: Rhoma Irama Duet Bareng JKT48 di Malam Puncak HUT Indosiar
Penampilan gambar tersebut memicu gelombang respons dari berbagai penjuru dunia, karena implikasinya menyentuh soal kedaulatan sebuah negara berdaulat.
Unggahan itu mendapat perhatian luas karena jelas tidak didukung oleh fakta pemerintahan resmi di Venezuela.
Dalam struktur politik Venezuela saat ini, jabatan presiden sementara dipegang oleh Delcy Rodríguez, yang telah dilantik secara konstitusional setelah kekosongan kekuasaan.
Sementara itu, Trump mempertahankan posisinya sebagai Presiden AS dan menampilkan dirinya seolah mengemban dua jabatan sekaligus.
Latar Belakang Kejadian di Venezuela
Klaim Trump terjadi di tengah gejolak besar di Venezuela setelah pasukan militer Amerika Serikat melakukan operasi yang menyebabkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Mereka kemudian dibawa ke New York di mana mereka menghadapi tuduhan hukum serius.
Tindakan militer AS ini tidak hanya mengejutkan regional, tetapi memicu kritik dari berbagai negara yang melihatnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Setelah penangkapan Maduro, posisi kekuasaan di Caracas segera digantikan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez yang dilantik sebagai presiden sementara oleh lembaga peradilan tertinggi Venezuela.
Rodríguez kemudian menegaskan bahwa tidak ada kekosongan pemerintahan yang sesungguhnya di negaranya, sekaligus menolak klaim Trump.
Respons dari Pemerintah Venezuela
Pemerintah Venezuela menanggapi unggahan Trump dengan menolak tegas klaim itu.
Delcy Rodríguez dan pejabat pemerintahan lainnya menyatakan bahwa klaim Trump tidak berdasar secara hukum maupun konstitusi.
Mereka menegaskan bahwa kepemimpinan Venezuela tetap berada dalam kerangka pemerintahan yang sah di Caracas, bukan klaim sepihak dari pemimpin luar negeri.
Tentu saja, ini memunculkan ketegangan yang semakin tajam antara AS dan Venezuela, yang sudah berada dalam fase konfrontasi sejak operasi militer dan penangkapan yang menimpa Maduro.
Upaya Trump untuk memposisikan dirinya sebagai pemimpin sementara menambah bab baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Reaksi Internasional dan Hukum
Klaim Presiden AS itu tidak hanya mengundang kritik dari Caracas, tetapi juga memicu respons dari komunitas internasional.
Sejumlah pengamat hukum internasional menilai tindakan Trump problematik karena terkait langsung dengan prinsip kedaulatan negara serta larangan pencampur tangan dalam urusan internal suatu negara.
Tidak ada badan internasional manapun yang kemudian mengakui Trump sebagai pemimpin Venezuela.
Sementara itu, penunjukan Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara sendiri pun menghadapi kritikan tersendiri terutama dari blok negara-negara Barat, yang menilai proses transisi kekuasaan di Venezuela tidak sepenuhnya mencerminkan aspirasi rakyat.
Namun, klaim Trump telah memperumit peta politik Venezuela, menciptakan dua narasi yang saling bertentangan mengenai siapa yang memimpin negara tersebut.
Dampak Geopolitik yang Lebih Luas
Isu ini tak hanya berdampak pada hubungan AS–Venezuela, tetapi memengaruhi dinamika geopolitik di kawasan Amerika Latin.
Sejumlah negara tetangga dan kekuatan global tengah memantau perkembangan yang bisa berimbas pada stabilitas regional, hubungan perdagangan minyak, serta ketahanan politik di negara-negara lain di kawasan itu.
Baca Juga: OPPO R15 Resmi Gunakan Layar Berponi Ikuti Tren Global
Unggahan Trump di Truth Social yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela tetap menjadi topik perdebatan sengit di media sosial maupun forum internasional.
Banyak yang mencemooh klaim tersebut sebagai strategi politis yang memicu kontroversi, sementara pihak lain melihatnya sebagai bagian dari manuver geopolitik yang lebih luas di tengah konflik dan perubahan rezim di Venezuela.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah