RADARBONANG.ID — Tepuk tangan itu meledak bahkan sebelum acara berjalan rapi. Di Istana Negara, Kamis (8/1), Presiden Prabowo Subianto memilih berhenti sejenak dari teks acara.
Orang nomor satu di Indonesia itu menghitung langsung medali yang menggantung di leher Martina Ayu Pratiwi.
Satu.. Dua.. Tiga.. Hingga lengkap. Momen singkat, tapi menggema. Ruangan bergemuruh. Negara hadir, tanpa jarak.
Martina Ayu, atlet triathlon Indonesia, menjadi penerima bonus pertama dalam seremoni apresiasi atlet peraih medali SEA Games ke-33.
Lima medali emas dan dua perak dikalungkan sekaligus—hasil dari triathlon, duathlon, dan aquathlon.
Jumlah itu tak sekadar angka. Itu adalah akumulasi disiplin, latihan sunyi, dan pengorbanan panjang yang akhirnya terlihat jelas di depan mata kepala negara.
Gestur Presiden, Pesan Negara
Didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Presiden Prabowo tampak terkesan. Prabowo tak berpidato panjang.
Mantan Danjen Kopassus itu memilih menghitung. Gestur sederhana yang justru terasa paling jujur.
Tepuk tangan hadirin menyusul spontan, seolah menegaskan: kerja keras atlet tak lagi berdiri sendiri—ia diakui, dicatat, dan dihargai.
Deg-degan di Depan Kepala Negara
“Tadi sempat deg-degan di depan, deg-degan bisa bertemu langsung Presiden Pak Prabowo dan sangat dekat tadi di depan,” ucap Martina Ayu usai menerima bonus di Istana Negara, Kamis (8/1).
Kalimat itu keluar polos. Tanpa dramatisasi. Justru di sanalah emosinya terasa: atlet yang terbiasa bertarung dengan waktu, jarak, dan napas, kini berhadapan langsung dengan simbol negara.
Prestasi Individu, Cermin Prestasi Bangsa
Martina Ayu menjadi potret kecil dari capaian besar Indonesia di SEA Games ke-33 Thailand. Kontingen Merah Putih finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Catatan ini istimewa: untuk pertama kalinya sejak 1995, Indonesia menempati posisi dua besar tanpa status tuan rumah. Target Kemenpora—80 emas dan tiga besar—terlampaui.
Olahraga sebagai Simbol Kekuatan
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan makna lebih dalam dari prestasi olahraga.
“Para olahragawan yang dipilih untuk mewakili bangsanya memberi suatu simbol bahwa bangsa itu bangsa yang kuat. Karena itu, saya sangat terima kasih kepada saudara-saudara dan saya sangat bangga dengan saudara-saudara,” ujar Prabowo.
Di Istana Negara hari itu, medali tidak sekadar berkilau. Ia berbunyi.
Lewat hitungan tangan Presiden, lewat tepuk tangan yang tak diskenariokan, dan lewat pesan tegas bahwa prestasi atlet adalah urusan martabat bangsa. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah