Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Alarm Makan Bergizi Gratis: Kasus Keracunan Meluas, Prabowo Instruksikan Evaluasi Total!

Tulus Widodo • Minggu, 28 September 2025 | 21:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9).
Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9).

RADARBONANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai terobosan pemerintah untuk memerangi gizi buruk kini dihantam ujian berat.

Kasus keracunan massal muncul di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tuban, di mana sejumlah siswa SMKN Palang harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan program ini.

Presiden RI Prabowo Subianto langsung bereaksi cepat.

Baru tiba di Tanah Air, Sabtu (27/9), Prabowo menyatakan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama jajaran terkait untuk membahas kasus ini secara serius.

“Saya monitor ada perkembangan-perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan beberapa pejabat kita akan diskusikan. Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal ya. Tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” kata Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Program Inovatif, Eksekusi Bermasalah

MBG sejak awal digembar-gemborkan sebagai inovasi kebijakan pangan nasional: menyediakan menu sehat bagi anak-anak sekolah agar terhindar dari gizi buruk.

Namun implementasinya di lapangan menunjukkan kelemahan serius.

Distribusi makanan ke jutaan penerima membutuhkan standar dan pengawasan ketat.

Tanpa sistem mutu yang jelas, risiko kesehatan bisa langsung meledak.

Prabowo pun mengingatkan agar kasus ini tidak dipolitisasi. “Kita harus waspada, jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan Makan Bergizi Gratis adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Mungkin kita-kita ini makan lumayan. Tetapi mereka itu makannya hanya nasi pakai garam,” tegasnya.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Keharusan

Kasus keracunan massal ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk membenahi sistem MBG dari hulu ke hilir: mulai dari dapur penyedia, rantai distribusi, pengawasan mutu, hingga mekanisme tanggap darurat jika terjadi insiden.

Prabowo menyadari tantangan ini. “Untuk memberi sekian juta orang pasti ada hambatan, rintangan. Kita atasi ya,” ujarnya.

Namun publik menunggu langkah konkret: audit menyeluruh, penguatan regulasi higienitas, dan transparansi proses pengadaan.

Sebagai program inovatif yang menyangkut kesehatan generasi muda, MBG tak boleh gagal.

Kegagalan bukan hanya soal teknis distribusi, tetapi menyangkut masa depan kepercayaan masyarakat pada terobosan kebijakan sosial pemerintah.

Evaluasi total kini bukan sekadar janji, tetapi kebutuhan mendesak. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Presiden RI #Mbg #Prabowo Subianto #kasus keracunan massal