Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Uang Maldives Memukau Dunia, Indonesia Pernah Lebih Dulu Lewat Animal Series

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 14 November 2025 | 01:10 WIB

Uang kertas 1.000 rufiyaa dari Maladewa yang terkenal dengan desain lautnya yang menawan, lengkap dengan ilustrasi penyu dan terumbu karang berwarna cerah.
Uang kertas 1.000 rufiyaa dari Maladewa yang terkenal dengan desain lautnya yang menawan, lengkap dengan ilustrasi penyu dan terumbu karang berwarna cerah.

RADARBONANG.ID – Uang kertas Maldives dikenal luas sebagai salah satu yang tercantik di dunia.

Dengan warna-warna cerah, ilustrasi kehidupan laut yang memukau, serta bahan polimer yang tahan lama, desainnya berhasil memadukan unsur budaya dan keindahan alam khas negara kepulauan di Samudra Hindia itu.

Tak hanya indah secara visual, uang Maldives juga dinilai sebagai salah satu yang paling inovatif.

Material polimernya membuat lembaran uang tersebut lebih awet, tahan air, dan sulit dipalsukan.

Baca Juga: Trailer Film Biopik “Michael” Resmi Dirilis: Jaafar Jackson Hidupkan Kembali Sang Raja Pop

Kolektor numismatik dunia bahkan menempatkannya dalam daftar uang dengan desain terbaik secara global.

Namun, jauh sebelum keindahan uang Maldives viral di media sosial, Indonesia ternyata sudah lebih dulu menghadirkan karya seni serupa melalui seri uang kertas 1957, yang dikenal dengan nama Animal Series.

Seri ini dicetak oleh perusahaan ternama asal Inggris, Thomas De La Rue & Co., atas pesanan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Sjafruddin Prawiranegara.

Setiap pecahan menampilkan ilustrasi hewan-hewan endemik dari berbagai wilayah nusantara — mulai dari orangutan, rusa, badak, buaya, tupai, harimau, gajah, komodo, hingga banteng.

Keberadaan Animal Series bukan hanya memperlihatkan kekayaan fauna Indonesia, tetapi juga mencerminkan keinginan kuat bangsa di awal kemerdekaan untuk menampilkan identitas nasional melalui desain uang.

Elemen artistik dan simbolik pada setiap lembar rupiah menggambarkan semangat kebanggaan terhadap alam dan budaya sendiri.

Menariknya, beberapa pecahan dari seri ini kini tergolong langka karena hanya beredar dalam jumlah terbatas, bahkan ada yang tidak sempat diedarkan sama sekali.

Kondisi itu membuat kolektor uang lama memburu Animal Series sebagai salah satu aset bersejarah dan bernilai tinggi.

Belakangan, pembicaraan soal keindahan uang kembali ramai di media sosial, seiring dengan rencana pemerintah melakukan redenominasi rupiah yang mulai dibahas ulang di berbagai forum ekonomi.

Warganet bahkan sempat ramai-ramai membahas hal ini di platform X (Twitter), di mana banyak warganet mengusulkan agar desain uang baru nantinya menampilkan tema fauna khas Indonesia.

“Kalau rupiah baru dibuat kayak Animal Series tapi pakai bahan polimer, pasti awet dan keren banget,” tulis salah satu pengguna X.

Bukti bahwa Indoensia pernah punya uang  bagus. Uang kertas Indonesia pecahan Rp20.000 dari seri lama yang menampilkan burung cendrawasih — simbol keindahan dan kekayaan fauna nusantara.
Bukti bahwa Indoensia pernah punya uang bagus. Uang kertas Indonesia pecahan Rp20.000 dari seri lama yang menampilkan burung cendrawasih — simbol keindahan dan kekayaan fauna nusantara.

Baca Juga: Menuju Rupiah Baru: Kemenkeu Siapkan RUU Redenominasi untuk Efisiensi Ekonomi

Banyak pula yang menilai, penggunaan bahan polimer akan membuat uang lebih tahan lama, tidak mudah robek, dan yang terpenting lebih sulit dipalsukan.

“Sekalian biar aman dari uang palsu dan bisa tahan panas atau air,” cuit warganet lainnya.

Usulan itu ramai mendapat dukungan karena dianggap mampu menggabungkan unsur estetika, keamanan, dan edukasi.

Bagi sebagian pengguna media sosial, desain uang yang menampilkan satwa endemik bisa menjadi sarana memperkenalkan kekayaan alam Indonesia kepada generasi muda — sekaligus menandai era baru rupiah yang lebih modern dan berkarakter. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#uang kertas polimer Indonesia #desain rupiah baru #redenominasi rupiah #Animal Series 1957