Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Rizky Ridho Gagal Raih Puskas Award, Gol Spektakulernya Kalah dari Aksi Salto Pemain Argentina

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 17 Desember 2025 | 19:22 WIB

Rizky Ridho belum berhasil membawa pulang Puskas Award. Meski begitu, pencapaiannya sebagai nominasi dunia menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia.
Rizky Ridho belum berhasil membawa pulang Puskas Award. Meski begitu, pencapaiannya sebagai nominasi dunia menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia.

RADARBONANG.ID – Mimpi besar pecinta sepak bola Indonesia untuk melihat gol indah dari salah satu bintang Tanah Air meraih penghargaan dunia musim ini harus tertunda.

Bek andalan Tim Nasional Indonesia sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho Ramadhani, gagal membawa pulang trofi FIFA Puskas Award 2025 meski namanya sempat mencuri perhatian sebagai salah satu kandidat utama.

Ajang Puskas Award merupakan penghargaan global bergengsi dari FIFA yang dipersembahkan untuk gol terbaik dan tercantik sepanjang satu musim kompetisi di seluruh dunia.

Baca Juga: Bukan Malas Sekolah! Ini Alasan Kenapa Banyak Gen Z Lebih Percaya Belajar dari YouTube

Nama penghargaan ini diambil untuk menghormati legenda sepak bola Ferenc Puskás, yang dikenal sebagai salah satu pencetak gol terhebat dalam sejarah. 

Ridho masuk daftar 11 gol terbaik dunia yang dinominasikan dalam ajang 2025 setelah gol spektakulernya ke gawang Arema FC pada lanjutan Liga 1 musim lalu.

Aksi itu terjadi ketika ia melepaskan tendangan dari jarak jauh hampir dari lini tengah, memanfaatkan posisi kiper lawan yang berada jauh dari gawang, dan mengirim bola meluncur indah masuk ke gawang.

Gol itu tak hanya memukau publik Tanah Air, tetapi juga menarik perhatian pencinta sepak bola internasional. 

Namun, saat pengumuman pemenang digelar di acara The Best FIFA Football Awards 2025, prestise tersebut jatuh ke tangan pemain Argentina, Santiago Montiel, yang meraih Puskas Award berkat gol salto luar biasa yang dicetaknya di pertandingan Liga Argentina.

Gol Montiel dipandang memiliki kombinasi teknik, akurasi, dan tingkat kesulitan yang sangat tinggi, sehingga unggul dalam penilaian komite Puskas serta voting dari penggemar.

Perjalanan Rizky Ridho di Panggung Dunia

Bagi Rizky Ridho, lolos menjadi nominasi Puskas Award saja sudah merupakan prestasi luar biasa.

Ia berdiri satu panggung dengan nama-nama besar perlengkapan sepak bola dunia, termasuk Declan Rice dari Arsenal dan Lamine Yamal dari Barcelona, yang juga masuk daftar calon penerima penghargaan tahun ini. 

Kesempatan ini juga menjadi sejarah tersendiri bagi sepak bola Indonesia.

Tidak banyak pemain Tanah Air yang berhasil menembus nominasi dalam ajang internasional setingkat Puskas Award, yang biasanya didominasi oleh gol-gol yang tercipta di liga-liga Eropa utama.

Pencapaian Ridho menjadi bukti bahwa talenta sepak bola Indonesia mampu bersaing di panggung global sekalipun kompetisinya berasal dari liga domestik. 

Tidak kalah penting, pencapaian ini juga memberikan sorotan baru terhadap Liga 1 Indonesia.

Gol spektakuler Ridho mengundang decak kagum dari penikmat sepak bola di luar negeri, sehingga memberi warna tersendiri bagi persepakbolaan nasional yang selama ini jarang mendapatkan panggung prestisius dunia. 

Reaksi dan Arti Besar untuk Sepak Bola Indonesia

Meski gagal menang, respon terhadap prestasi Ridho tetap positif. Banyak pengamat menyatakan bahwa pencapaian ini turut mengangkat nama Indonesia di kancah sepak bola internasional.

Tidak sedikit pula yang menyebut bahwa pencapaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pemain dan kompetisi domestik.

Bagi Ridho sendiri, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga. Ia sudah pernah menyatakan rasa terima kasihnya kepada pendukung yang memberikan dukungan, termasuk saat proses voting nomine berlangsung.

Keterlibatannya dalam ajang ini dinilai membuka peluang bagi pemain muda lain untuk mengikuti jejaknya di masa mendatang.

Lebih jauh lagi, ketidakterpilihannya sebagai pemenang mengingatkan bahwa standar penilaian di level dunia sangat kompetitif.

Gol-gol yang masuk nominasi tidak hanya dinilai dari keindahan visual, tetapi juga konteks pertandingan, teknik, dan dampaknya terhadap permainan.

Dalam hal ini, gol Montiel mendapatkan apresiasi tinggi karena menampilkan elemen-elemen tersebut secara serentak. 

Meneruskan Jejak di Masa Depan

Bagi sepak bola Indonesia, momentum ini bisa menjadi titik awal apresiasi lebih besar terhadap gol-gol berkualitas dari kompetisi domestik.

Baca Juga: Guru Yoga Indonesia Kenalkan Masuk Angin dan Kerokan ke Komunitas Yoga New York

Bahkan tanpa trofi, kehadiran nama Rizky Ridho di deretan nominee Puskas Award menjadi bukti bahwa talenta Indonesia dapat bersaing secara global.

Pengalaman ini diharapkan memicu generasi pemain muda untuk terus berkarya dan berani menantang level tinggi dunia sepak bola. 

Untuk sementara, sepak bola Indonesia tetap bergairah dan bangga melihat salah satu putranya mendapatkan tempat di panggung prestisius dunia.

Kegagalan meraih piala bukanlah akhir, melainkan awal dari cerita panjang perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#tendangan salto #Gol terbaik dunia #gagal #Puskas Award #Rizky Ridho