RADARBONANG.ID - Patung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, yang berdiri di kawasan Alun-Alun Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah mengalami kerusakan cukup serius pada bagian leher.
Kejadian ini viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari warganet yang mempertanyakan kondisi fasilitas publik dan perawatan ikon sejarah tersebut.
Foto dan video yang memperlihatkan celah dan retakan pada bagian leher patung menyebar cepat, membuat nama Alun-Alun Indramayu menjadi perbincangan hangat di berbagai platform.
Baca Juga: Ngopi Sambil Memandang Klenteng di Tepi Laut: Starling Motor Jadi Spot Healing Malam di Tuban
Patung Soekarno yang selama ini berdiri berdampingan dengan patung Mohammad Hatta menjadi salah satu titik perhatian warga yang melintasi pusat kota.
Letaknya yang strategis membuat siapa pun dapat melihat langsung kondisinya dari dekat.
Karena itu, ketika kerusakan terlihat secara kasat mata, banyak warga merasa prihatin dan khawatir bahwa simbol nasional tersebut dibiarkan rusak tanpa penanganan.
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pemerintah daerah akhirnya angkat bicara.
Plt Kabid Perumahan dan Permukiman pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimrum) Kabupaten Indramayu, Krisdiantoro, menjelaskan kronologi penyebab kerusakan.
Ia menegaskan bahwa retakan itu bukan akibat kelalaian perawatan atau vandalisme, melainkan karena insiden tak terduga saat cuaca buruk melanda Indramayu.
Kerusakan terjadi pada Kamis (13/11) ketika tenda acara SK PPPK Paruh Waktu yang didirikan di area alun-alun roboh akibat diterpa angin kencang.
Tenda besar tersebut tumbang dan sebagian rangkanya mengenai bagian kepala patung Soekarno.
Benturan keras itu menyebabkan struktur leher patung retak hingga memicu kekhawatiran dan spekulasi beragam dari publik.
“Kerusakan terjadi setelah tenda acara roboh karena angin kencang. Tenda itu jatuh menimpa kepala patung dan mengakibatkan retak pada bagian leher,” jelas Krisdiantoro.
Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat cepat dan tidak sempat dicegah oleh petugas yang sedang menyiapkan area acara.
Setelah kerusakan terkonfirmasi, pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan awal dengan menutup patung menggunakan kain.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut serta mengurangi perhatian publik sebelum proses perbaikan dimulai.
Menurut Krisdiantoro, penutupan bersifat sementara sambil mempersiapkan pencopotan patung untuk proses restorasi menyeluruh.
Tidak hanya patung Soekarno yang akan diperbaiki, patung Mohammad Hatta yang posisinya berdampingan juga akan dicopot sementara.
Hal ini dilakukan karena kedua patung tersebut dibuat sebagai pasangan dan memiliki konstruksi serta material yang serupa.
Dengan proses pencopotan, tim pemulihan dapat memeriksa kondisi seluruh struktur patung secara lebih detail.
“Kita copot dulu semuanya termasuk yang Bung Hatta, karena keduanya ini berpasangan ya. Kita copot sampai dengan perbaikan selesai,” ujar Krisdiantoro.
Pemerintah Kabupaten Indramayu kini sedang menyusun langkah restorasi yang melibatkan tenaga ahli serta analisis struktur untuk memastikan perbaikan berlangsung optimal dan aman.
Pemeriksaan material, penguatan struktur, dan penyesuaian metode perbaikan menjadi bagian penting agar patung tidak hanya kembali seperti semula, tetapi juga lebih kokoh menghadapi kondisi cuaca ekstrem di masa depan.
Di sisi lain, masyarakat berharap proses pemulihan dilakukan dengan cepat dan tepat.
Banyak warga yang menyayangkan insiden tersebut namun memahami bahwa kejadian akibat cuaca buruk sulit dihindari.
Beberapa warganet juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan prosedur keamanan setiap kali ada pemasangan tenda besar di area publik, terutama pada musim angin kencang.
Meski demikian, Pemkab Indramayu memastikan bahwa ikon nasional itu akan dikembalikan ke kondisi semula.
Patung Soekarno–Hatta tidak hanya menjadi elemen estetika kota, tetapi juga simbol sejarah bangsa yang memiliki nilai edukatif dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
Dengan komitmen perbaikan total, pemerintah berharap kepercayaan publik tetap terjaga sekaligus memastikan fasilitas publik lainnya mendapat perhatian serupa di masa mendatang.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah