RADARBONANG.ID - Fenomena hujan es mengejutkan warga Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa siang (7/10).
Butiran es berjatuhan di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menciptakan pemandangan tak biasa sekaligus memantik rasa khawatir masyarakat.
Menurut penjelasan Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, hujan es yang terjadi merupakan dampak dari kondisi atmosfer yang sangat dinamis.
“Suhu muka laut di sekitar wilayah Banten yang hangat, meningkatkan penguapan dan kelembapan udara, serta aktivitas atmosfer seperti Low Frequency,” ujarnya di Tangerang.
Hartanto menjelaskan, fenomena hujan es termasuk dalam kejadian cuaca ekstrem yang secara alamiah bisa muncul di tengah perubahan pola cuaca.
Kondisi ini diperparah oleh nilai Dipole Mode Indeks negatif, yang menyebabkan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Banten.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa sirkulasi angin lokal dan labilitas udara yang kuat turut berperan besar dalam pembentukan awan kumulonimbus—awan tebal vertikal yang menjadi sumber utama hujan es dan badai petir.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih bisa terjadi hingga esok hari.
“Adapun prospek cuaca beberapa hari ke depan berdasarkan analisis dinamika atmosfer menunjukkan masih terdapat potensi hujan sedang yang disertai kilat/petir dan angin kencang hingga esok hari,” kata Hartanto.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama di daerah dengan potensi genangan air, banjir, hingga tanah longsor.
“Dan untuk lusa kondisi dinamika atmosfer cenderung lebih stabil,” tambahnya, menutup penjelasan.
Fenomena hujan es ini menjadi pengingat penting bahwa perubahan iklim dan dinamika atmosfer dapat memicu cuaca ekstrem kapan saja.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampaknya, terutama di daerah rawan bencana. (*)
Editor : Amin Fauzie