RADARBONANG.ID - Pada Minggu, 7 Desember 2025, ratusan musisi lintas generasi bersatu dalam sebuah konser amal bertajuk 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert.
Konser ini digelar sebagai wujud solidaritas bagi korban banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang terjadi pada akhir November 2025.
Acara pembuka digelar di T-Space, Bintaro, Tangerang Selatan, kemudian akan dilanjutkan pada 16 Desember 2025 di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Kereta Khusus Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi: Distribusi Hasil Tani Kini Lebih Murah dan Cepat
Inisiatif konser ini datang dari beberapa nama — termasuk musisi Tompi, aktivis sosial/jurnalis Irma Hutabarat, dan pengacara Kadri Mohamad — sebagai respons cepat terhadap krisis di Sumatra.
Mereka kemudian bekerja sama dengan instansi pemerintah dan sejumlah organisasi: Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen-Ekraf), Kementerian Kebudayaan, BP BUMN, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), serta organisasi dan komunitas seperti DSS Music, yayasan sosial, komunitas relawan, dan korporasi mitra.
Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, dukungan ini menunjukkan “empati luar biasa” dari para pelaku industri kreatif terhadap korban bencana.
Dia menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menunjukkan bahwa gerakan sosial dan solidaritas bisa lebih efektif jika dikelola secara terstruktur.
Konser ini bukan sekadar hiburan. Para musisi tampil tanpa bayaran dan seluruh hasil dari konser serta donasi publik akan dialokasikan untuk membantu pemulihan korban bencana — dari kebutuhan darurat, rehabilitasi rumah, sampai dukungan sosial.
Deretan Musisi dan Figur Publik yang Terlibat
Acara ini melibatkan lebih dari 100 musisi dari berbagai generasi, termasuk nama-nama besar di industri musik Indonesia. Di antara mereka: musisi solo, band, artis veteran maupun pendatang baru.
Selain itu, dalam acara disediakan sesi diskusi — “Deep Talk Session” — menghadirkan tokoh publik dan aktivis, membahas isu pemulihan pascabencana serta lingkungan. Beberapa nama yang muncul dalam sesi ini antara lain figur publik dan pegiat sosial.
Salah satu penampil utama, Tompi, sempat menyinggung almarhum Glenn Fredly sebagai sumber inspirasi solidaritas.
Menurut Tompi, konsistensi Glenn dalam membantu korban di masa lalu menjadi contoh bahwa musisi bisa menjadi agen perubahan nyata.
Tak hanya musisi dan selebritas, acara ini juga mendapat dukungan dari publik yang hadir langsung maupun melalui donasi.
Salah satunya sumbangan dari tokoh publik yang hadir di panggung, senilai Rp 1 miliar — menunjukkan bahwa konser ini menyedot perhatian luas dari masyarakat dan komunitas bisnis.
Harapan & Target Donasi: Jalan Panjang Pemulihan
Saat konser perdana di T-Space Bintaro, panitia menyebut bahwa total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekira Rp 15 miliar.
Namun, menurut Tompi — salah satu penggagas — angka tersebut baru sebagian kecil dari target: yaitu Rp 100 miliar.
Ia menyerukan kepada korporasi dan komunitas untuk ikut berpartisipasi, baik melalui CSR maupun bantuan langsung, agar target ambisius ini bisa tercapai.
Donasi publik bisa disalurkan melalui rekening resmi milik ILUNI UI — Bank BNI 2025807896 atas nama ILUNI UI — atau dengan menghadiri konser kedua pada 16 Desember mendatang.
Konser ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan darurat korban, tetapi menjadi momentum kebangkitan semangat solidaritas nasional.
Pemerintah, komunitas seni, masyarakat sipil, dan sektor swasta diharapkan terus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Kenapa “Heal Sumatra” Penting?
-
Solidaritas lintas generasi: Dengan lebih dari 100 musisi dari berbagai usia dan latar belakang tampil tanpa bayaran, konser ini menunjukkan bahwa kemanusiaan melampaui persaingan industri.
-
Kolaborasi ruang publik dan institusi: Dukungan dari Kemen-Ekraf, Kementerian Kebudayaan, BP BUMN, komunitas alumni, lembaga sosial, dan media menjadikan gerakan ini lebih terstruktur dan berdampak.
-
Ruang penyadaran & aksi nyata: Selain hiburan, konser ini membuka ruang refleksi — lewat diskusi dan donasi — tentang tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama korban bencana.
-
Momen kebangkitan solidaritas nasional: Di saat banyak korban berjuang pulih dari kehilangan rumah, fasilitas, dan trauma — inisiatif ini bisa jadi katalis bagi bantuan lebih luas.