Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mawar de Jongh Ungkap Perbedaan Versi Indonesia dari What’s Up With Secretary Kim

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:10 WIB

Photo
Photo

RADARBONANG.ID - Aktris Mawar de Jongh menjelaskan bagaimana film “What’s Up With Secretary Kim” versi Indonesia berbeda dari versi aslinya.

Film ini merupakan adaptasi lokal dari drama Korea populer “What’s Wrong With Secretary Kim”, namun sejumlah elemen diubah agar cocok dengan budaya dan konteks Indonesia.

Adaptasi Nama dan Karakter

Dalam versi Indonesia, tokoh sekretaris yang dalam versi Korea bernama “Kim Mi-So” diubah menjadi “Kimberley Laksono”.

Baca Juga: Mengenal Nyctophobia: Ketakutan Gelap yang Lebih dari Sekadar Drama Malam Hari

Menurut Mawar de Jongh, perubahan nama ini penting agar karakter terasa lebih relevan dan dekat dengan penonton Indonesia.

Pemeran pria utama adalah Adipati Dolken yang berperan sebagai “Rendra Prakasa”, bos sukses dan perfeksionis — sedangkan Mawar berperan sebagai sekretaris setia.

Format Film, Bukan Serial

Berbeda dengan versi Korea yang dikemas sebagai serial dengan belasan episode, adaptasi Indonesia ini hadir sebagai film panjang berdurasi sekitar 1 jam 37 menit.

Dengan format ini, cerita dikemas lebih ringkas dan langsung ke inti konflik emosional, romance, dan komedi — tanpa harus melalui banyak episode.

Sentuhan Lokal pada Nuansa & Setting

Selain nama dan format, film ini juga menghadirkan “rasa Indonesia” melalui nuansa, gaya berbusana, dan latar tempat yang dibuat sesuai dengan kehidupan urban di Indonesia.

Dialog, interaksi karakter, hingga dinamika antara bos dan sekretaris dirancang agar terasa lebih natural untuk penonton lokal.

Sutradara memilih pendekatan realistis — mengurangi unsur dramatis atau komikal berlebihan agar cerita terasa dekat dengan keseharian.

Alur Cerita & Konflik Inti Tetap Sama

Meski banyak perubahan di aspek eksternal, inti cerita tetap dipertahankan: kisah sekertaris yang selama bertahun-tahun setia bekerja — dan kemudian memutuskan mundur — membuka konflik, kebingungan sang atasan, serta potensi romansa.

Adaptasi ini tetap mengusung dinamika antara pekerjaan, loyalitas, pengunduran diri, dan perasaan yang berkembang.

Baca Juga: Max Verstappen: ‘All In’ untuk Gelar 2025 — Tantangan Terakhir di Qatar

Fokus pada Chemistry Antar Pemeran

Chemistry antara pemeran utama — bos dan sekretaris — menjadi fokus utama film.

Pemeran pria dan wanita digadang-gadang memiliki kemampuan akting dan chemistry yang mampu membuat penonton merasakan konflik dan romansa secara otentik.

Pendekatan ini diharapkan membuat adaptasi tidak sekadar “salinan”, tetapi punya identitas sendiri yang bisa diterima di Indonesia.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Whats Up With Secretary Kim #Mawar de Jongh #adaptasi film Secretary Kim Indonesia #perbedaan versi Indonesia dan Korea #Adipati Dolken Mawar de Jongh