RADARBONANG.ID - Legenda sepak bola asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic, sekali lagi menarik perhatian publik setelah membuka isi hatinya mengenai hubungan dengan dunia sepak bola usai pensiun.
Menurut wawancara terbaru yang ia berikan kepada media internasional, Ibrahimovic mengakui bahwa meskipun ia kadang merindukan adrenaline dan suasana sepak bola, ia sama sekali tidak berniat untuk melanjutkan karier di dunia kepelatihan.
Ibrahimovic, yang resmi gantung sepatu di pertengahan 2023 pada usia 41 tahun setelah karier profesional yang luar biasa sepanjang 24 tahun, kini telah memasuki babak baru dalam hidupnya.
Sepanjang kariernya, ia pernah menjadi ikon di klub-klub besar Eropa seperti Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, Paris Saint-Germain, Manchester United, dan tentu saja AC Milan.
Baca Juga: Dari Sparta hingga Romawi, Ini Film Perang Kerajaan yang Wajib Ditonton
Ia dikenal sebagai salah satu striker paling brilian di generasinya, dengan kemampuan teknis, kekuatan fisik, serta kepribadian kuat yang begitu melekat pada dirinya.
Kini berusia awal 40-an, Ibrahimovic berperan sebagai penasihat senior di AC Milan di bawah kepengurusan RedBird Capital Partners, pemilik baru klub itu.
Dalam peran ini, ia terlibat dalam pengambilan keputusan strategis tanpa harus berada di pinggir lapangan sebagai pelatih. Perannya lebih menekankan pada pengawasan struktur dan organisasi klub secara umum.
Dikutip dari ligaolahraga.com, dalam sebuah wawancara dengan The Athletic,Meski begitu, ia menegaskan bahwa menjadi pelatih bukanlah sesuatu yang ingin ia lakukan.
Zlatan menjelaskan bahwa tuntutan karier kepelatihan sangat berat dan membuatnya tidak tertarik.
“Menjadi pelatih terlalu banyak pekerjaan untuk saya. Anda harus mencakup banyak area, mencari ide dan solusi, menyiapkan dan mengikuti pertandingan, hingga membimbing tim—itu adalah pekerjaan yang memakan waktu, di mana satu tahun sebagai pelatih bisa terasa seperti sepuluh tahun,” katanya dengan nada serius namun blak-blakan.
Menurut Zlatan, aspek taktis, persiapan harian, serta tekanan besar yang harus ditanggung oleh seorang pelatih bukan hal yang cocok dengannya.
Ia juga menyoroti bahwa identitas seorang pemain dan kreativitas personal sangat penting dalam sepak bola.
“Banyak pelatih punya filosofi dan gaya bermain, tetapi itu sering membuat pemain harus mengikuti sistem tertentu. Saya melihat pemain individu sebagai bagian paling penting di tim karena dialah yang bermain di lapangan dan membuat perbedaan,” jelasnya.
Di luar itu, Zlatan juga dikenal gemar memberikan komentar filosofis dan kadang jenaka tentang sepak bola dan kehidupan.
Bahkan pernah dikutip bahwa jika ia menjadi pelatih, ia akan “menggampar pemain beberapa kali tiap pertandingan”—ungkapannya yang menjadi viral di media sosial.
Pernyataan ini menunjukkan karakter khas Ibrahimovic, penuh percaya diri dan tak takut mengungkapkan pendapat secara blak-blakan.
Namun demikian, Zlatan tak sepenuhnya menutup pintu dunia sepak bola. Ia masih kerap menghadiri sesi latihan tim utama Milan, menonton latihan, serta berbagi pandangannya dengan staf dan pemain.
Ia juga pernah mengungkapkan bahwa sesekali ia merindukan sensasi berada di lapangan — bukan sekadar bermain, tetapi merasakan hidup.
Baca Juga: Kalau Tahun Ini Terasa Berat, Bisa Jadi Kamu Sudah Hebat Bertahan Sampai Hari Ini
Rasa rindu itu dirasakan bukan karena ia ingin kembali berkompetisi, tetapi karena intensitas dan semangat yang hanya bisa dirasakan di dunia sepak bola.
Pasca pensiun, selain fokus pada tugas barunya di AC Milan, Ibrahimovic juga membuka peluang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan lain, termasuk peran di industri hiburan dan dunia bisnis.
Ia menunjukkan bahwa hidup setelah sepak bola tetap bisa dinikmati penuh dengan aktivitas yang memuaskan tanpa mengorbankan kebebasan pribadi.
Dengan karier yang telah ditutup secara definitif di lapangan tetapi tetap hidup dalam sepak bola melalui peran barunya, Zlatan Ibrahimovic tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang, baik sebagai legenda sepak bola maupun figur publik yang unik dan tak tergantikan.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah