Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Internet Iran Lumpuh, Jutaan Warga Terputus dari Dunia Luar Saat Krisis Ekonomi Memanas

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:40 WIB

Internet Iran dilaporkan nyaris offline. Jutaan warga terputus dari dunia luar di tengah krisis ekonomi dan gelombang protes.
Internet Iran dilaporkan nyaris offline. Jutaan warga terputus dari dunia luar di tengah krisis ekonomi dan gelombang protes.

RADARBONANG.ID – Iran dilaporkan mengalami pemadaman internet berskala besar pada Kamis malam waktu setempat.

Gangguan ini menyebabkan jutaan warga terputus hampir sepenuhnya dari akses informasi global dan komunikasi digital.

Pemadaman tersebut terjadi di tengah situasi ekonomi yang memburuk dan gelombang protes masyarakat yang semakin meluas.

Sejumlah lembaga pemantau lalu lintas internet internasional mencatat penurunan konektivitas yang sangat drastis mulai sekitar pukul 20.00 waktu Teheran.

Baca Juga: Yapping: Ramai di Mulut, Sunyi di Kepala — Kenapa Banyak Orang Terlihat Cerewet tapi Merasa Kosong?

Data dari berbagai layanan pemantau menunjukkan jaringan internet Iran nyaris lumpuh secara bersamaan. Aktivitas digital turun tajam, baik untuk layanan domestik maupun koneksi ke luar negeri.

Cloudflare dan NetBlocks, dua lembaga yang kerap memantau stabilitas internet global, turut melaporkan kondisi serupa.

Grafik konektivitas menunjukkan anjloknya lalu lintas data dalam waktu singkat, mengindikasikan pemadaman yang bersifat luas dan terkoordinasi.

Terputus Total dari Dunia Luar

Peneliti keamanan siber dari Miaan Group, Amir Rashidi, menggambarkan situasi ini sebagai pemutusan hampir total Iran dari dunia luar.

Menurutnya, pemadaman tidak hanya berdampak pada media sosial dan layanan pesan instan, tetapi juga akses ke situs internasional, layanan cloud, dan komunikasi lintas negara.

Pendapat tersebut diperkuat oleh analis internet dari Kentik, Doug Madory. Ia mengungkapkan bahwa gangguan mulai terdeteksi sejak sore hari waktu Amerika Serikat, yang berarti berlangsung selama beberapa jam sebelum benar-benar mencapai titik terendah konektivitas.

Pemadaman ini membuat warga Iran kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di luar negeri, mengakses berita internasional, hingga menjalankan aktivitas ekonomi digital.

Bagi pelaku usaha kecil dan pekerja lepas yang bergantung pada internet, kondisi ini menjadi pukulan tambahan di tengah tekanan ekonomi.

Krisis Ekonomi Jadi Latar Belakang

Pemadaman internet ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang semakin parah di Iran. Nilai mata uang nasional terus melemah, memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Inflasi tinggi dan kelangkaan barang membuat beban hidup masyarakat meningkat tajam.

Dalam beberapa hari terakhir, gelombang demonstrasi besar dilaporkan terjadi di sejumlah kota, termasuk Teheran.

Aksi protes ini dipicu oleh kenaikan harga, sulitnya lapangan pekerjaan, serta menurunnya daya beli masyarakat.

Sebagai bentuk solidaritas, sejumlah pasar tradisional dilaporkan tutup, menandakan meluasnya ketidakpuasan publik.

Situasi ini memperkuat dugaan bahwa pemadaman internet bukan semata gangguan teknis, melainkan langkah strategis untuk meredam arus informasi dan membatasi koordinasi massa.

Dugaan Pembatasan Informasi

Sejumlah pengamat dan aktivis menduga pemutusan internet dilakukan secara sengaja oleh otoritas Iran.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menghambat penyebaran informasi terkait aksi unjuk rasa, sekaligus membatasi komunikasi antarwarga yang dapat memicu mobilisasi lebih luas.

Pemadaman internet di tengah gejolak sosial bukan hal baru di Iran. Dalam beberapa peristiwa sebelumnya, pembatasan akses digital kerap dilakukan saat terjadi demonstrasi besar.

Internet dianggap sebagai sarana utama bagi masyarakat untuk berbagi informasi, mengorganisir aksi, dan menarik perhatian dunia internasional.

Namun hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait pemadaman tersebut.

Tidak hanya itu, situs resmi Kementerian Luar Negeri Iran juga dilaporkan tidak dapat diakses selama gangguan berlangsung, menambah spekulasi mengenai skala dan tujuan pemutusan jaringan.

Ketidakpastian Pemulihan

Hingga laporan ini disusun, belum ada kepastian kapan layanan internet di Iran akan pulih sepenuhnya.

Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Era Jokowi

Warga masih menghadapi keterbatasan akses, sementara informasi resmi dari pemerintah belum tersedia.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru, terutama terkait kebebasan informasi dan dampak ekonomi lanjutan.

Di era digital, pemadaman internet tidak hanya memutus komunikasi, tetapi juga melumpuhkan aktivitas bisnis, pendidikan, dan layanan publik.

Di tengah krisis ekonomi yang memanas, pemutusan internet berisiko memperdalam ketegangan antara pemerintah dan masyarakat.

Dunia internasional pun menyoroti situasi ini sebagai indikator serius memburuknya kondisi sosial dan ekonomi di Iran.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#protes Iran #internet Iran lumpuh #Iran offline #pemadaman internet Iran #Krisis ekonomi Iran