Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Suporter DR Kongo Jadi ‘Patung Hidup’ Sepanjang Laga Piala Afrika 2025, Simbol Nasionalisme

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 2 Januari 2026 | 15:08 WIB

Seorang suporter DR Kongo melakukan aksi “mematung” menyerupai Patrice Lumumba di tribun Piala Afrika 2025, sebagai simbol nasionalisme dan penghormatan terhadap pahlawan bangsa.
Seorang suporter DR Kongo melakukan aksi “mematung” menyerupai Patrice Lumumba di tribun Piala Afrika 2025, sebagai simbol nasionalisme dan penghormatan terhadap pahlawan bangsa.

RADARBONAG.ID - Di tengah riuh sorak penonton Piala Afrika 2025 di Maroko, pemandangan tak biasa terjadi saat seorang suporter Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) menarik perhatian publik dengan aksi berdiri tanpa bergerak sepanjang pertandingan.

Aksi tersebut tidak hanya menjadi momen unik di tribun penonton, tetapi juga berubah menjadi simbol nasionalisme dan penghormatan yang dalam terhadap salah satu pahlawan nasional Kongo. 

Suporter bernama Michel Kuka Mboladinga, yang akrab disebut “Lumumba” oleh rekan-rekannya, tampil bak ‘patung hidup’ di tribun selama pertandingan DR Kongo.

Baca Juga: Gaji Pas-pasan tapi Bisa Nabung dan Investasi? Ini Strategi Finansial Anak 20-an yang Bikin Banyak Orang Kaget

Ia mengenakan pakaian rapi lengkap dengan jas dan dasi, menyerupai sosok Patrice Lumumba, perdana menteri pertama DR Kongo setelah kemerdekaan yang menjadi simbol perjuangan bangsa tersebut.

Aksi ini dilakukannya sepanjang 90 menit pertandingan tanpa bergerak, meskipun kerumunan di sekelilingnya penuh warna, nyanyian, dan sorak-sorai. 

Keberadaan Lumumba di tribun menjadi sorotan karena ia menjalankan ritual ini di setiap pertandingan grup DR Kongo di ajang Piala Afrika 2025.

Ia memulai aksinya dengan menaiki podium kecil di tribun dan kemudian mempertahankan pose tersebut sampai peluit panjang dibunyikan.

Aksi ini pertama kali terlihat saat laga menghadapi Botswana, yang dimenangkan timnya 3–0, dan kemudian menjadi perhatian sejak pertandingan sebelumnya saat DR Kongo melawan Senegal.

Perilaku Lumumba bukan hanya sekadar gerakan unik atau aksi pertunjukan semata.

Ia bermaksud meniru pose patung Patrice Lumumba yang berdiri dengan satu tangan terangkat, sebuah citra yang sudah menjadi simbol nasional bangga di ibu kota Kinshasa.

Patrice Lumumba dianggap sebagai pahlawan yang gigih memperjuangkan kemerdekaan negaranya dari kolonialisme, meskipun kemudian ia dibunuh secara politik pada 1961.

Dengan demikian, tindakan Mboladinga dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta warisan nasional yang masih relevan hingga sekarang. 

Menurut pengamat sepak bola dan budaya, aksi suporter ini memperlihatkan bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, tidak hanya tentang pertandingan di lapangan.

Bagi banyak orang Afrika, stadion dan kompetisi sepak bola merupakan ruang ekspresi identitas kolektif dan kebanggaan nasional.

Sikap hening dan patung hidup Lumumba menjadi pengingat bahwa dalam kegembiraan kompetisi, terdapat cerita sejarah yang membentuk rasa cinta tanah air yang kuat. 

Dukungan terhadap tim nasional DR Kongo di Piala Afrika 2025 memang luar biasa.

Selain tekanan penuh semangat dari pendukung yang umumnya bernyanyi dan bergoyang sepanjang pertandingan, tindakan Lumumba memperkaya narasi visual turnamen.

Banyak penonton lain ikut mengambil foto dan video, sementara aksi tersebut menyebar cepat di media sosial di seluruh dunia, membuat banyak netizen kagum akan dedikasi yang penuh makna tersebut. 

Piala Afrika 2025 sendiri merupakan ajang kompetisi yang sarat dengan drama, kegembiraan, dan momentum budaya yang kuat.

DR Kongo berhasil tampil impresif di fase grup, memastikan diri lolos ke babak 16 besar dengan posisi runner-up setelah kemenangan atas Botswana.

Langkah itu semakin mempertegas semangat sepak bola Afrika yang khas dan penuh gairah di setiap pertandingan. 

Baca Juga: Sering Lelah dan Berat Badan Naik Tanpa Sebab? Waspadai Tanda Hypothyroid yang Diam-Diam Mengintai

Meski tampil tanpa kata, aksi Lumumba berkomunikasi lebih kuat dari teriakan apapun.

Ia menunjukkan bahwa dedikasi terhadap tim nasional sekaligus penghormatan kepada pahlawan sejarah bisa diwujudkan lewat cara yang sederhana namun sarat simbolisme.

Bagi banyak penonton dan pecinta sepak bola, suporter DR Kongo ini kini menjadi salah satu wajah tak terlupakan dari Piala Afrika 2025 — bukan hanya karena keberhasilannya mendukung tim di stadion, tetapi juga karena mengangkat nilai patriotisme yang dalam di panggung olahraga terbesar benua tersebut. 

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Piala Afrika 2025 #Patrice Lumumba #sepak bola afrika #nasionalisme suporter #suporter DR Kongo #aksi patung hidup