RADARBONANG.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di berbagai kota besar Indonesia pada hari Senin (29/9).
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap hujan ringan hingga lebat yang kemungkinan disertai kilat dan angin kencang.
Menurut prakiraan BMKG yang disampaikan Sastia Frista, secara umum daerah konvergensi memanjang di Sumatera Barat hingga perairan barat Bengkulu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Laut Jawa bagian barat, Selat Karimata, Laut Natuna, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Samudra Pasifik Timur.
Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewati konvergensi.
Beberapa kota besar diprakirakan akan mengalami hujan sedang hingga lebat dengan petir dan angin kencang, antara lain Medan, Jambi, Bengkulu, Serang, Jakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Makassar. Masyarakat di daerah tersebut disarankan untuk menyiapkan payung, jas hujan, dan menghindari aktivitas di luar rumah yang berisiko.
Sementara itu, kota-kota seperti Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Manado, Gorontalo, Mamuju, Palu, Kendari, Ternate, Nabire, Jayawijaya, dan Jayapura diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Aktivitas di luar ruangan tetap bisa dilakukan dengan antisipasi terhadap hujan mendadak.
Beberapa kota besar lainnya diperkirakan hanya mengalami cuaca berawan, termasuk Banda Aceh, Padang, Surabaya, Kupang, Pontianak, Ambon, Sorong, dan Merauke.
Masyarakat di wilayah tersebut tetap diimbau mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Terkait tinggi gelombang air laut, BMKG memperkirakan umumnya berada di kisaran 0,5 hingga 2,5 meter.
Namun gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia Selatan, mulai dari perairan Jawa Barat hingga Bengkulu.
Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta berhati-hati serta menghindari daerah dengan potensi gelombang tinggi.
Selain itu, BMKG mengingatkan potensi banjir rob di beberapa wilayah pesisir, termasuk Tanjung Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Maluku.
Warga di daerah rawan rob disarankan menyiapkan langkah antisipasi seperti memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi dan memperhatikan peringatan resmi dari pemerintah daerah.
Secara keseluruhan, kondisi cuaca ekstrem yang diprakirakan oleh BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat.
Hujan deras disertai angin kencang dapat menimbulkan banjir lokal, pohon tumbang, dan gangguan transportasi, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci mengurangi risiko bencana.
BMKG juga menekankan agar masyarakat selalu memantau update prakiraan cuaca melalui laman resmi BMKG atau aplikasi cuaca resmi, sehingga setiap aktivitas harian bisa disesuaikan dengan kondisi terkini.
Kombinasi hujan lebat, angin kencang, dan potensi banjir rob membuat informasi ini krusial bagi warga perkotaan dan pesisir.
Peringatan dini ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengabaikan sinyal bahaya dan memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga, terutama di wilayah yang rawan terdampak hujan lebat dan gelombang tinggi.
BMKG menegaskan, pemahaman tentang pola konvergensi dan prakiraan cuaca adalah langkah penting dalam mitigasi risiko bencana.
Dengan pemantauan rutin, masyarakat bisa lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Dengan peringatan ini, BMKG berharap masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas harian, mengurangi risiko kecelakaan, dan meminimalkan dampak kerugian akibat bencana alam yang diakibatkan hujan lebat dan gelombang tinggi. (*)
Editor : Amin Fauzie