Ayam kampung unggul (KUB) makin digemari karena rasanya gurih dan telurnya produktif. Tak heran kalau bisnis ternak ayam KUB kini jadi incaran banyak milenial dan pensiunan. Apa keunggulannya dan bagaimana cara memulainya?
RADARBONANG.ID – Di tengah maraknya bisnis digital dan startup teknologi, ada satu jenis usaha yang justru pelan-pelan naik daun dan menghasilkan pundi-pundi cuan secara konsisten: ternak ayam kampung unggul Balitnak (KUB).
Berbeda dengan ayam kampung biasa, ayam KUB adalah hasil pengembangan dari Balitbangtan (Badan Litbang Pertanian) yang lebih cepat besar, tahan penyakit, dan tetap punya rasa ayam kampung yang khas.
Tak heran jika permintaannya terus meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga, warung makan, hingga restoran besar.
Kenapa Harus Ayam KUB?
Ayam KUB bukan sekadar ayam kampung biasa. Berikut beberapa keunggulan ayam KUB yang bikin banyak orang kepincut buat mulai ternak:
- Produktivitas Telur Tinggi: Bisa bertelur 180–200 butir/tahun.
- Pertumbuhan Cepat: Panen bisa mulai usia 70–90 hari.
- Tahan Penyakit: Lebih kuat terhadap penyakit dibanding ayam ras.
- Pakan Irit: Bisa diberi pakan campuran organik dan limbah dapur.
- Permintaan Pasar Tinggi: Konsumen lebih percaya pada ayam kampung untuk konsumsi sehat.
Dengan karakteristik tersebut, modal awal yang dibutuhkan relatif kecil, tapi potensi keuntungannya bisa 3–4 kali lipat jika dikelola dengan benar.
Simulasi Bisnis Sederhana
Misalnya, memulai dengan 100 ekor DOC (Day Old Chicken) ayam KUB:
- Harga DOC: Rp6.000 – Rp8.000/ekor
- Biaya pakan 3 bulan: Rp10.000 – Rp15.000/ekor
- Biaya kandang sederhana: Rp1 juta – Rp2 juta
Jika dijual saat usia 3 bulan seharga Rp45.000 – Rp60.000 per ekor, potensi omzet bisa tembus Rp5–6 juta per periode panen, belum termasuk hasil dari penjualan telur jika betina dipertahankan.
Cocok untuk Milenial & Pensiunan
Dengan sistem ternak semi intensif (ayam diumbar tapi tetap dikontrol), banyak orang bisa menjalankan bisnis ini sambil kerja kantoran atau dari rumah.
Bahkan, di beberapa daerah, komunitas peternak KUB sudah terbentuk, saling bantu dari pemasaran hingga pelatihan teknis.
Kementerian Pertanian bahkan mendorong program pembibitan KUB lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Ini artinya, peluang bisnisnya bukan hanya menguntungkan, tapi juga punya dukungan pemerintah.
Baca Juga: Ngaku Salah ke Anak Bukan Lemah! Justru Bukti Orang Tua yang Sudah ‘Naik Level'
Pemasaran Mudah
Di era digital, jualan ayam KUB bisa dilakukan lewat media sosial, marketplace lokal, hingga grup WhatsApp komplek. Selain itu, peternak juga bisa menjual:
- Ayam hidup
- Ayam potong bersih
- Telur ayam kampung
- Pupuk dari kotoran ayam (kompos organik)
Di saat banyak orang sibuk mencari bisnis rumit yang butuh teknologi tinggi, ternak ayam KUB justru tampil sebagai peluang usaha yang sederhana, menguntungkan, dan berkelanjutan.
Cocok untuk pemula, ibu rumah tangga, pensiunan, sampai milenial yang ingin punya side income.
Jadi, masih ragu mulai bisnis dari kandang belakang rumah? Siapa tahu, dari situlah rezeki kamu mengalir deras!(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah