RADARBONANG.ID — Kawasan wisata alam Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mulai dibenahi setelah diterjang banjir bandang pada Sabtu sore.
Dampak dari hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet menyebabkan beberapa fasilitas, termasuk kolam pemandian air panas, rusak berat dan sempat menghentikan sementara aktivitas wisata di lokasi tersebut.
Perbaikan dilakukan segera setelah kondisi air berangsur surut. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat turun tangan membersihkan serta memperbaiki fasilitas yang terdampak.
Upaya ini juga dimaksudkan agar obyek wisata favorit ini dapat kembali beroperasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), momen yang biasanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Hunian Tetap untuk Warga Aceh Terdampak Banjir dan Longsor
Banjir Bandang dan Kerusakan Fasilitas
Peristiwa banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan Guci sejak siang hari.
Debit aliran sungai meningkat drastis dan membawa material seperti lumpur, pasir, serta batang pohon ke area wisata. Dampak langsungnya membuat sejumlah fasilitas tidak dapat digunakan sementara waktu.
Salah satu yang paling terdampak adalah kolam air panas Pancuran 13 yang populer di kalangan wisatawan.
Air bah yang datang dengan derasnya arus dilaporkan menimbun kolam tersebut, bahkan beberapa bagian struktur fasilitas sampai rusak akibat material banjir.
Pancuran 5 yang berada di dekatnya juga mengalami kerusakan signifikan. Kerusakan ini sempat membuat sebagian area wisata harus ditutup demi keselamatan pengunjung.
Meskipun banjir tidak menyebabkan korban jiwa, tingkat kerusakan dinilai cukup serius. Selain pipa distribusi air panas yang hanyut dan rusak, sejumlah jembatan kecil di area wisata juga dilaporkan hilang terbawa arus.
Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha lokal dan warga yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.
Perbaikan dan Gotong Royong Warga
Sehari setelah kejadian, pengerjaan perbaikan mulai digelar secara intensif. Tim gabungan bersama warga melakukan pembersihan material banjir dari lokasi fasilitas.
Pipa air yang rusak diganti dengan yang baru, sementara akses beberapa kolam diperbaiki agar bisa kembali difungsikan.
Pembersihan ini dilakukan secara menyeluruh agar area wisata aman dikunjungi dan tidak membahayakan pengunjung maupun pekerja.
Dikutip dari detik.com, Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Tegal, M. Afifudin, menyatakan bahwa kolam pemandian air panas yang rusak diperbaiki secara bertahap.
“Terutama pancuran air panas, kami perbaiki bersama semua pihak. Pipa yang hanyut sudah dipasang kembali, sehingga Guci dapat kembali menerima wisatawan terutama saat Nataru,” ujarnya.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi juga mulai kondusif setelah badai siklon yang memicu hujan deras menjauh dari wilayah tersebut.
Hal ini membuat optimisme tinggi bahwa wisata Guci tetap bisa menarik kunjungan meskipun ada sejumlah fasilitas yang masih dalam tahap perbaikan.
Wisata Tetap Dibuka Secara Bertahap
Pemerintah provinsi Jawa Tengah ikut memberikan dukungan terkait pembukaan sebagian area wisata Guci.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menyatakan bahwa obyek wisata tersebut tetap bisa dibuka sebagian, terutama untuk lokasi yang tidak terdampak langsung oleh banjir.
“Kami masih mendalami. Jika ada area yang aman dan tidak terkena dampak bencana, maka bisa dibuka sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Namun, lokasi yang memang terdampak parah seperti kolam Pancuran 13 dan beberapa fasilitas terkait masih belum bisa digunakan hingga perbaikan selesai dilakukan. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung dan mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Kondisi terkini juga menunjukkan bahwa beberapa area wisata di Guci sudah kembali normal seiring dengan progres pembersihan.
Area-area selain yang terdampak langsung oleh banjir sudah mulai menerima wisatawan, meskipun dengan pengawasan yang ketat dari pihak berwenang.
Baca Juga: Norwegia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Melarang Deforestasi secara Nasional
Harapan dan Tantangan Menuju Nataru
Menyambut libur panjang akhir tahun, Guci biasanya menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari berbagai daerah.
Tahun ini, meskipun sempat diterjang bencana, pihak pengelola dan pemerintah berharap kembalinya fasilitas utama akan meningkatkan jumlah kunjungan.
Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh fasilitas pulih sepenuhnya dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, serta masyarakat.
Kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian penting demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan semangat gotong royong dan pengerahan sumber daya yang optimal, optimisme besar muncul bahwa kawasan wisata Guci akan kembali pulih dan siap menyambut wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan pemandian air panas khas pegunungan Tegal.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah