RADARBONANG.ID – Kabar duka menyelimuti umat Islam di berbagai penjuru dunia. Sheikh Faisal, sosok muazin Masjid Nabawi yang dikenal dengan lantunan azannya yang khas dan penuh kekhusyukan, dikabarkan meninggal dunia.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi jamaah di Madinah, tetapi juga bagi jutaan Muslim yang selama ini akrab dengan suaranya melalui siaran langsung dan rekaman ibadah dari Masjid Nabawi.
Sheikh Faisal dikenal sebagai salah satu muazin yang telah lama mengabdi di Masjid Nabawi, masjid suci kedua dalam Islam setelah Masjidil Haram.
Baca Juga: Film Terbaru Avatar Raih Jutaan Dolar di Penayangan Perdana
Selama bertahun-tahun, suaranya menjadi penanda waktu salat bagi para jamaah yang beribadah di dalam dan sekitar masjid, sekaligus menjadi pengingat spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia.
Kabar wafatnya Sheikh Faisal dengan cepat menyebar melalui media dan media sosial. Ungkapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari jamaah biasa hingga tokoh agama.
Banyak yang mengenang almarhum sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan penuh dedikasi dalam menjalankan amanahnya sebagai muazin.
Azan yang dikumandangkan Sheikh Faisal dikenal memiliki karakter tenang, jelas, dan menyentuh hati.
Bagi banyak jamaah, suara tersebut bukan sekadar panggilan salat, tetapi juga sumber ketenangan dan penguat iman.
Tak sedikit yang mengaku merasakan suasana haru setiap kali mendengar azannya, terutama saat subuh dan magrib di Masjid Nabawi.
Peran muazin di Masjid Nabawi bukanlah tugas sembarangan. Selain kemampuan vokal yang baik, seorang muazin dituntut memiliki kedisiplinan tinggi, ketulusan niat, serta pemahaman mendalam tentang adab dan nilai-nilai Islam.
Sheikh Faisal dinilai memenuhi semua kriteria tersebut, sehingga dipercaya mengemban tugas mulia itu selama bertahun-tahun.
Masjid Nabawi sendiri memiliki posisi istimewa dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi tempat peristirahatan Nabi Muhammad SAW, masjid ini menjadi tujuan jutaan jamaah dari berbagai negara setiap tahunnya.
Azan yang berkumandang dari masjid ini kerap disiarkan secara luas, menjadikan suara para muazinnya, termasuk Sheikh Faisal, dikenal hingga ke penjuru dunia.
Kepergian Sheikh Faisal juga mengingatkan umat Islam akan pentingnya menghargai peran para pelayan masjid yang kerap bekerja dalam senyap.
Mereka mungkin tidak selalu berada di sorotan, tetapi kontribusinya sangat besar dalam menjaga ritme ibadah dan spiritualitas umat.
Banyak jamaah yang mengenang momen pribadi bersama Sheikh Faisal, meski hanya sebatas mendengar azannya secara rutin.
Baca Juga: Ngapak Banyumasan, Kekayaan Bahasa Jawa yang Punya Akar Sejarah Kuno
Beberapa menyebut suara almarhum sebagai bagian dari kenangan indah saat beribadah di Madinah, sementara yang lain merasa kehilangan sosok yang selama ini menemani waktu-waktu salat dari kejauhan.
Doa dan harapan pun dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Umat Islam berharap segala amal ibadah dan pengabdiannya selama ini diterima, serta kesalahan-kesalahannya diampuni.
Kepergiannya menjadi pengingat bahwa setiap manusia, tanpa memandang peran dan kedudukan, akan kembali kepada Sang Pencipta.
Meski Sheikh Faisal telah berpulang, jejak pengabdiannya akan terus dikenang. Suara azannya mungkin tak lagi terdengar secara langsung, tetapi nilai ketulusan dan dedikasi yang ia wariskan tetap hidup dalam ingatan umat.
Dunia Islam berduka, namun juga bersyukur pernah memiliki sosok muazin yang mengabdi dengan sepenuh hati di salah satu tempat paling mulia di muka bumi. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah