RADARBONANG.ID – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Tanah Air. Ayah dari pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (7/12/2025), meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi keluarga dan para pendukung.
Sosok ayah Arhan selama ini dikenal sebagai figur yang selalu hadir memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan karier sang bek kiri.
Kabar ini membuat publik bersimpati, terlebih karena Arhan tengah berada dalam masa aktif membela klub dan Timnas.
Kondisi Ayah Arhan Tiba-tiba Memburuk
Sutrisno dikabarkan mengalami gangguan kesehatan serius—diduga sakit jantung atau paru-paru.
Dikutip dari beritasatu.com, Warti, tetangga keluarga Arhan mengatakan, bahwa ayah pesepak bola itu memang sedang sakit, juga punya riwayat sakit jantung dan paru-paru.
Baca Juga: Saat Anak Berantem Saat Main? Jangan Panik, Ini Justru Tanda Mereka Sedang Maju!
“Bapaknya soalnya sedang sakit, dia pernah sakit jantung atau paru-paru.” ujarnya.
Sementara Ketua RT setempat, Ngasiman, menambahkan bahwa sang ayah sempat ambruk ketika berjalan di pelataran rumah, kemudian dibantu dan dibonceng sepeda motor ke rumahnya.
Belum ada konfirmasi resmi dari keluarga mengenai kondisi terkini Sutrisno. Namun sejumlah warga dan tetangga memastikan bahwa kondisi kesehatannya memang sudah melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Apakah Ini Ada Hubungannya dengan Isu Rumah Tangga Arhan?
Penyakit yang diderita ayah pemain sayap kiri itu muncul di tengah sorotan publik atas dinamika rumah tangga Arhan.
Pada Agustus 2025, Arhan telah mengajukan gugatan cerai talak terhadap istrinya, Azizah Salsha — kabar yang kemudian menjadi perbincangan luas.
Meski demikian, tetangga dan warga sekitar menegaskan bahwa kondisi Sutrisno tidak secara terbuka dikaitkan dengan konflik rumah tangga anaknya.
“Kalau soal sakit, kami tidak tahu pasti apa penyebabnya, hanya dengar dari keluarga bahwa kesehatannya memang sudah menurun,” ujar Ngasiman.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak manajemen atau tim medis yang merawat, sehingga kebenaran mengenai kondisi penyakit — apakah benar sakit jantung, paru-paru, atau kombinasi keduanya — masih simpang siur.
Sekilas tentang Sosok Sutrisno
Sutrisno dikenal sebagai sosok sederhana dan pekerja keras. Ia berasal dari Blora, Jawa Tengah, dan pekerjaannya sehari-hari dikenal sebagai petani atau pekerja serabutan.
Meskipun bukan dari latar belakang olahraga, Sutrisno bersama sang istri, Surati (atau yang akrab disapa Mak Ti), memberi dukungan penuh terhadap karier Arhan.
Kesederhanaan dan pengorbanan mereka sering disebut sebagai fondasi yang membuat Arhan bisa berkembang menjadi pemain profesional.
Sejak kecil, Pratama Arhan kerap dibimbing oleh orang tuanya. Meski kondisi ekonomi keluarga tidak memadai, baik Sutrisno maupun Surati rela berkorban demi mendukung mimpi sang anak menjadi pesepakbola.
Bahkan, untuk membiayai latihan dan perlengkapan Arhan, sang ibu pernah menjual sayur demi mengumpulkan uang.
Respons dari Lingkungan Sekitar
Kabar sakitnya ayah Arhan langsung menyedot perhatian netizen dan warga lokal. Beberapa tetangga menyampaikan simpati dan doa untuk kesembuhan.
Sementara itu, isu terkait rumah tangga Arhan — terutama gugatan cerai terhadap Azizah Salsha — ikut memicu spekulasi tentang apakah tekanan mental ikut memberi dampak pada kondisi orang tua.
Baca Juga: Empat Musim Berkarier di Eropa, Marselino Ferdinan Selalu Terganggu Panggilan Non-FIFA dari PSSI
Namun, warga setempat berharap agar publik memberikan ruang privasi dan menghormati situasi keluarga.
Salah satu tetangga mengatakan, “Semoga beliau cepat pulih. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” menunjukkan solidaritas komunitas terhadap kondisi yang dialami keluarga pria kelahiran Blora ini.
Hingga sekarang, belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga atau manajemen tentang kondisi kesehatan Sutrisno.
Namun, laporan dari tetangga dan aparat setempat menunjukkan bahwa kondisi sang ayah memang sempat menurun secara mendadak.
Di tengah kontroversi dan sorotan publik terhadap kehidupan pribadinya, keluarga tetap berharap mendapatkan kedamaian dan dukungan untuk pemulihan, tanpa spekulasi berlebihan.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah