Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

IHSG Rebound di Tengah Meredanya Kekhawatiran Reshuffle Menteri

Amin Fauzie • Kamis, 11 September 2025 | 00:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

RADARBONANG.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil rebound pada Rabu sore (10/9), menutup perdagangan di level 7.699,01 atau menguat 70,40 poin (0,92 persen).

Kenaikan ini seiring meredanya kekhawatiran investor terkait reshuffle kabinet, khususnya pergantian menteri keuangan.

Sementara itu, indeks LQ45 naik 12,20 poin (1,58 persen) ke posisi 782,13.

“Meredanya kekhawatiran investor dari dampak digantinya menteri keuangan dan adanya bargain hunting pada saham-saham yang sudah mengalami penurunan signifikan, menjadi pendorong rebound-nya IHSG,” ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (10/9).

Saham-saham perbankan yang sempat terkoreksi dua hari terakhir, kini menutup sesi perdagangan di zona positif.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mencatat penguatan, dipimpin sektor properti yang naik 1,33 persen, diikuti sektor keuangan 1,26 persen, serta sektor barang konsumen non primer 2,14 persen.

Sementara tiga sektor terkoreksi, yakni teknologi (-1,05 persen), barang baku (-0,69 persen), dan transportasi & logistik (-0,46 persen).

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar adalah PIPA, SLIS, UANG, VOKS, dan TCID, sedangkan saham yang melemah antara lain KDTN, DSNG, AMIN, NANO, dan WAPO.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.827.987 kali transaksi, dengan volume 30,54 miliar lembar saham senilai Rp15,67 triliun.

Meski IHSG menguat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia tercatat turun ke 117,2 pada Agustus 2025 dari sebelumnya 118,1 pada Juli 2025, level terendah sejak September 2022.

Penurunan ini terutama disebabkan menurunnya persepsi ketersediaan lapangan kerja.

Pelaku pasar kini menantikan data penjualan ritel Juli 2025 yang diperkirakan tumbuh 1,5 persen year on year (yoy), serta dua data inflasi Amerika Serikat: Indeks Harga Produsen (PPI) Agustus 2025 dan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang diperkirakan naik 0,3 persen month to month (mtm) dan 2,9 persen (yoy).

Data ini akan menjadi acuan kebijakan suku bunga The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 September 2025.

Di Eropa, perhatian pasar tertuju pada pertemuan European Central Bank (ECB) yang diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan di 2,15 persen.

Bursa saham Asia sore ini menunjukkan optimisme. Indeks Nikkei menguat 0,91 persen ke 43.855, Hang Seng naik 1,01 persen ke 26.200, Shanghai meningkat tipis 0,13 persen ke 3.812,22, dan Strait Times bertambah 1,14 persen ke 4.346,46.

Secara keseluruhan, rebound IHSG menandai momentum positif di tengah ketidakpastian pasar pasca reshuffle, didorong oleh bargain hunting, penguatan sektor properti dan perbankan, serta ekspektasi data makro yang menenangkan investor. (*)

Editor : Amin Fauzie
#perdagangan #indeks saham #ihsg #Rabu #perbankan #bei