RADARBONANG.ID - Aksi galang dana yang dibuka Ferry Irwandi melalui platform Kitabisa.com untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatra menjadi salah satu pengumpulan donasi tercepat dan terbesar sepanjang 2025.
Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, total donasi yang masuk dilaporkan menembus lebih dari Rp10 miliar, angka yang jarang terjadi untuk kampanye individu di platform donasi tersebut.
Donasi ini dibuka sebagai respon cepat atas kondisi darurat di sejumlah wilayah di Sumatra yang mengalami bencana banjir parah.
Baca Juga: Merasa Cepat Lelah di Keramaian? Mungkin Kamu Introvert, Ini 4 Ciri Menurut Psikologi
Ribuan warga terdampak, sebagian kehilangan tempat tinggal, dan jaringan logistik terputus akibat luapan sungai serta longsor yang merusak akses jalan utama.
Kondisi ini memicu gelombang solidaritas nasional, dan salah satu titik pusatnya adalah kanal donasi yang dibuka Ferry Irwandi.
Pada tiga jam pertama, kampanye tersebut sudah menarik perhatian besar. Jumlah donasi langsung melesat hingga sekitar Rp1 miliar, didorong oleh sebaran informasi di media sosial dan respons cepat dari warganet yang mengikuti unggahan Ferry.
Tidak berhenti di situ, Ferry kemudian membuka sesi live streaming selama 12 jam, yang menjadi faktor percepatan donasi paling signifikan.
Selama siaran langsung itu, publik terus berdatangan untuk berdonasi. Dalam waktu sekitar tiga jam live streaming, donasi sudah mencapai Rp5 miliar.
Jumlah itu terus bertambah seiring meningkatnya jumlah penonton dan dorongan dari komunitas online yang turut menyebarkan informasi.
Di akhir sesi live streaming, angka donasi melonjak ke Rp8,8 miliar, menjadikannya kampanye bencana paling cepat berkembang di Kitabisa pada akhir 2025.
Setelah kampanye berlanjut sampai mendekati 24 jam, donasi resmi tembus lebih dari Rp10 miliar.
Media nasional mencatat pencapaian ini sebagai bentuk partisipasi publik yang luar biasa, terutama karena terjadi dalam situasi darurat yang membutuhkan bantuan cepat dan terkoordinasi.
Besarnya respons publik juga dipengaruhi oleh reputasi Ferry Irwandi sebagai figur yang sering terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial.
Melalui konten siaran langsung dan pembaruan di media sosial, Ferry menampilkan detail kebutuhan korban, mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan evakuasi.
Pendekatan ini membuat donatur merasa lebih dekat dengan kondisi lapangan dan termotivasi untuk membantu.
Platform Kitabisa sendiri telah mengonfirmasi bahwa kampanye penggalangan dana tersebut mendapatkan lonjakan partisipasi dari seluruh Indonesia.
Meski platform mengenakan biaya operasional, seluruh dana bersih yang terkumpul akan dialokasikan untuk penanganan korban banjir di berbagai wilayah Sumatra.
Tingginya angka donasi yang terhimpun menandakan kepercayaan publik yang kuat terhadap mekanisme penggalangan dana daring, serta meningkatnya budaya solidaritas digital di Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Berubah, Persatu Tuban Siap Tempur Hadapi Bojonegoro FC di Laga Pembuka Liga 4 Jatim
Di sisi lain, hal ini juga menuntut transparansi dalam penggunaan dana yang terhimpun. Maka dari itu, publik saat ini menunggu laporan penyaluran yang akan diumumkan secara berkala oleh penyelenggara kampanye.
Kampanye Ferry Irwandi ini sekaligus mencerminkan bagaimana figur publik dan kanal digital dapat menjadi penggerak cepat dalam situasi bencana.
Dengan distribusi informasi yang masif, empati publik dapat berubah menjadi tindakan nyata dalam waktu singkat.
Aksi donasi yang menembus lebih dari Rp10 miliar dalam satu hari tidak hanya mencatat rekor baru, tetapi juga menjadi bukti bahwa gotong royong digital di Indonesia dapat bekerja sangat efektif dalam kondisi darurat.
Masyarakat kini berharap dana yang terhimpun dapat segera disalurkan kepada korban secara merata dan tepat sasaran.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah