Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gugur dengan Kepala Tegak: Timnas U-17 Ukir Sejarah Jadi Satu-satunya ASEAN yang Raih Kemenangan di Piala Dunia U-17 2025

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 12 November 2025 | 21:10 WIB

Air mata, peluh, dan sejarah! ???????? Garuda Muda kalahkan Honduras 2-1 di Piala Dunia U-17. Gugur terhormat, pulang dengan kepala tegak
Air mata, peluh, dan sejarah! ???????? Garuda Muda kalahkan Honduras 2-1 di Piala Dunia U-17. Gugur terhormat, pulang dengan kepala tegak

RADARBONANG.ID – Langkah Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 Qatar memang harus terhenti di fase grup.

Namun, perjuangan mereka jauh dari kata gagal. Justru, skuad muda Garuda mencatatkan sejarah baru — menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berhasil meraih kemenangan di turnamen bergengsi tersebut.

Kemenangan bersejarah itu terjadi saat Indonesia menaklukkan Honduras U-17 dengan skor 2-1 di laga terakhir Grup H.

Baca Juga: Dean James dan Jay Idzes Bersinar di Eropa, Susul Aksi Kevin Diks yang Cetak Gol di Bundesliga

Meski gagal melaju ke babak 16 besar, kemenangan ini menjadi catatan emas bagi sepak bola muda Indonesia di kancah dunia.

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim bermain terbuka dan sama-sama mengincar kemenangan demi menjaga asa lolos.

Indonesia yang tampil dengan formasi menyerang tampil percaya diri dan berani menguasai bola.

Momen krusial datang di menit ke-52. Mierza Firjatullah dilanggar di kotak penalti usai melakukan penetrasi cepat dari sisi kanan.

Setelah wasit meninjau insiden tersebut lewat VAR, akhirnya titik putih diberikan untuk tim Merah Putih.

Evandra Florasta yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan dingin. Tembakan tenangnya mengecoh kiper Honduras dan membawa Garuda Muda unggul 1-0.

Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama. Dua menit berselang, Honduras mendapat hadiah penalti setelah bola mengenai tangan Putu Panji di area terlarang.

Luis Suazo tampil sebagai algojo dan berhasil menaklukkan Mike Rajasa, membuat skor kembali imbang 1-1 di menit ke-54.

Namun semangat juang Garuda Muda tak luntur sedikit pun. Mereka terus menekan dan bermain dengan determinasi tinggi.

Upaya keras itu akhirnya berbuah manis di menit ke-72. Fadly Alberto, yang berdiri bebas di depan kotak penalti, melepaskan tembakan mendatar keras.

Bola sempat memantul tipis sebelum meluncur mulus ke gawang Honduras — membawa Indonesia kembali unggul 2-1.

Gol tersebut menjadi penentu kemenangan dramatis bagi Garuda Muda di laga pamungkas Grup H.

Meski tampil solid hingga peluit panjang berbunyi, hasil ini belum cukup membawa Indonesia ke babak 16 besar.

Berdasarkan klasemen akhir, Timnas U-17 menempati posisi ketiga Grup H dengan empat poin — hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.

Namun, mereka gagal masuk daftar empat tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melangkah ke fase gugur.

Pelatih Nova Arianto tetap memuji kerja keras anak asuhnya.

Baca Juga: Terungkap! Museum Kambang Putih Tuban Simpan Naskah Ramalan Jawa dari Abad ke-18, Lebih Tua dari Tarot dan Zodiak!

FIFA melalui laman resminya juga menyoroti performa Indonesia yang dinilai “berani, disiplin, dan penuh semangat.” Indonesia kini tercatat sebagai negara ASEAN pertama dalam sejarah yang berhasil meraih kemenangan di ajang Piala Dunia U-17.

Sorakan bangga menggema di media sosial, ribuan netizen menyebut perjuangan Garuda Muda sebagai simbol kebangkitan dan harapan baru sepak bola nasional.

Meski gugur di fase grup, Timnas U-17 pulang dengan kepala tegak. Qatar menjadi saksi bahwa generasi baru sepak bola Indonesia siap menatap masa depan dengan semangat juang tanpa batas.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Piala Dunia U 17 2025 #Garuda Muda #Timnas Indonesia U 17 #Indonesia vs Honduras #Nova Arianto