RADARBONANG.ID - Bencana alam kembali mengguncang dataran tinggi Tiongkok.
Sedikitnya satu pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah badai salju hebat menerjang wilayah Tibet dan Qinghai pada akhir pekan lalu.
Insiden tersebut juga menyebabkan ratusan orang terjebak di area pegunungan, termasuk di lereng timur Gunung Everest yang terkenal ekstrem.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah CCTV, korban meninggal akibat hipotermia dan penyakit ketinggian saat berada di kawasan Laohugou, Provinsi Qinghai, pada Minggu (5/10).
Daerah ini dikenal sebagai jalur pendakian menantang dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut, di mana suhu dapat turun drastis dalam hitungan jam.
Ratusan Pendaki Terjebak, Akses Jalan Tertutup Salju
Badai salju yang datang tiba-tiba menyebabkan sekitar 1.000 pendaki terjebak di kawasan Laohugou.
Akses jalan menuju lokasi tertutup sepenuhnya oleh timbunan salju, sementara banyak tenda di area pendakian roboh tertiup angin kencang.
Hingga Senin (6/10), otoritas setempat mengonfirmasi bahwa 137 pendaki telah berhasil dievakuasi dalam kondisi stabil.
Namun, operasi penyelamatan masih terus berlanjut karena medan yang berat dan jarak pandang terbatas akibat salju yang terus turun.
Lebih dari 300 personel penyelamat dikerahkan ke lokasi dengan bantuan dua unit drone untuk memetakan area terdampak dan mencari pendaki yang belum ditemukan.
Petugas juga menghadapi risiko tinggi karena suhu ekstrem dan kemungkinan longsoran salju di lereng gunung.
Evakuasi di Lereng Timur Gunung Everest
Tak hanya di Qinghai, bencana serupa juga melanda wilayah Tibet, khususnya di sekitar base camp lereng timur Gunung Everest.
Sekitar 350 pendaki yang sempat terdampar akibat badai dilaporkan telah mencapai titik penyelamatan dengan selamat.
Pihak berwenang juga menyebut telah menjalin kontak dengan lebih dari 200 orang lainnya yang masih berada di area pendakian dan diperkirakan segera dievakuasi.
Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat proses evakuasi berjalan sangat hati-hati.
Angin kencang dan suhu yang turun hingga di bawah nol derajat menjadi tantangan besar bagi tim SAR di lapangan.
Cuaca Ekstrem di Wilayah Pegunungan
Laohugou dan area sekitar Everest dikenal sebagai kawasan dengan kondisi alam ekstrem.
Selain berada di ketinggian tinggi, wilayah ini juga rawan badai mendadak, terutama menjelang musim dingin.
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan pola cuaca global turut meningkatkan intensitas badai salju di daerah Himalaya bagian barat.
Otoritas Tiongkok kini memperingatkan para pendaki agar menunda aktivitas pendakian di wilayah Qinghai dan Tibet hingga kondisi cuaca benar-benar membaik.
Selain itu, mereka juga menegaskan pentingnya perlengkapan pendakian yang memadai untuk mengantisipasi suhu ekstrem dan bahaya hipotermia.
Meski operasi penyelamatan masih berlangsung, laporan terakhir menunjukkan sebagian besar pendaki telah berada di lokasi aman.
Sementara itu, tim SAR terus bekerja keras menembus tebalnya salju demi menemukan dan mengevakuasi para pendaki yang masih terisolasi di pegunungan bersalju tersebut. (*)
Editor : Amin Fauzie