Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Program MBG Indonesia Bikin Forbes Melongo : Setiap Hari Beri Makan Setara 7 Singapura!

Tulus Widodo • Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, membahas skala Program Makan Bergizi Gratis yang menarik perhatian dunia bisnis internasional.
Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, membahas skala Program Makan Bergizi Gratis yang menarik perhatian dunia bisnis internasional.

RADARBONANG.ID - Skala program sosial Indonesia mendadak jadi sorotan dunia bisnis global.

Dalam forum bergengsi Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, Jakarta, Chairman Forbes Media Steve Forbes mengangkat topik yang jarang muncul dalam ruang diskusi CEO dunia: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Steve terang-terangan mengakui, skala program tersebut bikin kagum para pelaku bisnis internasional.

“Saat ini, beliau (Presiden Prabowo) memberi makan setiap hari jumlah penduduk yang setara dengan tujuh Singapura,” ujarnya di hadapan para pemimpin perusahaan top dunia.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam forum itu langsung mengonfirmasi pernyataan Steve. Orang nomor satu di Indonesia itu membeberkan data terkini yang bikin banyak orang terbelalak!

“Sampai beberapa jam yang lalu, kami sudah memiliki 11.900 dapur. Dan hari ini kami memberi makan 35,4 juta orang. Ya, dan itu setara dengan tujuh Singapura,” ujarnya tenang.

Program MBG ini bukan sekadar bagi-bagi nasi bungkus. Ini mesin sosial dan ekonomi raksasa yang menyasar akar persoalan: gizi buruk dan kemiskinan. Prabowo menyebut ide ini lahir dari pengalaman pribadinya saat blusukan ke desa-desa saat kampanye.

“Saya melihat anak-anak kecil menyambut saya. Saya tanya umur mereka, dan sering kali saya terkejut. Anak laki-laki yang saya kira berusia empat tahun ternyata sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira lima tahun ternyata sebelas tahun. Saya melihat langsung stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan,” ujar mantan Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden Jokowi itu.

Karena itu, Prabowo tak main-main soal standar keamanan pangan. Mantan Danjen Kopassus itu memberi peringatan keras: tak boleh ada ruang untuk kesalahan.

“Bahkan satu pun kejadian tidak bisa diterima. Kami bertekad untuk membuatnya sedekat mungkin dengan nol kesalahan,” tegasnya.

Mesin Ekonomi di Balik Dapur MBG

Program ini tak hanya mengenyangkan perut, tapi juga menggerakkan rantai ekonomi lokal. Setiap dapur MBG melibatkan petani dan pelaku usaha kecil.

“Satu dapur akan membutuhkan 3.000 butir telur setiap dua atau tiga hari, 3.000 mentimun, 3.000 wortel, 3.000 tomat, 3.000 potong ayam, dan sebagainya. Jadi para petani lokal menyadari bahwa mereka memiliki jaminan pembayaran untuk hasil mereka,” kata Prabowo.

Dengan kata lain, MBG bukan sekadar kebijakan sosial. Ia bekerja seperti “mesin ekonomi mikro” yang memutar rantai pasok pangan rakyat — dari sawah, pasar, hingga piring anak-anak sekolah.

Tak heran, lembaga internasional ikut melirik. Prabowo mengungkapkan bahwa delegasi Rockefeller Institute menyampaikan hasil studi:

“Mereka mengatakan, dari pengalaman mereka di banyak negara, setiap 1 dolar yang dikeluarkan dalam program makan gratis, pengembaliannya antara 5 sampai 37 dolar,” ungkapnya.

“Ini luar biasa. Ini sangat besar dampaknya. Hal ini benar-benar membuat saya semakin bersemangat,” tambahnya.

Tajamnya Pesan Politik: Ini Bukan Sekadar Nasi

Secara politik, program MBG ini bukan cuma soal logistik atau bantuan sosial. Ia mengirim pesan bahwa negara hadir bukan sekadar sebagai regulator, tapi pelaku nyata pembangunan sosial.

Prabowo tahu, keberhasilan program ini bukan cuma diukur dari jumlah piring, tapi juga dari perubahan nasib anak-anak Indonesia.

Dengan skala yang kini menyamai populasi tujuh negara kota sekaligus, MBG menjadi kebijakan yang paling ambisius dalam sejarah Indonesia modern.

Dan kalau semua dapur benar-benar berjalan seperti janji “zero kesalahan”, ini bisa jadi game changer — bukan hanya untuk gizi anak, tapi juga fondasi ekonomi rakyat. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Program Makan Bergizi Gratis #Prabowo Subianto #Ekonomi rakyat #Gizi anak Indonesia #Forbes Global CEO Conference 2025