Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pendakian Ditutup Total, Ratusan Pendaki Masih di Jalur Ranu Kumbolo

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 20 November 2025 | 16:10 WIB

Pagi ini, Selasa (9/1/2024), asap putih tebal setinggi kurang lebih 700 meter terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo
Pagi ini, Selasa (9/1/2024), asap putih tebal setinggi kurang lebih 700 meter terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo

RADARBONANG.ID — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan hingga statusnya resmi dinaikkan ke Level IV atau Awas.

Peningkatan status ini terjadi setelah gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi yang memicu hujan abu dan guguran material di sejumlah titik.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) langsung menutup seluruh jalur pendakian demi keselamatan pengunjung.

Namun di tengah penutupan itu, masih terdapat ratusan pendaki yang tercatat berada di jalur, terutama di kawasan Ranu Kumbolo.

Baca Juga: Kenapa Bau Newborn Bikin Nagih? Fenomena ‘Newborn Smell Addiction’ yang Dialami Hampir Semua Ibu Baru

Menurut data resmi yang dirilis TNBTS, masih ada 137 pendaki yang berada di kawasan tersebut saat status gunung diumumkan naik level.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, yang menegaskan bahwa jumlah keseluruhan orang yang berada di Ranu Kumbolo mencapai 178 orang.

Angka ini tidak hanya mencakup pendaki, tetapi juga petugas lapangan dan tim pendukung yang sedang bertugas.

“Jumlah orang yang berada di Ranu Kumbolo sebanyak 178 orang yang terdiri dari 137 pendaki, 1 petugas, 2 saver, 7 orang PPGST, 15 porter, dan 6 orang dari Tim Kementerian Pariwisata,” jelas Septi Eka Wardhani dalam laporan terbarunya. Data ini merupakan pembaruan dari informasi sebelumnya yang melaporkan terdapat 60 pendaki di area tersebut.

Seluruh Pendaki Dipastikan Selamat dan dalam Pemantauan

Meski kondisi Semeru disebut meningkat, seluruh pendaki yang berada di jalur dipastikan dalam keadaan selamat.

Pihak TNBTS menyebut bahwa tim lapangan tengah melakukan monitoring intensif untuk memastikan tidak ada masalah logistik maupun kesehatan yang dialami para pendaki.

Komunikasi melalui radio dan perangkat pemantau cuaca juga terus diaktifkan untuk memonitor perubahan kondisi gunung secara real time.

Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi seluruh pendaki masih stabil dan terkendali.

Meski demikian, jalur turun sudah disiapkan agar proses evakuasi dapat berlangsung cepat apabila situasi memburuk.

“Pendaki dalam kondisi aman. Kami memastikan bahwa koordinasi di lapangan berjalan efektif dan pendaki tetap berada di titik aman sampai instruksi evakuasi diberikan,” ujarnya dalam pembaruan sebelumnya.

Penutupan Pendakian dan Prosedur Keamanan

Naiknya status Semeru ke Level IV membuat TNBTS segera menutup seluruh pintu pendakian.

Langkah ini mengikuti standar mitigasi bencana yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dengan status Awas, masyarakat dan pendaki dilarang melakukan aktivitas apa pun di radius yang direkomendasikan, termasuk di jalur menuju puncak Mahameru.

Pendakian menuju puncak Mahameru sudah lama dilarang, tetapi peningkatan status kali ini membuat area seperti Ranu Pane, Ranu Kumbolo, hingga Kali Mati berada dalam pengawasan lebih ketat.

Petugas berjaga di sejumlah titik jalur untuk memastikan tidak ada pendaki baru yang masuk dan memastikan proses turun pendaki berjalan tertib.

Baca Juga: Gunung Omuro, Gunung Berapi Tidur Berbentuk Mangkuk yang Jadi Simbol Alam dan Budaya Izu

Fokus Evakuasi Bertahap

TNBTS menyebut bahwa proses pemulangan pendaki dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan cuaca, jarak tempuh, dan situasi aktivitas gunung.

Ranu Kumbolo sebagai lokasi perkemahan besar berada jauh lebih aman dibanding area yang mendekati puncak, namun tetap harus segera dikosongkan.

Hingga laporan terakhir, tim penyelamat, porter, petugas taman nasional, dan rombongan dari Kementerian Pariwisata berada di jalur untuk membantu proses turun pendaki.

TNBTS memastikan bahwa logistik makanan, persediaan air, serta alat keselamatan masih mencukupi untuk seluruh orang yang berada di Ranu Kumbolo.

Meski suasana di lapangan dilaporkan terkendali, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan TNBTS terkait perkembangan terbaru aktivitas Gunung Semeru.

Pihak TNBTS menegaskan bahwa keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar menjadi prioritas utama.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Status Semeru Level IV #pendaki Ranu Kumbolo #evakuasi pendaki Semeru #erupsi Gunung Semeru #TNBTS Semeru