Bibit Siklon Bakung dan 93S Menguat, Cuaca Ekstrem Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia

Alifah Nurlias Tanti • Dipublikasikan Minggu, 14 Desember 2025 | 16:25 WIB

Ilustrasi bibit siklon tropis yang memicu cuaca ekstrem
Ilustrasi bibit siklon tropis yang memicu cuaca ekstrem

RADARBONANG.ID - Aktivitas atmosfer di kawasan Samudra Hindia kembali menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai.

Siklon 91S yang berkembang di Samudra Hindia barat daya Lampung resmi meningkat statusnya menjadi Siklon Tropis Bakung pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.

Meski pergerakannya cenderung menjauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya masih berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Siklon Tropis Bakung bergerak ke arah barat daya.

Saat teridentifikasi, sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot atau setara 65 kilometer per jam.

Baca Juga: Self Healing: Cara Gen Z Melenturkan Mental di Dunia yang Serba Kilat

Namun, dalam perkembangannya, intensitas siklon diperkirakan terus meningkat dalam waktu dekat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa meskipun pusat siklon menjauh dari Indonesia, pengaruhnya terhadap pola cuaca regional masih signifikan.

Dalam satu hingga dua hari ke depan, Siklon Tropis Bakung diprediksi dapat memicu peningkatan kecepatan angin, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta gelombang tinggi di sejumlah perairan.

“Dampak tidak langsung dari siklon ini masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia,” ujar Teuku Faisal.

Ia menegaskan, BMKG terus memantau pergerakan dan perkembangan siklon secara intensif serta menyampaikan peringatan dini secara bertahap kepada masyarakat dan sektor terkait.

BMKG juga mencatat bahwa dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Bakung berpotensi meningkat hingga 55 knot atau sekitar 100 kilometer per jam.

Dengan tekanan udara di sekitar pusat siklon mencapai 988 hPa, sistem ini dikategorikan sebagai siklon tropis kategori dua dan menunjukkan tanda-tanda penguatan lebih lanjut, meski posisinya semakin menjauh ke arah barat daya.

Dari sisi dampak, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di beberapa wilayah, khususnya Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Selain itu, angin kencang juga berpotensi dirasakan di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Tak hanya di daratan, kondisi laut juga diperkirakan terdampak cukup signifikan. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi muncul di Samudra Hindia bagian barat, mulai dari perairan Kepulauan Mentawai hingga Lampung.

Gelombang serupa juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia bagian selatan Banten hingga Jawa Barat, serta di perairan selatan Selat Sunda.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan pelaku aktivitas kelautan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Misteri “Rasa Lebih Enak di Kaki Lima” — Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan yang Bikin Kamu Mengangguk-Angguk Sendiri

Selain Siklon Tropis Bakung, perhatian BMKG juga tertuju pada Bibit Siklon Tropis 93S. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan bahwa sistem ini saat ini terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah Bali hingga Nusa Tenggara, pada posisi sekitar 12,0 derajat Lintang Selatan dan 115,8 derajat Bujur Timur.

Bibit siklon 93S masih terus dipantau karena berpotensi berkembang lebih lanjut. Keberadaan dua sistem siklonik secara bersamaan dinilai dapat memperkuat dinamika atmosfer dan memicu ketidakstabilan cuaca di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca terbaru.

Kesiapsiagaan dinilai penting, terutama bagi wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di laut saat kondisi gelombang tinggi dan memperhatikan keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari.

Dengan kondisi cuaca yang semakin dinamis, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi dan peringatan dini secara cepat dan akurat demi meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
cuaca ekstrem Indonesia Bibit Siklon 93S hujan lebat Bengkulu Lampung angin kencang gelombang tinggi Samudra Hindia Siklon Tropis Bakung peringatan dini BMKG