Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Benarkah Penduduk Jakarta Lebih Banyak dari Setengah Populasi Dunia? Ini Fakta di Baliknya

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 1 Januari 2026 | 10:35 WIB

Populasi Jakarta disebut mencapai 42 juta jiwa versi PBB. Angka ini ternyata merujuk kawasan Jabodetabek, bukan hanya DKI Jakarta.
Populasi Jakarta disebut mencapai 42 juta jiwa versi PBB. Angka ini ternyata merujuk kawasan Jabodetabek, bukan hanya DKI Jakarta.

RADARIBONANG.ID – Sebuah klaim mengejutkan soal jumlah penduduk Jakarta belakangan ramai diperbincangkan.

Ibu kota Indonesia disebut-sebut memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, bahkan diklaim lebih banyak dibandingkan populasi sebagian besar negara di dunia.

Pernyataan ini tentu memicu rasa penasaran: benarkah Jakarta sedemikian padat hingga melampaui setengah populasi dunia?

Untuk menjawabnya, perlu melihat data dan konteks secara utuh.

Berdasarkan laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta kini menempati posisi teratas sebagai kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.

Angka yang disebutkan mencapai hampir 42 juta jiwa, sebuah jumlah yang terdengar fantastis untuk satu kota.

Baca Juga: Tak Kehilangan Taring, Slank Rayakan Usia 42 dengan Lagu Kritis “Republik Fufufafa”

Data tersebut tercantum dalam laporan bertajuk World Urbanization Prospects 2025. Dalam publikasi itu, PBB mencatat adanya lonjakan populasi signifikan di kawasan Jakarta, sehingga posisinya naik satu peringkat dari sebelumnya.

Jakarta pun berhasil menggeser Tokyo, yang selama lebih dari dua dekade bertahan sebagai kota terpadat sejak tahun 2000.

Saat ini, populasi Tokyo relatif stabil di kisaran 33,4 juta jiwa dan turun ke peringkat ketiga, sementara Dhaka berada di posisi kedua.

Namun, angka 42 juta jiwa ini sering kali menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Pasalnya, jika merujuk pada data resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk yang tercatat secara administratif hanya sekitar 11,01 juta jiwa.

Selisih yang sangat besar ini memunculkan pertanyaan tentang keakuratan data dan definisi “penduduk Jakarta” itu sendiri.

Perbedaan tersebut sebenarnya terletak pada cakupan wilayah yang digunakan. PBB tidak hanya menghitung penduduk yang tinggal secara administratif di wilayah DKI Jakarta, melainkan menggunakan konsep kawasan metropolitan atau aglomerasi perkotaan.

Dalam konteks ini, Jakarta dihitung bersama wilayah penyangga yang dikenal sebagai Jabodetabek, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kawasan Jabodetabek mencakup jutaan orang yang setiap hari beraktivitas di Jakarta, baik untuk bekerja, sekolah, maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Banyak dari mereka secara administratif tercatat sebagai penduduk daerah penyangga, tetapi secara fungsional sangat bergantung pada Jakarta. Inilah yang membuat angka populasi versi PBB melonjak hingga puluhan juta jiwa.

Dengan jumlah sekitar 42 juta penduduk di kawasan metropolitan, Jakarta pun menarik untuk dibandingkan dengan data kependudukan global.

Angka tersebut ternyata lebih besar dibandingkan total populasi banyak negara berdaulat. Data PBB menunjukkan bahwa ada sekitar 185 negara di dunia yang jumlah penduduknya tidak menyamai populasi kawasan Jakarta Raya.

Sebagai ilustrasi, Kanada—negara dengan luas wilayah terbesar kedua di dunia—memiliki jumlah penduduk sekitar 41,3 juta jiwa.

Artinya, secara kuantitas, populasi kawasan metropolitan Jakarta bahkan melampaui seluruh penduduk Kanada.

Hal serupa juga terjadi pada negara-negara seperti Yaman, Maroko, Angola, hingga Ukraina, yang masing-masing memiliki populasi di kisaran 37 hingga 40 juta jiwa.

Bahkan jika hanya menggunakan angka penduduk administratif DKI Jakarta sebesar 11,01 juta jiwa, Jakarta tetap tergolong sangat besar.

Berdasarkan data resmi PBB, terdapat sekitar 135 negara di dunia yang total penduduknya berada di bawah angka 11 juta jiwa.

Dengan kata lain, jumlah penduduk Jakarta saja sudah lebih besar dibandingkan lebih dari setengah jumlah negara di dunia yang totalnya sekitar 195 negara.

Baca Juga: Murah, Cepat, Tapi Melelahkan: Fenomena Fast Fashion di Kalangan Gen Z

Fakta ini menunjukkan betapa luar biasanya konsentrasi penduduk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kepadatan tersebut tidak hanya berdampak pada statistik global, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap persoalan perkotaan, mulai dari transportasi, perumahan, lingkungan, hingga kualitas hidup masyarakat.

Kesimpulannya, klaim bahwa penduduk Jakarta lebih banyak dari setengah populasi dunia tentu tidak benar secara harfiah.

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah negara di dunia, baik berdasarkan kawasan metropolitan maupun wilayah administratif, Jakarta memang memiliki jumlah penduduk yang melampaui populasi sebagian besar negara.

Inilah yang menjadikan Jakarta sebagai salah satu kawasan urban paling kompleks dan padat di planet ini.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kebakaran rumah Balikpapan #data PBB Jakarta #kota terpadat dunia #populasi Jakarta #Jabodetabek penduduk