Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

IHSG Menguat 0,27 Persen ke 8.139, Bursa Asia Kompak Positif di Tengah Isu Shutdown AS dan Capital Outflow RI

Amin Fauzie • Selasa, 7 Oktober 2025 | 01:54 WIB
IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 14 Agustus 2025. Foto adalah ilustrasi.
IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 14 Agustus 2025. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan awal pekan, Senin 6 Oktober 2025, dengan kinerja positif.

Indeks utama tersebut naik 21,59 poin atau 0,27 persen ke posisi 8.139,89, mengikuti tren penguatan di sejumlah bursa saham kawasan Asia.

Meski demikian, indeks LQ45 justru melemah 2,78 poin atau 0,35 persen ke level 782,41, menandakan adanya tekanan pada sejumlah saham unggulan.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, penguatan IHSG terjadi seiring optimisme pasar Asia, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) dan spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada negosiasi politik di Washington.

Kekhawatiran meningkat karena kebuntuan antara Presiden AS Donald Trump dan Partai Demokrat di Kongres terkait anggaran federal.

Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, memperingatkan potensi PHK massal jika kebuntuan tersebut berlarut-larut.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi serta menekan daya beli masyarakat AS.

Pasar pun berspekulasi bahwa perlambatan ekonomi ini akan membuka peluang bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga acuannya pada Oktober 2025, dan berlanjut hingga akhir tahun.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar bereaksi positif terhadap dinamika politik Jepang.

Terpilihnya Sanae Takaichi, anggota parlemen yang dikenal pro-stimulus dan dovish secara fiskal, sebagai Perdana Menteri Jepang, turut memberi dorongan sentimen positif di pasar saham regional.

Langkah ini menempatkan Takaichi sebagai perdana menteri wanita pertama Jepang, sekaligus simbol perubahan arah kebijakan ekonomi yang lebih akomodatif.

Capital Outflow Rp9,76 Triliun Tekan Pasar Domestik

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya arus modal asing keluar (capital outflow) sebesar Rp9,76 triliun dari pasar modal Indonesia pada pekan pertama Oktober 2025.

Menurut analis, derasnya aliran dana keluar ini turut meningkatkan premi risiko investasi di Indonesia, meskipun IHSG masih mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat lima sektor yang menguat, dipimpin oleh:

Sementara itu, enam sektor lain terkoreksi, dengan penurunan terdalam terjadi pada:

Saham Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang mencatat penguatan tertinggi antara lain RMKO, PIPA, CBRE, AGII, dan JECC, sementara saham yang terkoreksi paling dalam yaitu ESTA, PICO, FILM, LION, dan MMIX.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan BEI mencatat 2.938.263 kali transaksi, dengan total 46,14 miliar lembar saham berpindah tangan senilai Rp28,20 triliun.

Sebanyak 260 saham naik, 419 saham melemah, dan 119 saham stagnan.

Bursa Asia Kompak Menguat

Mayoritas indeks saham Asia turut bergerak positif sore ini:

Prospek Pasar Selanjutnya

Meski masih ada tekanan dari capital outflow dan isu global, sejumlah analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif.

Dukungan sentimen dari kawasan Asia serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global diprediksi dapat menjaga optimisme investor domestik dalam jangka pendek. (*)

Editor : Amin Fauzie
#indeks harga saham #Losers #ihsg #Senin #bei #6 Oktober 2025 #top gainers