Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kado Setahun Prabowo-Gibran: Rp 4 Triliun Dana BOS Madrasah dan RA Pekan Ini Cair!

Tulus Widodo • Senin, 20 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADARBONANG.ID – Kado istimewa hadir di momentum satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pemerintah memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah dan Raudlatul Athfal (RA) senilai Rp 4,01 triliun resmi cair mulai pekan ini.

Kucuran anggaran besar ini diharapkan jadi amunisi penting memperkuat mutu pendidikan Islam di seluruh Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, penyaluran dana ini merupakan bagian dari arahan presiden untuk memperkuat sektor pendidikan.

Fokus utamanya: meningkatkan kualitas belajar mengajar di lingkungan madrasah dan RA agar lahir generasi unggul yang berdaya saing global.

“Sesuai arahan presiden, kita perlu wujudkan pendidikan bermutu untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing global,” ujar Nazaruddin dikutip dari JawaPos.com, Senin (20/10).

Pencairan Triwulan III dan IV

Dana BOS tersebut mencakup pencairan Triwulan III dan IV Tahun Anggaran 2025, dengan alokasi Rp 204 miliar untuk BOP RA dan Rp 3,809 triliun untuk BOS madrasah.

Total 81 ribu lembaga penerima dinyatakan lolos verifikasi pencairan.

Penyaluran dilakukan secara bertahap ke rekening masing-masing lembaga melalui bank penyalur.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyebut, langkah ini adalah bentuk komitmen negara menjaga keberlanjutan layanan pendidikan Islam.

“BOP RA dan BOS Madrasah ini bukan sekadar angka. Ini komitmen kami memastikan keberlangsungan layanan pendidikan berkualitas, terutama di semester akhir tahun 2025,” tegasnya.

Amien menginstruksikan seluruh jajaran Kemenag, baik pusat maupun daerah, untuk mengawal proses pencairan secara transparan dan akuntabel.

“Dana ini harus tepat sasaran, digunakan sebagaimana mestinya, dan dilaporkan dengan tertib,” ujarnya.

Verifikasi Ketat Jadi Kunci Penyaluran

Ketatnya proses verifikasi menjadi kunci dalam penyaluran. Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah menegaskan, setiap lembaga penerima wajib menyelesaikan laporan pertanggungjawaban Triwulan II sebelum bisa mengakses pencairan tahap berikutnya.

“Dokumen valid dan lengkap akan langsung diproses. Ini bagian dari disiplin anggaran,” ujarnya.

Nyayu juga mengingatkan seluruh kepala RA dan madrasah agar memastikan status pengajuan di aplikasi eRKAM V2 (untuk BOS) atau Portal BOS Kemenag (untuk BOP) sudah valid dan siap salur.

“Dana harus digunakan secara disiplin, transparan, dan akuntabel sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM). Ini uang negara, harus dikelola dengan tanggung jawab tinggi,” tegasnya.

Selain sebagai penopang operasional, dana BOS dan BOP ini diharapkan mendorong peningkatan mutu pembelajaran.

Dengan tambahan dana, lembaga pendidikan bisa memperbaiki sarana prasarana, mendukung kegiatan pembelajaran aktif, dan memperkuat layanan kepada siswa.

Sektor Pendidikan Islam Termasuk Prioritas Prabowo-Gibran

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan Islam mendapat prioritas dalam tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pemerintah ingin menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan hanya jargon, tetapi diwujudkan lewat kebijakan konkret yang menyentuh langsung lembaga pendidikan di akar rumput.

Dengan pencairan dana Rp 4,01 triliun ini, kegiatan belajar di madrasah dan RA diharapkan bisa berjalan optimal hingga akhir tahun anggaran. Tidak ada lagi alasan kekurangan operasional menghambat proses belajar mengajar. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Sanksi merokok di sekolah #pencairan dana BOS Kemenag #baterai tahan lama #pendidikan Islam Indonesia