Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Presiden Tak Mau SDM Cuma Pinter di Kelas, Prabowo: Siapkan 2.000 Profesional Siap Tempur!

Tulus Widodo • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:55 WIB
Photo
Photo

RADARBONANG.ID — Presiden Prabowo Subianto tidak sedang bercanda soal transformasi ekonomi nasional.

Dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kamis (16/10), orang nomor satu di Indonesia itu mengeluarkan instruksi tegas: cari dan siapkan 2.000 profesional muda Indonesia untuk langsung “turun gelanggang” di sektor strategis — mulai dari BUMN hingga perusahaan swasta nasional.

“Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional,” tulis akun resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Langkah ini bukan sekadar program pelatihan ala seminar motivasi. Pemerintah tengah membangun “pasukan talenta unggul” untuk menopang agenda besar transformasi ekonomi.

Fokusnya: sektor teknologi, energi, pangan, hingga keuangan digital — bidang-bidang yang akan jadi jantung kompetisi global. 

Bukan Teori, Tapi Lapangan

 Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa keahlian akademik saja tidak cukup. Indonesia butuh anak muda yang siap eksekusi, bukan sekadar kolektor sertifikat.

“Presiden ingin SDM unggul yang tidak hanya pintar, tapi juga punya daya juang tinggi dan siap bekerja di sektor-sektor strategis,” ujar salah satu sumber internal kabinet. 

Program ini juga menjadi pintu lebar untuk mengawinkan dunia pendidikan dengan dunia kerja — yang selama ini sering jalan sendiri-sendiri. Lulusan universitas unggulan bakal langsung “disetrum” dengan realitas industri.

Bukan Program Kaleng-Kaleng

Bagi Prabowo, ini bukan eksperimen dadakan. Sebelumnya, pada Juli lalu, mantan Danjen Kopassus itu telah mengumpulkan 82 profesional muda hasil seleksi superketat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Mereka tergabung dalam Presidential Fellowship in Economics and Business Leadership — program elite yang digagas langsung oleh Prabowo.

Isinya anak-anak muda lulusan universitas top dalam dan luar negeri, dengan latar belakang ekonomi, teknologi, hingga bisnis strategis.

Peserta program disaring dengan standar tinggi, bukan sekadar IPK dan CV kinclong. Pemerintah mencari mereka yang punya integritas, visi kepemimpinan, dan kemampuan adaptif.

Bisa Jadi ‘Wajah Baru’ Korporasi Nasional

Arah besar dari strategi ini jelas: melahirkan generasi pemimpin baru di sektor ekonomi dan bisnis nasional. Para profesional muda ini diharapkan jadi “mesin perubahan” — bukan beban birokrasi.

Pemerintah ingin dunia usaha dan BUMN tak lagi kelimpungan mencari talenta. Sebaliknya, talenta siap kerja yang datang ke industri.

“Kalau kita tidak siapkan sekarang, nanti kita cuma jadi penonton dalam kompetisi global,” tegas Prabowo dalam rapat tersebut.

Janji atau Aksi Nyata?

Langkah ini disambut antusias, tapi juga disorot tajam. Sejumlah pengamat menilai, program ini hanya akan berhasil jika ada sinkronisasi nyata antara kampus, industri, dan birokrasi.

Tanpa itu, 2.000 talenta hanya akan jadi angka cantik dalam presentasi — bukan motor perubahan di lapangan.

“Pemerintah harus pastikan program ini tidak berhenti di rekrutmen atau pelatihan. Dunia kerja butuh SDM siap tempur, bukan sekadar lulusan hebat di atas kertas,” kata salah satu ekonom independen.

Menuju Indonesia Berdaya Saing

Prabowo tampaknya ingin mengubah paradigma lama: pendidikan tak boleh berhenti di ruang kelas. SDM unggul harus lahir dari pengalaman langsung, mental baja, dan kesiapan terjun ke dunia industri.

Jika 2.000 talenta muda ini benar-benar dipoles dengan serius, Indonesia punya modal kuat untuk melawan kompetisi global — bukan sekadar menjadi pasar.

Pertanyaannya tinggal satu: ini akan jadi terobosan nyata, atau sekadar jargon manis? (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Prabowo Subianto #transformasi ekonomi Indonesia #SDM unggul Indonesia #profesional muda Indonesia