Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Miris! Ini 10 Hewan Langka Terancam Punah, 4 Di Antaranya dari Indonesia

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 23 Desember 2025 | 18:40 WIB

Tiga satwa ikonik Indonesia yang kini berada di ambang kepunahan: Harimau Sumatera, Badak Jawa, dan Orangutan. Deforestasi dan perburuan liar terus mengancam keberlangsungan hidup mereka di alam
Tiga satwa ikonik Indonesia yang kini berada di ambang kepunahan: Harimau Sumatera, Badak Jawa, dan Orangutan. Deforestasi dan perburuan liar terus mengancam keberlangsungan hidup mereka di alam

RADARBONANG.ID - Keberadaan satwa di planet ini kini menghadapi tekanan besar yang mengancam kelangsungan hidup banyak spesies – baik di hutan tropis, padang rumput, sungai, maupun laut.

Dari ribuan spesies yang dinilai oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), banyak yang mengalami penurunan drastis sehingga statusnya dicatat sebagai terancam punah.

Di antara daftar 10 hewan langka di dunia yang berada pada ambang kepunahan, empat di antaranya berasal dari Indonesia, negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi namun juga rentan terhadap hilangnya habitat dan faktor ancaman lain. 

Baca Juga: Duduk Terlalu Lama Diam-Diam Merusak Kesehatan, Dampaknya Tak Langsung Terasa tapi Berbahaya

Para ahli konservasi menyebutkan bahwa ulah manusia, terutama deforestasi, perburuan, perdagangan satwa ilegal, dan perubahan penggunaan lahan, menjadi pendorong utama menurunnya populasi spesies-spesies ini.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada hewan besar yang ikonik, tetapi juga pada spesies yang kurang dikenal yang memainkan peran penting dalam ekosistem. 

1. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Harimau Sumatera, yang juga dikenal sebagai Sunda tiger, adalah subspecies harimau yang hanya ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Ukuran tubuhnya relatif lebih kecil dibanding harimau lain, namun statusnya sangat genting.

Diperkirakan hanya tersisa sekitar 600 individu di alam liar, menjadikannya salah satu populasi harimau paling langka di dunia.

Ancaman terbesar adalah hilangnya habitat akibat pembukaan hutan untuk pertanian, tambang, serta konflik dengan manusia. 

2. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)

Orangutan Tapanuli adalah salah satu kera besar paling langka di dunia dan diakui sebagai spesies tersendiri pada tahun 2017.

Populasinya diperkirakan hanya sekitar 800 individu di hutan Batang Toru, Sumatera Utara. Habitatnya yang sangat terbatas membuat spesies ini sangat rentan terhadap gangguan alam maupun manusia.

Selain deforestasi, rencana pembangunan infrastruktur dan aktivitas penambangan semakin mempersempit ruang hidup mereka. 

3. Sumatran Orangutan (Pongo abelii)

Selain Tapanuli, orangutan Sumatra juga termasuk dalam daftar hewan yang sangat terancam. Habitatnya di kawasan hutan hujan Sumatera terus menyusut karena ekspansi perkebunan sawit dan perambahan hutan.

Populasi orangutan Sumatera telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir, membuat konservasi dan perlindungan terhadap habitatnya menjadi sangat penting. 

4. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)

Badak Jawa adalah salah satu mamalia terbesar yang paling kritis statusnya di dunia. Spesies ini hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat.

Dengan perkiraan populasi yang sangat rendah dan kemampuan reproduksi yang lambat, ancaman terhadap keberadaannya terus menjadi perhatian serius konservasionis di Indonesia. 

Selain empat spesies Indonesia di atas, daftar 10 hewan terancam punah ini juga mencakup spesies lain yang berasal dari berbagai wilayah dunia.

Di antaranya adalah macan tutul Amur (Amur leopard) yang populasinya diperkirakan hanya sekitar 100 ekor di Rusia dan China; gorila gunung (mountain gorilla) dengan lebih dari 1.000 individu yang tersebar di Afrika Tengah; lumba-lumba Sungai Yangtze yang populasinya sangat terancam akibat polusi dan perubahan habitat air tawar; serta beberapa mamalia laut lainnya yang berada pada risiko tinggi kepunahan.

Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa jika ancaman tersebut tidak segera ditangani, beberapa spesies bisa hilang selamanya dalam waktu dekat.

Hilangnya satu spesies dapat berdampak pada keseluruhan ekosistem, karena setiap hewan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. 

Ancaman Utama

Berbagai faktor manusia menjadi tekanan terbesar bagi satwa langka:

Deforestasi dan fragmentasi habitat – Pembukaan lahan untuk pertanian, perkebunan sawit, dan infrastruktur menyebabkan hewan kehilangan tempat tinggal alami mereka. 

Perburuan dan perdagangan satwa liar – Banyak spesies diburu untuk kulit, daging, dan bagian tubuh lainnya yang diperdagangkan secara ilegal. 

Perubahan iklim – Memperburuk ancaman terhadap habitat, terutama bagi spesies yang sensitif terhadap perubahan suhu dan curah hujan. 

Baca Juga: Fantastis! Taylor Swift Bagi Bonus Rp 3 Triliun ke Kru Eras Tour, Apresiasi Kerja di Balik Layar

Upaya Konservasi

Organisasi konservasi global dan lembaga lingkungan di berbagai negara bekerja sama untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Inisiatif seperti penetapan wilayah konservasi, rehabilitasi habitat, penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal, serta program reproduksi di penangkaran semua merupakan bagian dari usaha menyelamatkan satwa-satwa ini. 

Namun, tanpa dukungan masyarakat dan kepatuhan terhadap peraturan perlindungan satwa, upaya tersebut bisa menemui hambatan berat.

Pendidikan publik tentang pentingnya keanekaragaman hayati dan keterlibatan aktif dalam pelestarian alam disebut sebagai kunci keberhasilan jangka panjang.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Harimau Sumatera #spesies terancam punah di dunia #hewan endemik Indonesia #hewan langka terancam punah #orangutan