Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Rel Mati 2.233 Km, Jalur Jombang–Babat–Tuban Masuk Radar Reaktivasi: Antara Asa dan Anggaran yang Seret

Tulus Widodo • Jumat, 7 November 2025 | 21:14 WIB
Kemenhub menetapkan jalur kereta Jombang–Babat–Tuban sebagai proyek prioritas reaktivasi
Kemenhub menetapkan jalur kereta Jombang–Babat–Tuban sebagai proyek prioritas reaktivasi

RADARBONANG.ID – Di antara deretan rel tua yang tertimbun tanah dan ditumbuhi semak, ada sepotong kisah panjang transportasi Jawa Timur yang belum usai.

Jalur Jombang–Babat–Tuban, yang puluhan tahun lalu jadi urat nadi ekonomi wilayah barat Jatim, kini resmi masuk daftar prioritas reaktivasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Tapi seperti banyak rencana besar lainnya, proyek ini masih tertahan di meja anggaran.

“Total jalur nonaktif sebanyak 2.233 kilometer,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar beberapa waktu lalu.

“Kita punya RIPNas sampai 2030. Ada beberapa proyek reaktivasi jalur yang tidak beroperasi. Detilnya ada di dalam RIPNas,” lanjutnya.

Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) itu, pemerintah menegaskan bahwa revitalisasi rel-rel mati bukan sekadar proyek nostalgia, tapi bagian dari strategi jangka panjang membangun jaringan transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan.

Beberapa jalur di Jawa sudah ditandai sebagai target hidup kembali—mulai dari Cianjur–Padalarang hingga Banjar–Cijulang.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur Kereta Api Jombang-Babat-Tuban Kembali Mengemuka

Berpotensi Kurangi Beban Logistik Jalur Pantura

Namun, salah satu yang paling menarik perhatian adalah jalur Jombang–Babat–Tuban, yang melintasi jantung industri dan perdagangan Jawa Timur.

Jalur ini dulu menjadi penghubung penting antara kawasan agraris di Jombang, pusat perdagangan Babat, dan pelabuhan strategis di Tuban.

Jika direaktivasi, jalur tersebut berpotensi mengurangi beban logistik jalan raya pantura yang makin padat, sekaligus membuka akses baru bagi ekonomi lokal.

Banyak kalangan menilai, reopening jalur Jombang–Babat–Tuban bisa menjadi penyeimbang antara pembangunan infrastruktur besar di kota besar dan kebutuhan nyata transportasi rakyat di daerah.

Realisasi Proyek Terbentur Anggaran

Namun, di balik rencana ambisius itu, satu hal masih mengganjal: anggaran.

Kemenhub mengakui, realisasi proyek reaktivasi akan bergantung penuh pada kemampuan fiskal negara dalam beberapa tahun ke depan.

Proyek baru seperti LRT, MRT, dan kereta cepat whoosh saat ini masih menyedot sebagian besar kue infrastruktur nasional.

“Di Jawa ada, Sumatera ada. Tapi semua tergantung alokasi anggaran,” tegas Arif.

Berikut daftar lengkap rencana reaktivasi jalur kereta api di Pulau Jawa hingga 2030 berdasarkan RIPNas :

Banyak Titik Jalur Berubah Fungsi

Jalur Jombang–Babat–Tuban menjadi salah satu yang paling realistis untuk dihidupkan kembali karena trase lama masih relatif utuh, bahkan beberapa stasiun peninggalan kolonial seperti Babat masih berdiri.

Hanya saja, banyak titik jalur yang kini berubah fungsi—ditimpa bangunan, jalan desa, bahkan sawah produktif—sehingga butuh pembebasan lahan ulang.

Di sisi lain, pemerintah daerah di lintasan itu mulai menunjukkan ketertarikan untuk mendorong proyek ini masuk skala prioritas.

Bagi Tuban, kehadiran kembali kereta bukan hanya soal mobilitas warga, tapi juga peluang baru bagi pelabuhan dan industri semen yang terus berkembang.

Meski begitu, hingga kini belum ada sinyal pasti kapan proyek reaktivasi benar-benar dimulai.

Rencana besar itu masih menunggu lampu hijau dari Kemenkeu dan Bappenas.

Jika tak segera direalisasikan, jalur bersejarah ini berpotensi benar-benar hilang dari peta transportasi nasional.

Padahal, di setiap bantalan rel yang berkarat itu tersimpan potensi ekonomi besar yang siap bergerak kembali — asal negara mau menggulirkan roda anggarannya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#babat #jombang #perdagangan jawa timur #jalur kereta #kereta api #RIPNas 2030 #tuban #jalur pantura