Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Indonesia Jadi Negara dengan Kehilangan Hutan Terbanyak Kedua di Dunia, Ini Penyebabnya

Muhammad Azlan Syah • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:05 WIB

Indonesia kembali menempati peringkat kedua dunia untuk kehilangan hutan, terutama hutan primer, akibat ekspansi lahan, komoditas, dan kebakaran.
Indonesia kembali menempati peringkat kedua dunia untuk kehilangan hutan, terutama hutan primer, akibat ekspansi lahan, komoditas, dan kebakaran.

RADARBONANG.ID - Indonesia kembali menempati posisi tinggi dalam daftar negara dengan kehilangan hutan terbesar di dunia.

Berdasarkan laporan pemantauan hutan global, Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara yang paling banyak kehilangan hutan, khususnya hutan primer tropis, dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

Data tersebut menyoroti besarnya tekanan terhadap ekosistem hutan di Tanah Air serta tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam periode 2002 hingga 2023, Indonesia dilaporkan telah kehilangan lebih dari 10 juta hektare hutan primer tropis.

Baca Juga: Mengapa Perempuan Berkelas Memilih Tetap Privat dan Tidak Banyak Mengekspos Hidupnya? Ulasan Lengkap Baca Halaman All

Angka tersebut menjadikan Indonesia hanya berada satu tingkat di bawah Brasil, negara yang masih menempati posisi pertama sebagai penyumbang deforestasi primer terbesar di dunia.

Jika diperluas hingga mencakup tutupan pohon secara keseluruhan, termasuk area berhutan selain hutan primer, total kehilangan tutupan pohon Indonesia pada rentang 2001 sampai 2023 mencapai lebih dari 30 juta hektare.

Hutan primer tropis memiliki peran penting sebagai penyerap karbon, rumah bagi keanekaragaman hayati, serta penopang fungsi ekosistem. Tingginya angka kehilangan hutan di Indonesia menjadi salah satu indikator tekanan lingkungan yang perlu segera mendapat perhatian lebih serius.

Sejumlah faktor menjadi penyebab utama hilangnya hutan di Indonesia. Pembukaan lahan untuk komoditas skala besar, seperti kelapa sawit, perkebunan kayu, dan tanaman industri, tercatat sebagai kontributor terbesar deforestasi.

Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar kehilangan tutupan pohon berkaitan dengan ekspansi komoditas yang terus meningkat dalam dua dekade terakhir.

Selain itu, aktivitas kehutanan, penebangan legal maupun ilegal, serta alih fungsi lahan untuk pertanian dan pemukiman turut mempercepat hilangnya wilayah hutan.

Kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau panjang, semakin memperburuk kondisi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran besar menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kehilangan hutan primer di berbagai wilayah Indonesia.

Dampak dari hilangnya hutan terjadi dalam skala luas dan memengaruhi banyak aspek kehidupan.

Kehilangan hutan primer berarti hilangnya habitat flora dan fauna, termasuk spesies endemik dan terancam punah.

Deforestasi juga memicu naiknya emisi gas rumah kaca yang memperburuk perubahan iklim. Di banyak daerah, hilangnya tutupan hutan meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir, longsor, kekeringan, dan penurunan kualitas tanah.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan upaya pemantauan dan pengendalian laju deforestasi.

Sejumlah kebijakan seperti moratorium izin hutan primer dan lahan gambut, rehabilitasi hutan, serta penguatan program perhutanan sosial menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kerusakan hutan.

Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam pengawasan kegiatan industri dan penyelarasan kepentingan ekonomi dengan konservasi lingkungan.

Permintaan komoditas global, konflik kepentingan lahan, serta keterbatasan pengawasan di daerah menjadi hambatan yang membuat penurunan deforestasi tidak berjalan cepat.

Para pemerhati lingkungan menilai bahwa perlindungan hutan harus dibarengi dengan reformasi tata kelola lahan yang lebih ketat, transparansi dalam perizinan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan.

Laporan terbaru ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

Baca Juga: Mengapa Perempuan Berkelas Memilih Tetap Privat dan Tidak Banyak Mengekspos Hidupnya? Ulasan Lengkap Baca Halaman All

Dengan luas hutan tropis terbesar ketiga di dunia, langkah Indonesia sangat berpengaruh terhadap upaya dunia menekan krisis iklim.

Penurunan laju deforestasi tidak hanya penting bagi lingkungan hidup, tetapi juga bagi keberlanjutan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di masa depan.

Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan bahwa kegiatan pembangunan dan eksploitasi lahan tidak terus mengorbankan hutan alam.

Penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi masyarakat menjadi faktor penting yang harus berjalan beriringan.

Berbagai pihak berharap bahwa data kehilangan hutan yang tinggi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perlindungan hutan di Indonesia.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kerusakan hutan Indonesia #hutan primer tropis #kehilangan hutan Indonesia #deforestasi Indonesia #penyebab deforestasi