Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Timnas Cerebral Palsy Indonesia Cetak Sejarah, Lolos ke IFCPF World Cup 2026

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 21 November 2025 | 21:10 WIB

Para pemain Timnas CP Indonesia merayakan gol ke gawang Thailand dalam semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025 di Stadion Sriwedari, Solo.
Para pemain Timnas CP Indonesia merayakan gol ke gawang Thailand dalam semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025 di Stadion Sriwedari, Solo.

RADARBONANG.ID – Sebuah babak baru tercipta dalam perjalanan sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia.

Di Stadion Sriwedari, Solo, tim CP Indonesia menaklukkan Thailand dengan skor 3–1 dalam semifinal IFCPF Asia Oceania Cup 2025.

Kemenangan ini bukan hanya mengantar mereka ke final turnamen, tetapi juga memastikan tiket ke panggung besar: IFCPF World Cup 2026 di Amerika Serikat.

Baca Juga: Gowes Kembali Hits: Kenapa Anak Muda Ternyata Kangen Sepeda Lagi?

Momen bersejarah ini dirayakan sebagai bukti bahwa kerja keras, strategi matang, dan semangat pantang menyerah bisa mengubah impian menjadi kenyataan.

Nama-nama seperti Hafthah Wicaksono, Diky Hendrawan, dan Rizky Mulyana tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah mencetak gol penting.

Gol Penentu dan Aksi Heroik

Gol pertama Indonesia datang dari Hafthah Wicaksono pada menit ke-17, membuka jalan bagi tim Merah Putih.

Namun, Thailand tak tinggal diam dan menyamakan kedudukan lewat Narongchai Thaohong.

Ketegangan meningkat, tetapi Indonesia berhasil menguasai momentum melalui gol bunuh diri pemain Thailand, Phonpipat Nampaksa, pada menit ke-67 setelah tendangan keras Diky Hendrawan.

Gol penentu kemudian lahir dari penyelesaian matang Rizky Mulyana di menit ke-76, setelah ia mencuri bola dan melepaskan tembakan tenang ke sisi kiri gawang.

Pelatih Yanuar: Momentum Kebangkitan

Pelatih tim, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, menyatakan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, ini adalah momen kebangkitan sepak bola CP Indonesia.

Awalnya, tim hanya menargetkan finish di empat besar, terutama karena Iran dan Australia lebih diunggulkan.

Namun setelah kemenangan mengejutkan atas Australia (2–1) dan Jepang (1–0), keyakinan tumbuh dan ambisi pun melebar. Yanuar pun menaikkan target: lolos ke final — dan akhirnya World Cup.

Salah satu keputusan taktis kuncinya adalah memasukkan Rizky Mulyana menggantikan kapten Yahya Hernanda.

Kecepatan dan akselerasi Rizky menjadi senjata utama dalam menekan pertahanan Thailand dan membuka celah untuk gol.

Energi dari Suporter dan Penyemangat dari Tribun

Tak hanya performa di lapangan, dukungan suporter menjadi faktor penting keberhasilan tim.

Ribuan pendukung memadati tribun barat Sriwedari, meneriakkan yel-yel dan menyemangati para pemain dari awal hingga akhir pertandingan.

Diky Hendrawan, yang kemudian dinobatkan sebagai Man of the Match, mengaku bahwa semangat dari tribun memberi energi ekstra baginya dan rekan-rekan, terutama pada masa perpanjangan waktu.

Ia pun berharap suporter kembali hadir di final untuk memberi dorongan terakhir kepada tim.

Makna Besar untuk Olahraga Disabilitas di Indonesia

Lolosnya Indonesia ke IFCPF World Cup 2026 bukan sekadar prestasi olahraga: ini juga simbol perubahan bagi olahraga disabilitas nasional.

Momentum ini mempertegas bahwa atlet dengan cerebral palsy memiliki potensi besar dan bisa bersaing di kancah dunia.

Keberhasilan tim CP Indonesia dapat membuka pintu lebih luas untuk pengembangan atlet CP lainnya di masa depan.

Bagi Yanuar dan pemain, kepercayaan diri sejak awal turnamen menjadi kunci. Dari tim yang “meraba-raba”, kini mereka berada di jalur yang jauh lebih tinggi dan lebih terhitung secara serius dalam kompetisi internasional.

Skuad Timnas Sepak Bola CP Indonesia memberi salam penghormatan kepada suporter usai memastikan tiket ke IFCPF World Cup 2026.
Skuad Timnas Sepak Bola CP Indonesia memberi salam penghormatan kepada suporter usai memastikan tiket ke IFCPF World Cup 2026.

Tantangan Menanti di Piala Dunia

Meski sudah mengamankan tiket ke Amerika Serikat, perjuangan belum selesai. Di final IFCPF Asia Oceania Cup, Indonesia akan menghadapi tantangan besar lagi.

Namun dengan momentum positif, dukungan suporter, dan strategi yang terbukti efektif, harapan untuk tampil apik di World Cup 2026 semakin membara.

Baca Juga: Kisah di Balik “Seandainya”: Pernah Dinyanyikan Raisa Saat Masih di Band Andante

Timnas CP Indonesia kini memegang kunci harapan baru: bukan hanya untuk menjuarai turnamen Asia-Oceania, tetapi untuk menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersinar di panggung global.

Untuk itu, dukungan publik sangat penting agar para atlet CP terus termotivasi dan persiapan menuju Piala Dunia berjalan maksimal.

Dengan keberhasilan ini, sepak bola CP Indonesia menegaskan satu hal: keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#IFCPF World Cup 2026 #Indonesia vs Thailand #IFCPF Asia Oceania Cup #Timnas CP Indonesia #sepak bola cerebral palsy