RADARBONANG.ID - Seorang pekerja migran asal Indonesia, Sugianto, menjadi sorotan internasional setelah melakukan aksi heroik menyelamatkan puluhan warga lanjut usia dari ancaman kebakaran hutan di Korea Selatan.
Aksi tersebut tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.
Berkat keberanian dan kepeduliannya, Sugianto telah menerima penghargaan istimewa dari pemerintah Korea Selatan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.
Insiden itu terjadi pada akhir Maret 2025 ketika kebakaran hutan hebat melanda beberapa wilayah di Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan.
Api yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang cepat menyebar hingga mencapai pemukiman penduduk di desa pesisir Yeongdeok, tempat sebagian besar warganya adalah lansia yang memiliki mobilitas terbatas.
Baca Juga: BTS, EXO, dan Wanna One Dikabarkan Comeback 2026, Era Keemasan K-Pop Siap Terulang
Ketika kebakaran semakin mendekat, Sugianto yang bekerja sebagai nelayan di wilayah itu tidak ragu mengambil inisiatif untuk membantu menyelamatkan warga setempat.
Malam itu, dengan hanya bermodalkan keberanian dan rasa kemanusiaan, Sugianto bersama dengan kepala desa setempat mulai mengelilingi rumah-rumah warga.
Mereka mengetuk pintu demi pintu untuk membangunkan para lanjut usia yang masih belum mengetahui kondisi genting yang mengancam. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Sugianto terlihat tak kenal lelah.
Ia berulang kali mengevakuasi warga dengan menggendong mereka, termasuk lansia yang tidak mampu berjalan cepat, sejauh ratusan meter menuju tempat aman di dekat tanggul laut.
Menurut sejumlah saksi mata dan laporan media setempat, tanpa tindakan cepat dan penuh risiko tersebut, banyak nyawa warga mungkin tidak terselamatkan.
Seorang perempuan lanjut usia yang berhasil dievakuasi mengungkapkan bahwa jika bukan karena Sugianto, ia dan tetangganya tidak akan sempat keluar dari rumah dan lari dari kobaran api yang mengamuk saat itu.
Ketika warga lainnya masih kebingungan dan cemas, Sugianto telah mengambil alih situasi dan berjuang demi keselamatan mereka.
Perempuan itu bahkan merasakan sendiri betapa Sugianto dengan sigap menggendongnya keluar dari api yang mulai mendekat.
Berdasarkan laporan dari berbagai media dan pernyataan resmi, tindakan heroik tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat Korea Selatan dan otoritas setempat.
Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kehakiman kemudian memutuskan untuk memberikan penghargaan dan status izin tinggal jangka panjang berupa visa F-2 kepada Sugianto dan dua rekan WNI lainnya yang turut membantu evakuasi korban kebakaran.
Visa ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan atas kontribusi luar biasa mereka terhadap keselamatan publik.
Dengan status visa F-2, pemegangnya tidak hanya dapat tinggal lebih lama di Korea, tetapi juga lebih bebas dalam bekerja dan mengundang keluarga ke negara tersebut.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara resmi oleh pemerintah Korea Selatan yang turut dihadiri perwakilan dari KBRI Seoul.
Dalam sambutannya, pihak kedutaan menekankan bahwa keberanian dan solidaritas ketiga WNI tersebut mencerminkan nilai kemanusiaan yang universal serta mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Mereka juga berharap bahwa tindakan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat kedua negara dalam semangat saling membantu di masa mendatang.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) juga memberikan apresiasi tinggi kepada Sugianto.
Baca Juga: Aktris Hollywood Angelina Jolie Kunjungi Perbatasan Rafah Dalam Misi Kemanusiaan untuk Gaza
Menurut Menteri P2MI, tindakan Sugianto merupakan contoh nyata betapa pekerja migran Indonesia menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa memandang batas negara.
Kementerian berencana juga untuk memberikan penghargaan nasional dan menjadikannya sebagai Duta PMI, sebagai simbol kebanggaan dan inspirasi bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Kisah kepahlawanan Sugianto tidak hanya berbicara tentang keberanian, tetapi juga tentang solidaritas antar sesama manusia yang mampu melampaui batas geografis dan budaya.
Di tengah situasi krisis, tindakan cepat dan penuh empatinya telah menyelamatkan banyak nyawa, menjadikannya panutan di komunitas internasional dan bukti nyata bahwa kemanusiaan adalah nilai universal yang harus terus dijaga.
Editor : Muhammad Azlan Syah