Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Desa Pemuteran Bali Dinobatkan Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia 2025 versi UN Tourism

Muhammad Azlan Syah • Kamis, 6 November 2025 | 04:10 WIB

Suasana pura di Desa Pemuteran, simbol harmoni budaya dan alam.
Suasana pura di Desa Pemuteran, simbol harmoni budaya dan alam.

RADARBONANG.ID – Kabar membanggakan datang dari Pulau Dewata.

Desa Pemuteran, yang terletak di pesisir barat Kabupaten Buleleng, Bali, resmi dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2025 oleh United Nations World Tourism Organization (UN Tourism) — lembaga pariwisata di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang digelar di Huzhou, Tiongkok, pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Baca Juga: Tiga Bule Amerika Ikut Main Sepak Rago Tinggi di Riau, Kagum dengan Tradisi yang Sudah Bertahan Sejak 1833

Dari total 300 desa wisata kandidat yang berasal dari 75 negara, Pemuteran berhasil menembus daftar 52 desa terbaik dunia, menorehkan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di panggung global.

Simbol Harmoni Alam dan Masyarakat

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi panjang antara masyarakat, pelaku usaha, serta pemerintah daerah.

“Keberhasilan Desa Pemuteran bukan sekadar soal destinasi indah, tapi tentang bagaimana masyarakatnya menjaga keseimbangan antara pelestarian alam laut, pemberdayaan ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Desa Pemuteran memang dikenal sebagai pionir ekowisata laut di Indonesia.

Sejak awal 2000-an, warga setempat aktif melakukan restorasi terumbu karang melalui program Biorock Reef Restoration—sebuah proyek berbasis komunitas yang kini diakui dunia sebagai salah satu inovasi konservasi laut paling sukses di Asia.

Selain melestarikan ekosistem, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga, mulai dari penyedia jasa wisata selam, kuliner laut ramah lingkungan, hingga usaha penginapan berbasis homestay.

Daya Tarik yang Unik dan Berkelanjutan

Keindahan Desa Pemuteran tidak hanya terletak pada lautnya yang jernih, tapi juga pada keharmonisan kehidupan sosial warganya.

Desa ini memadukan unsur spiritualitas Hindu Bali, adat lokal, dan semangat ramah tamah khas masyarakat pesisir.

Para wisatawan yang datang ke Pemuteran dapat menikmati berbagai aktivitas seperti snorkeling, diving, yoga retreat, trekking perbukitan, hingga wisata budaya di pura dan desa adat sekitar.

Namun, yang paling menarik adalah bagaimana seluruh kegiatan wisata diatur untuk tidak merusak lingkungan.

Setiap penginapan di Pemuteran diwajibkan menerapkan prinsip green tourism — mulai dari pengelolaan limbah, pengurangan plastik sekali pakai, hingga penggunaan energi terbarukan.

“Desa ini jadi contoh nyata bahwa pariwisata bisa maju tanpa harus mengorbankan alam,” tutur Gede Dody.

Inspirasi Bagi Desa Wisata Lain

Penghargaan dari UN Tourism ini juga diharapkan menjadi pemicu semangat bagi desa-desa wisata lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Menurut Gede Dody, Pemuteran telah membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas (community-based tourism) bisa menjadi kunci kesuksesan pengelolaan wisata di era modern.

“Ketika warga menjadi subjek, bukan objek, pariwisata akan tumbuh lebih sehat dan berumur panjang,” tambahnya.

Baca Juga: LAIR: Musik Tanah Liat dari Jatiwangi yang Menggema hingga Panggung Dunia

Dengan prestasi ini, Desa Pemuteran kini sejajar dengan desa wisata kelas dunia seperti Laguardia (Spanyol), Dazhai (Tiongkok), dan Caleta Tortel (Cile) yang juga masuk daftar Best Tourism Villages 2025.

Wisatawan menikmati senja di Pantai Pemuteran, ikon wisata berkelanjutan Bali.
Wisatawan menikmati senja di Pantai Pemuteran, ikon wisata berkelanjutan Bali.

Desa Kecil, Dampak Besar

Lebih dari sekadar destinasi, Pemuteran kini menjadi ikon keberhasilan Indonesia dalam mengusung konsep pariwisata hijau.

Di tengah krisis iklim global, desa kecil di ujung utara Bali ini mengirim pesan kuat ke dunia: bahwa kesejahteraan dan kelestarian bisa berjalan beriringan.

Atas pencapaian ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana menjadikan Pemuteran sebagai model percontohan nasional untuk pengembangan desa wisata berbasis lingkungan.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang menuju pariwisata yang lebih bijak,” tutup Gede Dody penuh harap.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#un tourism 2025 #desa wisata indonesia #wisata berkelanjutan bali #desa wisata terbaik dunia 2025 #desa pemuteran bali