Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Harga LPG 3 Kg Sebelum Subsidi Rp42.750 per Tabung, Berikut Rincian Harga Barang Lain dari Pertalite hingga Pupuk

Amin Fauzie • Selasa, 30 September 2025 | 18:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap harga asli sebelum subsidi dari Pertalite, LPG 3 kg, hingga pupuk.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap harga asli sebelum subsidi dari Pertalite, LPG 3 kg, hingga pupuk.

RADARBONANG.ID - Harga asli Pertalite hingga LPG 3 kilogram akhirnya diungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, dia memaparkan detail harga keekonomian barang-barang bersubsidi yang selama ini ditopang APBN.

Berikut rincian harga asli sebelum subsidi, dari pertalite hingga pupuk:

Pertalite

Pertalite misalnya, seharusnya berharga Rp11.700 per liter. Namun, masyarakat hanya membayar Rp10.000 per liter karena pemerintah menutup selisih Rp1.700 per liter.

Total dana subsidi Pertalite pada APBN 2024 tercatat Rp56,1 triliun untuk 157,4 juta kendaraan.

Solar

Solar pun sama. Harga keekonomiannya Rp11.950 per liter, tetapi dijual Rp6.800 per liter. Artinya, Rp5.150 per liter atau 43 persen dari harga asli ditanggung pemerintah.

Alokasi subsidinya mencapai Rp89,7 triliun untuk lebih dari empat juta kendaraan.

Minyak tanah

Produk energi lain yang mendapat subsidi besar adalah minyak tanah. Dari harga Rp11.150 per liter, masyarakat cukup membayar Rp2.500.

Selisih Rp8.650 per liter (78 persen) ditutup APBN dengan anggaran Rp4,5 triliun untuk 1,8 juta rumah tangga.

LPG 3 Kg

Tak kalah mencolok adalah LPG 3 kg. Harga sebenarnya Rp42.750 per tabung, namun berkat subsidi Rp30.000, masyarakat hanya membayar Rp12.750.

Anggaran subsidi LPG mencapai Rp80,2 triliun pada APBN 2024 dan dinikmati oleh 41,5 juta pelanggan.

Tarif Listrik

Dari sektor listrik, tarif rumah tangga 900 VA juga ditopang pemerintah. Harga seharusnya Rp1.800 per kWh, tetapi masyarakat hanya membayar Rp600 per kWh.

Pemerintah menanggung Rp1.200 atau 67 persen dari harga asli, dengan penerima manfaat hingga 40,3 juta pelanggan.

Selain itu, listrik 900 VA non-subsidi mendapatkan kompensasi Rp400 per kWh.

Dari Rp1.800 per kWh, masyarakat cukup membayar Rp1.400, dengan jumlah penerima manfaat 50,6 juta pelanggan.

Total subsidi sektor listrik mencapai Rp156,4 triliun.

Pupuk

Subsidi juga menyentuh sektor pertanian. Pupuk urea yang semestinya Rp5.558 per kg dijual Rp2.250 per kg, dengan selisih Rp3.308 (59 persen) ditanggung APBN.

Sedangkan pupuk NPK yang harganya Rp10.791 per kg dijual Rp2.300 per kg, subsidi Rp8.491 (78 persen). Total subsidi pupuk mencapai Rp47,4 triliun untuk 7,3 juta ton.

Menurut Purbaya, skema subsidi ini adalah wujud keberpihakan fiskal pemerintah untuk menjaga daya beli rakyat.

Meski begitu, mekanisme subsidi akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#pertalite #sebelum subsidi #minyak tanah #lpg 3 kg #Harga asli #listrik #solar #pupuk